Kamis, 31 Mei 2012

Tangkuban Perahu


Kisah anjing bernama Tumang yang kemudian dijadikan suami oleh Dayangsumbi yang memiliki kecantikan yang laur biasa. Dayangsumbi dikaruniai anak bernama Sangkurinag yang kemudian setelah Sangkuriang dewasa ingin menikahi Dayangsumbi yang kemudian kelak diketahui bahwa dayangsumbi adalah ibu kandungnya. Kekecewaan sangkuriang memuncak, ia menyesali perbuatannya, ditendagnya sebuah berahu yang kemudian posisinya terbalik menyerupai gunung. Mulai itulah dikenal dengan sebutan gunung Tangkuban Perahu karena bentuk gunung yang menyerupai perahu terbalik. Kisah diatas merupakan lagenda masyarakat tataran Sunda.


Lepas dari kisah itu bahwa gunung ini masih menyimpan potensi bencana. Gunung berapi juga merupakan anugrah bagi masyarakat di sekitarnya, debu debu setelah letusan yang mengakibatkan tanah menjadi subur, di sekitarnya juga terdapat pemandian air panas. Jikalau mau menginap di dekat gunung tersebut terdapat banyak penginapan. banyak juga yang menjajakan makanan dan oleh oleh khas Bandung.
motor mampir di Bogor

dari Ibu kota Jawa Barat yakni bandung ke Tangkuban Perahu memiliki jarak tempuh 30 km. Pada tahun 1959 dan 1983 gunung ini pernah meletus, setelah letusan itu banyak warga mengambil anugerahnya. Kita bisa langsung berjalan jalan di pinggir kawah sambil merebus telur dari air yang mendidih di dekat kawah. Perjalanan yang melelahkan menggunakan motor dari jakarta memang melelahkan, tangkuban Perahu mampu membayar rasa lelah kami. Jika anda ke Jawa Barat jangan lupa ke gunung ini dan jangan mengotori tempat wisata dengan apa yang sudah kita makan. Bawa kembali sampah yang ada.


Salam berbagi,
Fadlik Al Iman

Rabu, 30 Mei 2012

Jalan Jaksa


Siapa sangka jalan yang hanya memiliki panjang 400 meter bisa terkenal sampai ke Dunia Internasional. Ketika Jakarta menjadi sasaran wisata manca negara maka jalan yang harus diingat terlebih dahulu adalah jalan Jaksa, jalan ini berada di sebelah selatan Tugu Monas di jakarta Pusat, berada di sebelah barat Stasiun kereta api Gondangdia. Jarak tempuh dari Monas ke jalan Jaksa  lebih kurang 1 km. Asal nama jalan ini berasal dari zaman Belanda yang ketika itu ada mahasiswa yang menginap, semenjak itulah nama  jalan dikenal dengan sebutan jalan Jaksa.
Konser di festival jalan Jaksa

Mulai sejak itu banyak yang mau menginap, karena tempatnya aman, hingga pada tahun 60 an didirikan wisma pertama di jalan ini yang diberi nama Wisma Delima. Ditahun 1993 Dinas Pariwisata mencatat sebanyak 27.201 wisatawan menginap di jalan ini. Termasuk 29.676 warga Eropa, 3.309 warga Australia, 4.215 warga Amerika dan 649 warga Afrika. Lama menginap biasanya tiga hari. Tempat ini makin populer ketika pada bulan Agustus 1994 jalan Jaksa menyelenggarakan "Festival Jalan Jaksa" yang kemudian menjadi tradisi di tiap tahunnya. Dari Festival ini mampu menyerap ribuan pengunjung.


Didalam buku panduan yang paling terkenal untuk melancong yakni Lonly Planet akan bisa dilihat tentang data jalan Jaksa. Di awal tahun 2000an setelah Bom Bali jumlah wisatawan merosot drastis, jalan ini tetap dikenang menjadi tempat para pelancong dari luar negeri. Dari penginapan yang murah puluhan ribu sampai jutaan bisa dicari disini. Di sepanjang jalan ini juga diibaratkan pintu masuk ke Indonesia, karena di jalan jaksa terdapat travel, penukaran mata uang, pengenalan menu tradisional dan lain sebagainya. Jika ada warga Jakarta bisa melihat keberagaman di Jalan ini, ongkos paling murah untuk melihat dunia luar.


Salam berbagi,
Fadlik Al Iman

Sunda Kelapa

pelabuhan Sunda KelapaNama pelabuhan ini lebih terkenal dari nama kecamatan Penjaringan itu sendiri. Terletak di sebelah utara, Sunda Kelapa banyak menyimpan catatannya. Daerah ini dulu dikenal dengan sebutan Kelapa. Desa desa di sekitarnya berkembang bersama waktu, hal ini menjadi cikal bakal dari Kota Jakarta yang semakin bising. Dari sejarahnya pelabuhan Kelapa adalah pelabuhan besar kerajaan Pajajaran yang sekarang menjadi Kota Bogor yang kemudian direbut oleh pasukan Demak dan Cirebon.

Pada Abad ke 16 barulah didengungkan hari jadi Kota Jakarta yang kita ketahui pada tanggal 22 juni 1527. Namun sejarah Sunda Kelapa terjadi jauh sebelum Jakarta ada, sebelum berdirinya Pajajaran terdapat kerajaan Tarumanegara, yang kemudian ditaklukan oleh Sriwijaya. Saat ini pelabuhan Sunda Kelapa melayani kapal antar pulau, pelayanan barang dari barat ke timur Indonesia. Pelabuhan ini memiliki luas daratan 760 hektar dengan luas perairan 16.470 hektar.

menjadi tempat wisataDinas Pariwisata Provinsi DKI Jakarta mengelolanya sebagai tempat wisata Bahari, di sekitar pelabuhan ini terdapat museum Bahari dengan bangunan peninggalan VOC. Pelabuhan Sunda Kelapa memiliki dua pelabuhan, pelabuhan Utama dan pelabuhan Kalibaru.  Dikedua pelabuhan ini bisa bersandar ratusan kapal kayu layar yang bisa juga digerakkan dengan mesin. Dari segi perekonomian pelabuhan ini sangat menguntungkan karena strategis menjangkau Pasar Pagi, Mangga Dua, Glodok dan yang lainnya. Meski pelabuhan ini terlihat tua, namun pelabuhan ini tidak pernah tidur. Dari buruh angkut, sopir, mandor, penjaga parkir, tukang jualan, semuanya menyandarkan hidup di pelabuhan tua ini.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman


Mengatasi rasa takut

berada di ketinggian, mampu mengurangi rasa takutBagi penggiat alam bebas yang ingin mempelajari segalanya, salah satunya adalah mengatasi rasa takut. Takut pada gelap, takut melihat darah, takut pada ketinggian. Kita harus sadari, bahwa manusia dikuasai pikirannya. Apabila melihat ular di dalam rumah hal yang utama terbayangkan adalah mati digigit ular. Pikiran memang mampu merajai kita. Hal yang harus dikalahkan adalah kuasai pikiran kita terlebih dahulu. banyak cara, ada yang bilang berdialog dengan diri sendiri, bahasa mudahnya "Kok elu jadi takut gitu sih?!" kalau itu enggak bisa jadi orang lain yang menilai diri sendiri. "Hei.., jangan takut gitu dooong !". Yang penting kita bisa mengenali ketakutan kita sendiri. Karena rasa takut itu perlu, dia juga yang bisa mengontrol kita kalau lagi ngapain nggak kebablasan.


Ada juga yang paling ekstrim, kalau enggak bisa berenang langsung dicemplungin aja, kalau takut ketinggian langsung naik ke gedung atau tebing yang tinggi, mungkin hal ini adalah metode paling jitu untuk menghadapi rasa takut anda. Tentunya cara ekstrim barusan terbilang nekat, yang penting bagaimana mengendalikan mental. Saya juga kadang gugup, namun ketika berpikir lagi dan mampu mengendalikan mental niscaya rasa takut akan pergi. Kalau naik ke tebing yang tinggi jangan dulu mikir jatohnya tapi bagai mana kita menciptakan rasa senang dan aman dalam melakukan hal itu. Pastikan semuanya aman. kalau gugup, cek lagi, cek lagi, cek lagi..


Ada rumusan juga bagaimana kita bisa mengubah rasa takut, misalnya ketika takut gelap, maka banyak orang yang melatih dengan olah raga bela diri, karena dari bela diri bisa menimbulkan keberanian. Takut menyelam dilakukan olah raga pernapasan karena dari situ bisa membuat rileks, tidak mudah panik. Rileksasi sangat dibutuhkan untuk mengurangi rasa takut. Seorang pembicara sebelum naik keatas podium akan menemukan rasa takut namun dengan rileks maka semuanya perlahan dapat diatasi. Latihlah pernapasan anda, jangan jadikan pikiran itu membebani anda. Alihkan pikiran. Jangan pikirkan kendala tapi pikirkan peluang.


Salam berbagi,
Fadlik al Iman



Hidup harmonis bersama satwa di dalamnya


ular di kamar mengintai buruanAlam Bali masih dirasa memiliki keseimbangan. Budaya beradad abad lamanya mampu penjaga keasrian. Tinggal di Ubud Bali dalam waktu yang lama merupakan kenikmatan tersendiri. Dengan dua lantai yang harus dijaga dengan halaman luas di depannya. Untuk gambaran saja bahwa di sekeliling rumah masih banyak terdapat kebun, sawah serta tanah kosong, hal ini memungkinkan hewan liar hidup di sekitarnya. Yang hebat kadang beberapa diantaranya masuk ke rumah. Rasa takut pasti ada, namun tenang dulu, pasti ada solusinya. Saya akan berbagi cerita berdasarkan pengalaman.


lebah membuat sarangRoberta Giovedi bertanya kepada saya ketika seekor ular masuk ke kamar tepat pada hari ulang tahun saya 27 mei 2012 lalu. Ular masuk dari lantai dua, lewat celah kaca yang dibuat berlubang untuk ventilasi, hal ini mungkinkan ular untuk masuk, karena tepat di belakang rumah terdapat dua pohon kelapa yang memiliki tinggi 7-8 meter. Ular mencari mangsa, tikus, tupai atau cicak yang akan dilahapnya. Terus terang saya gugup, namun berusaha tenang sambil mengingat ngingat materi ular yang diajarkan belasan tahun yang lalu. Saya ambil stik dan bahan hamuk untuk membungkus ular itu, berharap satwa ini akan saya bawa ke ahli ular di Bali. Namun pemikiran itu berubah karena saya masih berharap ular itu bisa hidup di sekitar rumah. Ular yang hidup serta kucing yang ada di sekitar, tikus tidak berani masuk ke rumah, hal ini dimungkinkan karena di luar rumah masih seimbang alamnya atau di rumah kami yang tidak ada makanan hehe.., selain ular ada juga lebah. Di langit langit kamar lebah sering membuat sarang. Di dalam kamar tidur terdapat satu sarang. Lebah ini memang cukup berbahaya, ketika hidup lama di Kalimantan saya pernah diantuknya hingga gelang di kaki harus saya lepas karena bengkaknya besar sekali. 
tarantula berkamuflase di kamar mandi

Pada prinsipnya ular, lebah, tarantula tidak akan membunuh kita, apakah anda pernah mendengar ada manusia yang mati dililit ular di dalam rumah atau kamarnya sendiri ?. Diantuk lebah atau dibunuh trantula, kita banyak mendengar dan melihat orang mati tertabrak, depresi hingga bunuh diri atau sakit lainnya ketimbang dibunuh satwa. Satwa hidup dengan buruannya sendiri. Ketika kita tidak mengusik mereka maka mereka akan hidup sewajarnya. Kami percaya, tidak ada tikus di atas langit langit rumah karena ular menjaganya. Bunga bunga yang mekar karena anda lebah yang berperan, serangga serangga kecil jadi jatah tarantula. Banyak misteri alam yang belum kita ungkap, ketika kita sebagai manusia mampu hidup harmonis, maka percayalah.., semua akan baik baik saja. Bahkan jauh lebih baik.


Salam berbagi,
Fadlik Al Iman

Selasa, 29 Mei 2012

Trik Melancong Sendiri

Banyak orang memiliki hobi menikmati keindahan Nusantara bahkan Dunia. Banyak orang juga yang memutuskan untuk jalan bersama-sama, alasannya lebih ramai, bisa berbagi cerita, pengalaman dan banyak lagi. Namun pernahkah anda memutuskan untuk bepergian seorang diri. Hal ini tidak dianjurkan apalagi ketika mendaki gunung, menyelam dan beberapa hal lainnya. Meski tidak dianjurkan namun masih banyak yang melakukannya sendiri. Emang rasanya beda. Mulai dari ide, persiapan, ada persiapan mental, fisik dan finansial tentunya. Ketika anda melakukan perjalanan seorang diri perlu beberapa hal yang harus disiapkan.

Yang pertama bisa disiasati adalah pemilihan lokasi, ada kemungkinan kemungkinan yang terjadi ketika kita memilih lokasi A, B atau C. Misalnya dalam segi bahasa, ketika kita mengunjungi Negara yang mayoritas mengerti bahasa Inggris seperti Selandia baru, Australia, Amerika, Inggris anda akan lebih mudah berkomunikasi sehingga lebih memungkinkan anda tidak tersesat karena mis komunikasi. Sebelum anda pergi beritahukan keluarga, teman tentang rencana bepergian anda, lihat film 127 Hours kan ya.., ketika memutuskan bepergian seorang diri maka tidak ada yang mengetahui posisi dan kondisi kita. Kita bisa menghubungi komunitas, keluarga di dekat lokasi kita bepergian. Sukur sukur ada beberapa masukan yang baik untuk kita.

minta tolong untuk difoto

Langkah berikutnya adalah mengecek penginapan, hotel, rumah sanak keluarga, sekretariat yang sesuai dengan kegiatan hobi kita. Jikalau itu sudah ditemukan maka kontaklah terlebih dahulu, beritahu aktifitas, maksud dan tujuan anda, menginap untuk beberapa hari dan lain sebagainya. Carilah referensi hotel atau penginapan yang baik dan pas sesuai harga kocek kita, mungkin ada referensi dari teman, apa fasilitas yang didapat, apa saja yang bisa ditemui di sekitar penginapan kita tinggal. Tawar menawar harga pas itu hal yang biasa bagi para pelancong. Hal yang penting lainnya adalah makan dan minum. Tanpa minum pelancong akan mati, namun minuman lebih mudah didapat dengan selera sederhana air putih saja bisa didapatkan hampir disemua tempat. Bagi yang tidak mau dari rasa sesungguhnya bisa membawa bekal dari rumah untuk menyiasatinya. Cari bumbu yang tahan lama agar tidak mudah basi. Dengan pengepakan yang benar dan tidak tercampur itu juga akan memperlama ketahanan pangan anda.

foto sendiri

menggunakan timer

Saya sering berjalan sendiri, dari situ saya banyak belajar, bukan berarti sok tahu. karena kalau ada rasa takut dan percaya diri hilang maka orang yang melihat kita akan mudah merayu sehingga kita dengan mudah memutuskan untuk mengikuti kemauan mereka. Rasa waspada pada kita juga sangat diperlukan, cek semua barang bawaan jangan ada yang tertinggal. Untuk hal hal yang tidak terlalu penting hindari melakukan perjalanan di malam hari, jangan membawa barang barang yang mudah memikat orang mendekat seperti perhiasan atau aksesoris yang mahal. Yang terakhir tidak boleh dilupakan adalah proses pengabadian. Gunakan timer kalau mau narsis ya foto sendiri. Bisa juga meminta tolong kepada orang lain yang kita sudah percaya. Selamat mencoba. Jangan melakukan vandalisme, mengambil barang barang yang langka, jangan buang sampah sembarangan. Percayalah, semua akan baik baik saja.


Salam berbagi,
Fadlik Al Iman

Senin, 28 Mei 2012

Pasar Badung, Denpasar

Masjid di Jalan kalimantan


Mau belanja yang grosir nggak perluh jauh jauh ke Tanah Abang. Warga Bali memiliki tempat favorit sendiri untuk berbelanja puas dengan harga yang pas. Pasar Badung di jalan Sulawesi menjadi tempat paling diminati bagi para pemburu bahan grosir. Barang belanjaannya pun beragam. Pakaian, Perlengkapan rumah tangga, Mas, Aksesoris dan masih banyak yang lainnya. Apabila dia seorang pendatang biasanya untuk membeli oleh oleh untuk saudara atau kerabatnya. Banyak pembeli datang, biasanya barang yang dibeli untuk dijual kembali. Di pasar Badung tidak hanya di jalan Sulawesi, ada jalan lain yang memiliki kekhasan, misalnya  tak jauh dari jalan Sulawesi terdapat jalan kalimantan. Disini juga terdapat masjid besar bagi muslim untuk beribadah tepatnya di jalan Kalimantan No. 19. 

Toko Aksesoris di Jalan Sulawesi
Pasar Badung selalu ramai, hal ini dikarenakan di pasar ini banyak menjual segala macam perlengkapan, dari pangan, sandang dan papan. Sistem pembelian di sana biasanya dengan cara di grosir, bila seseorang membeli dalam jumlah bayak maka harga barang tersebut akan semakin muran tetapi bila seseorang membeli dalam jumlah sedikit atau satuan harganya tidak jauh berbeda dengan harga-harga yang ada di pasaran.

Banyak toko di Jalan Sulawesi memakai cara pembayaran cash atau pembayaran langsung. Cara pembayaran ini dianggap lebih mudah dan efisien, tapi ada beberapa toko memakai cara pembayaran dengan karu kredit mungkin pembayaran lewat kartu kredit memang lebih aman tetapi pembayaran dengan cara tersebut dirasa lebih sulit untuk para pedagang ,karna bila membayar menggunakan kartu kredit pedagang harus berkerja sama dengan bank-bank tertentu untuk transaksinya dan membutuhkan proses yang lumayan memakan waktu untuk pengambilan dana pembayarannya.

Banyak jenis pakaian yang di jual dari kaos, celana jeans, jacket, baju muslim, hingga kemeja di jual di sana. Mungkin karna banyaknya pilihan itulah maka pasar di Badung Denpasar menjadi primadona bagi para pembeli. Harganya relatif murah jika membeli dalam jumlah banyak dapat di jual kembali dengan keuntungan yang cukup memuaskan. Oleh karna itu lah Pasar Badung di jalan Sulawesi menjadi salah satu sendi perekonomian atau ladang penghasilan untuk banyak orang. Jika ingin membeli, biasakan membawa kantong belanja sendiri dari rumah.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman

Rabu, 23 Mei 2012

Mandara Hut

Mandara Hut, Pos di ketinggian 2720 m.dplDesa Marangu yang damai, setiap orang yang lewat menyapa "Jambo bwana"(apa kabar) ?, pohon pohon yang lebat, rumah, tanah lapang, sekolah kami lewati hingga 50 menit waktu berlalu kami sampai di Moshi pintu gerbang Taman Nasional Kilimanjaro Tanzania-Afrika. Moshi adalah pintu utama masuk Taman Nasional. Kalau diibaratkan Gunung Gede ya.. dia adalah Cibodas. Jagawananya pake baret ala tentara dengan senapan AK yang selalu di tangan. Hal yang pertama harus kita lakukan adalah mendaftar, pemandu akan membantu kita untuk menyelesaikan semua administrasi. Barang barang bawaan coba dicek lagi, yang menarik dan harus diikuti adalah ketika penjaga menanyakan apakah ada logistik tambahan dan cadangan untuk persediaan di lapangan. Hal ini untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan.


Semua sampah yang masuk dan keluar didata. Desa Marangu kira kira berada pada ketinggian 1980 m. dpl. Dari Pos awal sampai dengan Pos pertama menempuh jarak lebih kurang 12 km. Perjalanan jauh untuk hari pertama, namun landai dengan hutan yang cukup lebat. Maklum ketinggiannya masih berkisar 2000 m. dpl.  Siapkan panca indra anda dengan cermat, banyak hal yang menakjubkan akan terjadi, menikmati keindahan Taman Nasional Kilimanjaro dengan menikmati flora dan faunanya bisa kita puaskan di jalur ini. Pemandu pasti menjelaskan semua hal yang belum kita mengerti. Hutan hujan sangat terasa disini, banyak pohon dengan lumut di batang serta lumut menyerupai jenggot desir ditiup angin. Hingga kami sampai di Mandara Hut setelah jalan panjang yang landai.



Waw.., alhamdulillah.. hal yang pertama kukatakan dalam hati, Matahari lebih diterima luas disini. Tempatnya agak lapang. Atap atap Seng berwarna hijau. Gubuk gubuk itu adalah hotel di Kilimanjaro yang berada di ketinggian 2720 m. dpl. Kapasitas satu gubuk 6-8 orang, namun malam ini kami hanya bertiga. Kapasitas di Mandara Hut bisa mencapai 60 orang dengan toilet di ruang utama yang berbentuk lebih besar. Usai makan malam kami istirahat, karena esok kami menempuh jarak 15 km dengan ketinggian 3720 m. dpl, itu artinya kami harus naik 1000 meter. Saya senang tidur di tempat ini, meski kecil cahaya lampunya tapi listrik mandiri dari tenaga matahari, wow.. panel surya.




Salam berbagi,
Fadlik al Iman


# Catatan perjalanan Agustus-September 2001

Selasa, 22 Mei 2012

Memilih Sepatu


Ketika ada ide melakukan perjalanan maka yang harus dilakukan pertama kali adalah membuat perencanaan. Mau kemana, melakukan apa dan bla bla bla. Pemilihan perlengkapan harus sesuai dengan apa yang kita inginkan. Saya jadi teringat dengan kata kata Alm. Norman Edwin. Ketika kamu mendaki, maka cintailah kakimu. Hal itu yang selalu saya terapkan. Salah satunya adalah dengan pemilihan sepatu yang pas dengan medan yang dihadapi.


Sepatu dengan tapak yang baikAda sepatu yang kuat, tetapi tidak cocok di medan yang berair. Ada sepatu yang ringan tetapi tidak cocok di medan yang panas dengan kerikil yang tajam, oleh karena itu pilihlah sepatu dengan seksama. Pilih sepatu yang sesuai bentuk kaki, biasanya untuk melakukan perjalanan yang jauh, mendaki, di tempat yang dingin, gunakanlah sepatu yang lebih besar, terlebih jika bahan sepatunya terbuat dari kulit, maka dalam keadaan dingin bahan tersebut akan mengkerut. Jadi nggak perlu takut di medan yang berat, tidak dianjurkan memakai sandal jika mendaki gunung, meskipun sendal itu adalah sandal gunung. cari sepatu yang bisa melindungi sampai mata kaki, kulitnya tebal dan tidak mudah sobek. 
Usahakan pula memilih sepatu yang bagian dalamnya lunak, tidak baik memilih sepatu yang di depannya keras seperti yang dipakai para penambang, karena untuk medan di gunung yang terjal dan dingin justru kulit kaki akan sakit menyentuh besi ujung sepatu. Ada sepatu yang tapaknya keras, ada yang lunak, yang jelas tapak sepatu bisa mencengkram tanah apabila digunakan. Nah ini yang penting. Sekarang banyak produk sepatu yang jual dengan bahan memiliki ventilasi dalam arti kata lain pori pori kaki bisa bernapas. Selamat mencari.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman

Senin, 21 Mei 2012

Artificial Fish Reef


Kelompok Mina Lestari menurunkan AFRPada tanggal 9 mei 2012 Kelompok Mina Lestari bekerjasama dengan LINI (Yayasan Alam Indonesia Lestari) menurunkan 28 hexadome. Gazal yang belum lama menjabat sebagai Ketua Kelompok Mina Lestari memaparkan semangatnya terhadap penurunan rumah rumah bagi ikan. Artificial Fish Reef (AFR) secara bebas diterjemahkan sebagai “Karang Buatan untuk Ikan”. Diharapkan ke depan nelayan terus mengembangkan AFR dengan berbagai macam bentuk yang sesuai dengan bentuk sesungguhnya. Dikarenakan paska ombak besar, beberapa AFR terbalik dihempas gelombang. Sekelumit kisah itu makin menyemangati Gozal untuk terus mencari AFR  yang sesuai untuk tipe alam di dasar laut Desa Les. 


Gozal menurunkan AFR ke dasar laut

AFR tidak hanya di Desa Les, di beberapa Desa juga dilakukan hal yang sama seperti di Desa Penutukan, Tejakula, Patas dan Taman Sari. Dari tahun 80 an penggunaan potas dan bom telah merusak banyak karang di Bali utara. Beberapa terumbu karang yang masih tersisa menyimpan keindahan yang semakin digemari wisatawan dalam melakukan penyelaman. Kebutuhan pasar yang semakin besar terhadap ikan mau tak mau mengancam kehidupan karang di lautan, hal ini harus disiasati dengan cara tangkap yang ramah lingkungan. Dengan adanya rehabilitasi terumbu karang diharapkan kehidupan bawah laut tetap terjaga. LINI bersama kelompok Mina Lestari dan masyarakat desa desa pesisir mengupayakan rumah ikan dengan menurunkan "Roti buaya" karena bentuknya seperti roti buaya yang diharapkan sebagai rumah bagi ikan ikan kecil serta hexadome yang menyerupai rumah orang ekskimo. Bentuk lainnya bernama Shrimp Pod atau sering disebut rumah udang. Biasanya AFR itu diletakan di kedalaman 3 - 10 meter. Pada AFR biasanya ditempelkan  transplantasi karang untuk mempercepat kehidupan karang.


AFR ini sebagai tempat hidup bagi 200 jenis ikan. Karang karang yang ditanam mempunyai pertumbuhan yang cepat, antara lain jenis Acropora, Pocillopora, dan Montipora. Semoga dengan keterlibatan banyak pihak AFR ini bisa semakin lestari. AFR bermanfaat bagi tempat pertumbuhan ikan ikan kecil dari gangguan ikan besar. AFR ini juga sering dimanfaatkan bagi ikan untuk beristirahat, berkamuflase dalam mencari makan, yang menarik ketika Udang dan Kepiting mengeluarkan suara karena tekanan air laut memanggil ikan ikan semakin banyak ke karang. Semoga Gozal dan kawan kawan mampu menjaga kelestarian alam bawah laut.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman

Resiko nelayan kompresor dan solusinya


Nelayan Kompresor di Pemuteran"Tak kan ada ikan gurih di meja makan, tanpa ada jerih payah nelayan..", sekelumit lyric lagu tadi mengisahkan tentang peran nelayan dalam mencari ikan. Namun tahukan anda bagaimana ikan didapatkan oleh nelayan. Dengan cara menaburi potas ?, itu mah cara lama yang melanggar undang undang. Di sekitar Bali utara para nelayang banyak yang menggunakan kompresor untuk menyelam di kedalaman, dengan cara menggiring atau memanah di dalam air dengan alat modifikasi. Namun tahukan anda bahwa penyelaman dengan kompresor itu sangat berbahaya. Terlebih para nelayan belum tahu bagaimana menesuaikan diri dengan menyelam terlalu dalam dan naik ke permukaan terlalu cepat.
Kompresor adalah alat bantu sebagai penyuplei udara dari permukaan laut dengan selang lebih kurang 100 meter. Penyelam menggunakan kompresor untuk bernafas di dalam air. Dengan adanya udara di dalam maka dengan mudah nelayan menangkap dengan menggiring kearah jaring ikan yang sudah dipasang. Metode seperti ini biasanya ramah lingkungan karena tidak meracuni ikan dengan potas serta untuk mendapatkan ikan karang karang tidak lagi di bom.

Yang cukup disayangkan dari kompresor adalah dengan disertai penyelaman yang jauh dari standar keselamatan, hal ini dapat mengakibatban resiko yang sangat besar, selain pengunaan kompresor yang tidak bisa dideteksi kandungan oksigen dan nitrogen.Penyelamannya juga sangat ekstrim, lebih dari 65 meter yang di iringi teknik penyelam naik dan turun ke laut, menyebabkan banyak penyelam yang mengalami dekompresi atau keracunan nitrogen. Hal ini dikarenakan nitrogen dalam tubuh tidak terbuang dan nitrogen terlarut setelah menyelam membentuk gelembung udara yang menyumbat aliran darah serta system syaraf yang berpengaruh terhadap kinerja saraf otot - otot yang mengakibatkan kelumpuhan bahkan kematian. 

Hal ini dialami oleh anak Pak Misnan yang relatif masih sangat muda. Diceritakan Pak Misnan anaknya mengalami kelumpuhan, sementara Pak Misnan sendiri sudah tidak berani menyelam dalam waktu lama, dikarenakan dalam air suhu menurun drastis. Banyak nelayan yang mengetahui resiko kematian jikalau menyelam tanpa standar keselamatan terus dilakukan. Hal lain yang bisa dilakukan untuk mencegah kelumpuhan ujar seorang peneliti yang pernah mendapatkan cerita yang serupa, jikalau terjadi kelumpuhan maka nelayan tersebut harus dibawa masuk kelaut kembali dengan kedalaman yang sama. Perlahan anggota tubuhnya digerakkan, ketika sudah bergerak barulah naik secara perlahan ke permukaan. Semoga kecelakaan pada nelayan kompresor tidak terjadi lagi.


Salam berbagi,
Fadlik Al Iman

Sabtu, 19 Mei 2012

Kompas sampai GPS



penggunaan peta kompasKetika melihat para pelaut mengarungi bahtera di malam hari, tak ada rasa takut, hal ini karena pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki. Salah satunya adalah ilmu astronomi, bahasa yang lebih mudahnya adalah ilmu perbintangan. Dalam fakta sejarah manusia telah menggunakan ilmu matahari sejak 35000 tahun yang lalu. Sebuah perjalanan panjang untuk menuju astronomi modern. Kini aspek ilmu astronomi dipahami sebagai cabang ilmu pengetahuan yang dikembangkan berbasis pengamatan. Objek astronomi yang dikaji meliputi komet, bulan, meteor, matahari, planet, asteroid, galaksi di angkasa.
Ilmu kembara semakin berkembang ketika seorang Laksamana Cheng-ho dari Dinasti Song, Cina yang memeluk islam mengembara sampai ke Indonesia. Dalam "Catatan Sungai Meang" Cheng-ho mengisahkan, catatan ini sudah berusia lebih dari 1000 tahun yang lalu. Cheng-ho memaparkan bahwa dengan mengasah magnet menjadi bentuk jarum kemudian membiarkannya mengapung di permukaan air maka akan ditemukan mana arah utara. Ilmu tentang kompas ini didapatkan dari pedagang pedagang Arab. Kemudian bangsa Eropa menggunakannya hingga menemukan daratan daratan baru.

Kehidupan manusia semakin berkembang seiring keinginannya yang semakin banyak. Dengan pencarian pencarian baru, ingin mendominasi satu sama lain, hingga pada tahun 1957 sejarah Global Position System (GPS) ditemukan. Ketika Soviet meluncurkan Sputnik sebuah satelit pertama untuk mengetahui posisi suatu obyek, yang kemudian disusul oleh Amerika yang meluncurkan Navstar pada tahun 1973. Di tahun 1983 barulah GPS dipasarkan dengan pengguna yang semakin banyak yang dimanfaatkan untuk melakukan perjalanan, pemetaan, pencarian dan masih banyak lagi.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman

Daya Apung di Lautan

Terapung di lautan. Lautan memiliki daya apung yang tinggi. Daya apung dipengaruhi perbandingan antara massa jenis benda dan cairan, massa jenis yang sering disebut dengan densitas dihasilkan dari total massa benda dibagi total volumenya. dalam fisika daya apung diistilahkan dengan bouyancy. Dalam bahasa lain daya apung adalah daya tekan keatas dari cairan terhadap sebuah bendayang berlawanan dengan massa benda dan efek gravitasi.

Lalu bagaimana dengan tubuh kita ?, dalam tubuh kita ada empat bagian yang sangat berpengaruh terhadap daya apung. Misal, semakin besar volume paru paru maka semakin besar daya apungnya. Jumlah lemak dalam tubuh sangat mempengaruhi daya apung, semakin banyak lemak maka semakin mengapunglah kita. Jadi bisa dibayangkan makin besar seseorang maka makin besar pula daya apungnya. 


terapung di lautan

Bagian selanjutnya adalah volume otot, jika anda seorang atlit angkat besi, petinju, binaragawan atau atlet yang sejenis maka memungkinkan anda memiliki daya apung yang besar dan yang selanjutnya justru memiliki bagian yang kecil yaitu tulang. Jika memiliki tulang kecil maka daya apungnya semakin besar, tulang itu berat dan padat, bisa dibayangkan pula jika anak anak dan wanita bisa memiliki daya apung yang besar. Kuncinya adalah air yang berdensitas tinggi yakni air laut membuat tubuh kita lebih mudah mengapung dibandingkan air tawar di kolam renang. Kalau mau belajar renang, langsung aja ke laut,di pinggirnya aja dulu. Jadi kenali tubuh kita dan jangan panik di laut. Selamat mencoba.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman

Danau Buyan dan Danau Tamblingan


Danau TamblinganDanau Buyan


Baru baru ini pada tanggal 27 April 2012 Menteri Kehutanan RI Bpk Zulkifli Hasan. SE, MM yang didampingi Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam meresmikan Pos Pelayanan Wisata Alam Terpadu Danau Buyan dan Danau Tamblingan. Lokasi ini telah menjadi Taman Wisata Alam (TWA), kawasan ini masuk daerah kelola Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali. Diharapkan daerah ini bisa menjadi daerah resapan air, di sekitar danau juga bisa dijaga keasriannya.


Dikabarkan sebelumnya kedua Danau ini sering meluap, hal ini dikarenakan pada danau terjadi pendangkalan. Kedua Danau ini terletak di Kabupaten Buleleng, Bapak Wayan Pasek Swastika kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Buleleng menjelaskan tentang kedalaman Danau Buyan pada waktu lalu mencapai 140 meter, sementara sekarang hanya tinggal 80 meter, itu artinya mengalami pendangkalan 60 meter. Yang saya lihat sendiri di sekitar danau sudah terdapat aktivitas perkebunan holtikultura, jumlah rumah dan penginapan pun semakin banyak. Hal ini juga yang menjebabkan penyerapan air ke tanah semakin berkurang. Air langsung turun ke Danau.


 latar Danau Buyan


Pada kesempatan yang sama para tamu yang hadir bersama sama pejabat pemerintah ikut menanam bibit pohon. Bibit yang ditanam antara lain,1. Majegau (Dysoxylum densiflorum), 2. Sawo Kecik (Manilkara kauki), 3. Manglid (Manglietia glauca), 4. Nyamplung (Calophyllum inophyllum), 5. Bayur (Pterospermum javanicum), 6. Kepuh (Sterculia foetida), 7. Mahoni (Swietenia macrophylla). Semoga pohon yang ditanam membuahkan hasil, menyejahtrakan masyarakat yang terus hidup harmoni bersama budaya yang dijaga.

# Dari berbagai sumber

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman

Lubang Kompos

Tanah di Ubud tempat kami tinggal cenderung berpasir. Di halaman yang tak begitu luas kami coba siasati dengan mengubur kompos, artinya kami siapkan lubang dengan kedalaman setengah meter dengan diameter yang tidak begitu besar. Perinsip kami, sampah dapur tidak ada yang dibawa keluar. Ini artinya sampah organik dari sisa sayuran, buah, telur, nasi, mie, ampas teh, biji bijian, semuanya masuk ke lubang. Hal ini sering dinamakan kompos.

Kompos adalah hasil penguraian tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembap, danaerobik atau anaerobik (Modifikasi dari J.H. Crawford, 2003). Sedangkan pengomposan adalah proses dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi. 


Pembuatan kompos yang kami lakukan dengan sembarang saja, hal ini untuk mengurai sampah organik dan menyuburkan tanah di pekarangan kami. Jadi dengan tidak membuang sampah ke luar rumah juga bermanfaat untuk menyuburkan tanah, karena kompos yang kami timbun merangsang perakaran dari benih benih yang dibuang bersama sampah organik. Kompos merupakan multivitamin untuk tanah.Aktivitas mikroba yang ada didalam tanah membantu tanaman untuk menyerap unsur hara dari tanah dan menghasilkan senyawa yang dapatmerangsang pertumbuhan tanaman. Kompos membantu tanaman dari serangan penyakit serta kualitasnya lebih baik karena tidak mengandung bahan kimia. Berikut keuntungan kompos dari aspek lain :


Aspek Ekonomi :
1. Menghemat biaya untuk transportasi dan penimbunan limbah
2. Mengurangi volume/ukuran limbah
3. Memiliki nilai jual yang lebih tinggi dari pada bahan asalnya
Aspek Lingkungan :
1. Mengurangi polusi udara karena pembakaran limbah
2. Mengurangi kebutuhan lahan untuk penimbunan
Aspek bagi tanah/tanaman:
1. Meningkatkan kesuburan tanah
2. Memperbaiki struktur dan karakteristik tanah
3. Meningkatkan kapasitas jerap air tanah
4. Meningkatkan aktivitas mikroba tanah
5. Meningkatkan kualitas hasil panen (rasa, nilai gizi, dan jumlah panen)
6. Menyediakan hormon dan vitamin bagi tanaman
7. Menekan pertumbuhan/serangan penyakit tanaman
8. Meningkatkan retensi/ketersediaan hara di dalam tanah




 tanaman yang tumbuh di atasnyaLubang kompos yang kami buat

# Dari berbagai sumber
Salam berbagi,
Fadlik Al Iman

Jumat, 18 Mei 2012

Cerita tentang sampah

Disadari atau tidak, masalah sampah bagai bola salju yang menggelinding. Populasi manusaia yang semakin banyak, mengiringi kebutuhan manusia yang terus melonjak. Gaya hidup ramah lingkungan rasanya belum dipahami banyak orang, sampah hanyalah sesuatu yang menjijikan, harus dienyahkan dari pandangan mata sejauh mungkin. Semua perusahaan berupaya untuk mencari alternatif bagaimana barang barang bisa didaur ulang. Misalnya plastik, bisa terurai dalam waktu yang tidak lama. Styrofoam yang diproduksi dan dipakai perusahaan ternama sekarang bisa terurai dalam waktu empat tahun.


Upaya diatas perlu didukung, namun ada yang jauh lebih penting. Ketika kita hidup hemat energi maka secara otomatis akan mengurangi penggunaan barang yang selanjutnya dianggap sampah. Mesti disadari bahwa pola hidup konsumtif harus dikurangi, perlahan. Ada kawan yang mengatakan, ketika dia merokok, maka hal yang pertama dipikirkan, bagaimana membuang puntungnya. Semuanya bisa kita siasati untuk membuat bumi semakin baik.



Tahukah anda ketika membuang sampah sembarangan maka sampah yang dibawa oleh air akan menyebabkan aliran air menjadi mampet. Akar akar pohon dikanan kiri sungai tak bisa mengambil makanan karena plastik menghambat jalannya, walhasil pohon menjadi tidak sehat. Satu yang menarik yang saya temukan dipagi ini adalah ketika orang tua yang merapikan irigasinya berusaha mengangkat sampah ke jalan, berharap di jalan ada yang membawanya ke tong sampah. Namun tidak lama berselang, seorang Pak tua lewat hendak membersihkan jalan. Pak tua itu membuang sampahnya kembali ke sungai. Masalah sampah sampai hari ini menjadi masalah terbesar dibelahan Dunia manapun, jikalau semua mau menghemat maka semuanya sedikit demi sedikit terselesaikan.


Salam berbagi,
Fadlik Al Iman

TNGL

guide Pak Ali dan Bang Aries dari Mapala Umsu di Bungalow KutacaneEkspedisi Leuser Stacia UMJ tahun 1999 dimulai. Propinsi Khusus Istimewa Aceh memiliki kekayaan yang luar biasa, panorama pantai putih dipadu dengan pegunungan nan hijau terbayang sudah jauh dari hiruk pikuk Kota. Seagian daerah ini masuk dalam Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Memiliki kesejukan dengan suhu 25-30 derajat celcius. Kutacane merupakan salah satu Kelurahan yang ada di Kecamatan Babussallam, Aceh Tenggara, Aceh, Indonesia. Jalur Kuta Cane adalah jalur terdekat menuju Puncak Gunung Leuser. Meskipun hanya memiliki ketinggian 3.404 m. dpl namun Gunung Leuser harus melewati bukit demi bukit.Jalur terberat pertama ketika ingin mencapai Pucuk Angkasan, bagi pemula juga dibutuhkan waktu dua hari mencapainya.


Beban berat yang kami pikul memang lebih dari biasanya, hal ini dikarenakan kami juga membawa perlengkapan untuk mengambil sampel herbarium dari camp Bungalow di Kotacane sampai ke Puncak. Agustus 1999 kami berangkat dari Mapala Umsu Universitas Muhammadiyah Medan. Menyusuri jalan berkelok kelok, anak sungai serta pegunungan yang indah. Jarak tempuh dari Kota Medan 240 km, sementara dari Banda Aceh 850 km. Jalur lain juga bisa ditempuh dari Tapak Tuan, namun lebih menguras tenaga menuju puncak, lebih dari satu minggu.


membuat herbariumTNGL merupakan Taman Nasional terbesar di Asia Tenggara, lebih dari 3.500 flora ada di dalamnya. Di dalam kawasan ini juga hidup hewan paling langka di Dunia, ada harimau, gajah, orangutan serta  badak. Diperkirakan terdapat 500 harimau, 100 badak, 300 orangutan dan 30 gajah. Hewan gerak gerik lainnya adalah burung yang diperkirakan terdapat 300 jenis burung, sangat mempesona. Dari ketinggian 1.500 sudah disuguhi monyet ekor panjang. Bagi anda yang menginginkan olah raga di arus deras juga bisa menikmati sungai liar Alas dengan perjalanan diperkirakan 3 hari dua malam. Banyak cerita tertanam di TNGL ingatan yang menggembirakan mengajak kembali untuk kesana.


Salam berbagi,


Fadlik Al Iman

Kamis, 17 Mei 2012

Mengenang Hutan Leuser

Tahun 1999 merupakan tahun penuh tantangan dalam hidup, memulai segalanya dari nol. Ilmu kepecinta alaman yang dimiliki belum lengkap rasanya jika tidak dipadukan dengan pengamatan alam. Organisasi Non Pemerintah yang sering melakukan pengamatan alam pada waktu itu adalah Klub Indonesia Hijau (KIH), gencar beritanya di Majalah majalah, dengan mengadakan PEKA ALAM (Pendidikan Konservasi Alam), TRABAS (Keterampilan Alam Bebas) sampai ke EKSPA (Ekspedisi Pengamatan Alam). Berpijak dari konsep di atas rasanya baru berasa Mapala jika bukan sekedar naik gunung aja, tetapi untuk lingkungan dan ilmu pengetahuan.


Dimulai dari tahun 1998 kami coba mencari data, belajar melakukannya sendiri, belajar pengamatan burung dari Kang Yoki, buat herbarium dari Jati, studi jejak, dengan pijakan belajar biologi di bangku SMA rupanya sedikit demi sedikit mengamati bisa menyenangkan. Dengan meminjam buku pengamatan burung, binokuler yang hampir rusak, kami lakukan, perlahan namun pasti. Dengan membuat sketsa burung, mengidentifikasi ukuran, tingkah laku, warna pada bagian tubuh serta keunikannya. Semuanya menyenangkan, terlebih fasilitator dengan sabar memberikan ilmu.


Puncak Leuser 3.404 m. dplDi awal tahun 1999 kami coba buat programnya, Ekspedisi Leuser'99 dengan pengamatan alam, latihan selama berbulan bulan menghasilkan kebanggaan yang mendalam, terlebih pada waktu itu semua akses kita upayakan sendiri, audensi dengan Kopassus, Unit Manajemen Leuser yang didanai Uni Europa, semuanya pengalaman baru. 15 hari di dalam hutan yang melelahkan, memasak nasi dari air yang bersih sampai air rawa kami rasakan. Yang tak terlupakan ketika naik setiap tiga hari, kami harus menanam logistik untuk perbekalan diwaktu kami turun. Waktu siang selagi lelah, dibayar kepulan asap tanda guide Pak Ali telah rampung memasak. Hari ketujuh salah satu ransel dari tim jebol, untunglah kami membawa peralatan untuk menjahit. Semuanya menjadi kenangan yang tak terlupakan. Dihari kesembilan setelah badai dua hari di bivak lima, pagi pagi kami berangkat bersama angin dan kabut yang cukup tebal. Pada rambut rambut menuai butiran embun kecil karena dingin.  Subhanallah, rasa haru menggebu menjadi satu. Kami keluarga Mapala Stacia Universitas Muhammadiyah Jakarta. Hari ini tiba di puncak.


Salam berbagi,
Fadlik Al Iman

Nusa Penida


Pantai Nusa PenidaDari Pulau Bali kita bisa menikmati tempat wisata dengan suasana sedikit berbeda, banyak orang yang senang dengan suasana keramaian seperti di Kuta, Jalan Ubud yang mulai ramai, namun belum bagi Nusa Penida. Dipisahkan oleh selat Badung tepatnya di sebelah Tenggara yakni Kabupaten Klungkung Bali. Di dekat Pulau ini terdapat juga pulau-pulau kecil lainnya seperti Pulau Nusa Ceningan dan Pulau Nusa Lembongan. Perairan Pulau Nusa Penida terkenal dengan kawasan selamnya diantaranya terdapat di Penida Bay, Manta Point, Batu Meling, Batu Lumbung, Batu Abah, Toyapakeh dan Malibu Point. Nusa Penida dapat dijangkau dari Sanur dengan tarif penyeberangan sebesar Rp. 23.000 per orang, dari Kusamba dengan tarif sebesar Rp. 15.000 per orang. 

bukit di Nusa PenidaSedangkan jika melalui pelabuhan Padang Bai biaya transportasi sebesar Rp. 18.500 per orang dengan perahu. Jika anda mampir ke Nusa Penida tidak lengkap rasanya jika tidak menyelam, disini terdapat ikan mola-mola (oceanic sunfish), hewan laut yang fenomenal serta menjadi icon bagi dunia bawah laut Nusa Penida. Bentuknya yang unik, besar di bagian kepala dengan mata jenaka dan dua sirip yang menjulang seperti tanpa ekor sangat menarik bagi para penyelam. Terlebih ketika mola-mola mendongakan kepalanya dan merentangkan kedua siripnya seperti layaknya sedang melakukan tarian penyambutan bagi para penyelam. 

kain bali pewarna alamiNusa Penida merupakan daerah kering dengan tekstur tanah berkapur. Sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani rumput laut, nelayan dan buruh, pedagang, pegawai negeri, disini juga terdapat kampung Muslim. Perkembangan sektor pariwisata masih didominasi di Nusa Lembongan, sedang di Pulau Nusa Penida masih belum berkembang sama sekali, hanya terlihat aktivitas snorkeling dan diving. Daya tarik utama kawasan Nusa Penida dan Nusa Lembongan adalah terumbu karang yang masih alami dan juga ikan yang beraneka ragam. Jika anda mau melihat sampai ke bukit terdapat pemandangan yang indah, terdapat beberapa desa di balik bukit, banyak wanita bali menenun dengan pewarna alami, dari daun, batang kayu dan beberapayang lain. Penasaran kan ya.., silahkan main ke Nusa Penida.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman

Rabu, 16 Mei 2012

Gunung Merapi


puncak Garuda MerapiPada tanggal 23 September 2009 kami tiba di Puncak. Setelah Roberta Giovedi menamatkannya dipertengahan tahun yang sama. Siapa yang tak kenak Gunung Merapi di tengah Pulau Jawa. Gunung Merapi merupakan obyek pendakian yang populer, Gunung ini merupakan Gunung yang sangat mempesona. Jalur pendakian yang paling umum karena jalurnya dekat dan lebih mudah adalah melalui sisi utara dari Kabupaten Boyolali bernama Selo di desa Tlogolele yang terletak di antara Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Jalur kedua yang populer adalah melalui Kecamatan Pakem biasa dikenal dengan sebutan jalur di Sisi Selatan Yogyakarta. Jalur ini lebih terjal dengan memakan waktu sekitar 6-7 jam hingga ke puncak. Jalur alternatif yang lain adalah melalui sisi barat laut, biasanya dimulai dari Kabupaten Magelang di jalur Sawangan. Satunya lagi dari sisi tenggara dari arah Deles Kecamatan Kemalang Klaten Jawa Tengah.


Kawah di MerapiGunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 mdpl. Tercatat Gunung ini merupakan Gunung paling aktif di Indonesia, seperti Krakatau dan Semeru, letusannya pun dahsyat. Seperti Tambora dan Krakatau. Sejak tahun 2004 tercatat setengah dari daerahnya merupakan Taman Nasional Gunung Merapi. Dari tahun 1948 Gunung ini telah meletus hampir 70 kali. Yang biasanya terkena dampak adalah Kota Yogyakarta, karena jaraknya berkisar 30 km, lain halnya dengan Magelang yang memiliki jarak yang sama, karena lubang kawah dan angin biasanya tidak membawa wedus gembel itu ke Magelang. Kita bisa melihat kehidupan masyarakat sekitar Gunung Merapi sampai di ketinggian 1700 mdpl, hampir sama dengan Kecamatan Kintamani di Bali sekitar Gunung Batur. Gunung Merapi termasuk 16 besar Gunung teraktif di Dunia.

Disamping bencana banyak berkah yang diberikan Merapi kepada penghuni di sekitarnya, tanahnya yang subur setelah erupsi, menghasilkan salak favorit Roberta Giovedi yang khas rasanya. Salak Pondoh namanya. Gunung ini hampir sama dengan sebagian Gunung api lainnya di Jawa, pada vegetasi di ketinggian ditumbuhi Rhododendron dan Edelweis yakni bunga abadi. Pada lereng lereng biasanya ditumbuhi bambu, asap dari kawah menjadi keseharian di Merapi. Lembah lembah bersama angin, cuaca yang cepat berubah, Merapi menyimpan banyak kenangan. Hingga tak terasa kami harus beranjak pulang.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman