Kamis, 28 Agustus 2014

Menyempurnakan angan menjadi kenyataan

Sudah lama para guru memesan baju batik Endek Bali untuk dipakai di hari jadi sekolah tersebut. tujuh orang memesan L, dua orang memesan M dan 22 orang memesan XL. Hari hari yang ditunggu pun tiba. Ternyata di luar dugaan ukuran yang mereka pesan pun kekecilan. Hal ini dikarenakan ukuran baju ada M kecil dan M besar, ukuran yang lain pun begitu.

Guru matematika berkata, "ini gagal total. Guru sejarah bilang, "seharusnya dijajaki dulu ketika mau membeli, kan ada yang ukurannya kecil dan ukuran besar. Standarnya memang beda, standar Bule atau Asia." Lantas peristiwa itu membuat semua guru mukanya tak enak.

Guru olah raga yang fisiknya lebih besar berinisiatif, saya coba ke pasar dan menanyakannya, "apakah baju bisa ditukar sesuai ukuran", motor dinyalahkan, kendaraan sampai di pasar. hal yang diinginkan pun ternyata tercapai. Pemilik menyetujui. Secara otomatis semua guru pun kembali senang.

Cerita diatas menginspirasi saya, betama mengeluh tidak menyelesaikan masalah, bermimpi kemudian melakukannya maka cepat atau lambat akan tercapai. Guru olah raga memiliki sifat sosial yang tinggi, menyempurnakan angannya menjadi kenyataan.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman

Selasa, 26 Agustus 2014

GAMBARAN UMAT AKHIR ZAMAN

“Bermula Islam itu asing dan kelak akan kembali asing seperti semula. Maka berbahagialah orang-orang yang asing, yaitu orang-orang yang melestarikan Sunnahku yang sudah dirusak oleh manusia.“ (HR. Muslim dan Turmudzi)

Dalam banyak hadits, Rasulullah SAW telah memberikan gambaran tentang perilaku umatnya yang hidup di akhir zaman. Sabda beliau SAW;

“Akan datang suatu masa ketika Islam akan pudar sebagaimana warna kain usang yang pudar. Mereka tidak akan mengenal zakat, haji atau puasa, hingga datang suatu malam ketika Al-Qur'an akan di angkat, sehingga tidak tersisa satu ayat pun. Orang-orang tua, perempuan dan lelaki berkata; Kami mendengar kalimat Laa Ilaaha Illallah dari nenek moyang kami, maka kami pun membacanya.“ (Riwayat Hudzaifah RA).

“Akan datang suatu zaman bahwa tidak akan tersisa Islam, kecuali namanya saja dan tidak pula Al-Qur'an kecuali tulisanya saja.“

“Amalan yang mula-mula kamu hilangkan dari agamamu adalah menepati amanat dan yang terakhir adalah shalat.“ (HR. Ahmad).

“Akan datang suatu masa pada ummatku yang pada masa itu mereka mencintai lima perkara dan melupakan lima perkara yang lain, yaitu mereka mencintai dunia dengan melupakan akhirat, mereka mencintai rumah megah dengan melupakan kubur, mereka mencintai harta dengan melupakan hisab, mereka mencintai keluarga dengan melupakan bidadari, dan mereka mencintai dirinya sendiri dengan melupakan Allah. Mereka yang seperti itu jauh dariku dan aku pun jauh dari mereka.“

“Sesungguhnya di pintu gerbang Qiyamat akan datang hari-hari dimana turun padanya kejahilan, diangkat padaNya ilmu, dan banyaknya kegaduhan. Dan kegaduhan di maksud mengakibatkan terjadinya pembunuhan.“ (HR. Muttafaqun'alaih).

“Nanti bakal terjadi orang-orang yang makan dengan berbagai makanan, mereka minum dengan bermacam minuman, mereka berpakaian dengan aneka rupa pakaian, dan mereka berbicara panjang lebar bertele-tele tanpa di pikirkan terlebih dahulu, mereka itulah sejelek-jelek ummatku.“ (HR. Bukhari).

MAJELIS ILMU

1. Pahala besar bagi mereka yang mendatangi masjid untuk menuntut ilmu
Rasuulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:
من غدا إلى مسجد لا يريد إلا أن يتعلم خيرا أو يعلمه ، كان له كأجر حاج ، تاما حجته
Barangsiapa yang pergi ke masjid, tidaklah diinginkannya (untuk pergi ke masjid) kecuali untuk mempelajari kebaikan atau untuk mengajarkan kebaikan. Maka baginya pahala seperti orang yang melakukan haji dengan sempurna.
(Dikatakan syekh al Albaaniy dalam shahiih at targhiib: “Hasan Shahiih”)  
2. Dimudahkan jalan menuju surga
Råsulullåh shållallåhu ‘alayhi wa sallam bersabda:
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan untuknya jalan menuju Surga.
(Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (no. 2699), Ahmad (II/252, 325), Abu Dawud (no. 3643), At-Tirmidzi (no. 2646), Ibnu Majah (no. 225), dan Ibnu Hibban (no. 78-Mawaarid); sumber)
 3. Diampuni dosanya oleh Allah
Rasuulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:
مَا جَلَسَ قَوْمٌ يَذْكُرُوْنَ اللهَ تَعَالىَ فَيَقُوْمُوْنَ حَتَّى يُقَالُ لَهُمْ: قُوْمُوْا قَدْ غَفَرَ اللهُ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَبُـدِّلَتْ سَيِّئَاتُكُمْ حَسَنَاتٍ
“Tidaklah duduk suatu kaum, kemudian mereka berzikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla dalam duduknya hingga mereka berdiri, melainkan dikatakan (oleh malaikat) kepada mereka: Berdirilah kalian, sesungguhnya Allah telah mengampuni dosa-dosa kalian dan keburukan-keburukan kalian pun telah diganti dengan berbagai kebaikan.”
(Tsabit; HR. ath-Thabrani; terdapat dalam Shahiihul Jami’)  
4. Diampuni Allaah, serta diijabahkan doa-doa orang-orang yang ada dalam majelis tersebut
dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
إِنَّ لِلَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى مَلَائِكَةً سَيَّارَةً فُضُلًا يَتَتَبَّعُونَ مَجَالِسَ الذِّكْرِ فَإِذَا وَجَدُوا مَجْلِسًا فِيهِ ذِكْرٌ قَعَدُوا مَعَهُمْ وَحَفَّ بَعْضُهُمْ بَعْضًا بِأَجْنِحَتِهِمْ حَتَّى يَمْلَئُوا مَا بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَإِذَا تَفَرَّقُوا عَرَجُوا وَصَعِدُوا إِلَى السَّمَاءِ
“Sesungguhnya Allah tabaraka wa ta’ala memiliki para malaikat khusus yang senantiasa berkeliling mencari di mana adanya majelis-majelis dzikir. Apabila mereka menemukan sebuah majelis yang padanya terdapat dzikir maka mereka pun duduk bersama orang-orang itu dan meliputi mereka satu sama lain dengan sayap-sayapnya sampai-sampai mereka memenuhi jarak antara orang-orang itu dengan langit terendah, kemudian apabila orang-orang itu telah bubar maka mereka pun naik menuju ke atas langit.”
Nabi berkata,
قَالَ فَيَسْأَلُهُمْ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَهُوَ أَعْلَمُ بِهِمْ مِنْ أَيْنَ جِئْتُمْ
“Maka Allah ‘azza wa jalla pun bertanya kepada mereka padahal Dia adalah yang Maha Mengetahui keadaan mereka, ‘Dari mana kalian datang?’.
فَيَقُولُونَ جِئْنَا مِنْ عِنْدِ عِبَادٍ لَكَ فِي الْأَرْضِ يُسَبِّحُونَكَ وَيُكَبِّرُونَكَ وَيُهَلِّلُونَكَ وَيَحْمَدُونَكَ وَيَسْأَلُونَكَ
Para malaikat itu menjawab, ‘Kami datang dari sisi hamba-hamba-Mu yang ada di bumi. Mereka mensucikan-Mu (bertasbih), mengagungkan-Mu (bertakbir), mengucapkan tahlil, dan memuji-Mu (bertahmid), serta meminta (berdo’a) kepada-Mu.’
قَالَ وَمَاذَا يَسْأَلُونِي
Lalu Allah bertanya, ‘Apa yang mereka minta kepada-Ku?’.
قَالُوا يَسْأَلُونَكَ جَنَّتَكَ
Para malaikat itu menjawab, ‘Mereka meminta kepada-Mu surga-Mu.’
قَالَ وَهَلْ رَأَوْا جَنَّتِي
Allah bertanya, ‘Apakah mereka telah melihat surga-Ku?’.
قَالُوا لَا أَيْ رَبِّ
Mereka menjawab, ‘Belum wahai Rabbku.’
قَالَ فَكَيْفَ لَوْ رَأَوْا جَنَّتِي
Allah mengatakan, ‘Lalu bagaimana lagi jika mereka benar-benar telah melihat surga-Ku?’.
قَالُوا وَيَسْتَجِيرُونَكَ
Para malaikat itu berkata, ‘Mereka juga meminta perlindungan kepada-Mu.’
قَالَ وَمِمَّ يَسْتَجِيرُونَنِي
Allah bertanya, ‘Dari apakah mereka meminta perlindungan-Ku?’.
قَالُوا مِنْ نَارِكَ يَا رَبِّ
Mereka menjawab, ‘Mereka berlindung dari neraka-Mu, wahai Rabbku’.
قَالَ وَهَلْ رَأَوْا نَارِي
Maka Allah bertanya, ‘Apakah mereka pernah melihat neraka-Ku?’.
قَالُوا لَا
Mereka menjawab, ‘Belum, wahai Rabbku.’
قَالَ فَكَيْفَ لَوْ رَأَوْا نَارِي
Lalu Allah mengatakan, ‘Lalu bagaimanakah lagi jika mereka telah melihat neraka-Ku.’
قَالُوا وَيَسْتَغْفِرُونَكَ
Mereka mengatakan, ‘Mereka meminta ampunan kepada-Mu.’
قَالَ فَيَقُولُ قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ فَأَعْطَيْتُهُمْ مَا سَأَلُوا وَأَجَرْتُهُمْ مِمَّا اسْتَجَارُوا
Maka Allah mengatakan, ‘Sungguh Aku telah mengampuni mereka. Dan Aku telah berikan apa yang mereka minta dan Aku lindungi mereka dari apa yang mereka minta untuk berlindung darinya.’.”
قَالَ فَيَقُولُونَ رَبِّ فِيهِمْ فُلَانٌ عَبْدٌ خَطَّاءٌ إِنَّمَا مَرَّ فَجَلَسَ مَعَهُمْ
Nabi bersabda, “Para malaikat itu berkata, ‘Wahai Rabbku, di antara mereka ada si fulan, seorang hamba yang telah banyak melakukan dosa, sesungguhnya dia hanya lewat kemudian duduk bersama mereka.’.”
قَالَ فَيَقُولُ وَلَهُ غَفَرْتُ هُمْ الْقَوْمُ لَا يَشْقَى بِهِمْ جَلِيسُهُمْ
Nabi mengatakan, “Maka Allah berfirman, ‘Dan kepadanya juga Aku akan ampuni. Orang-orang itu adalah sebuah kaum yang teman duduk mereka tidak akan binasa.’.”
[HR. Muslim dalam Kitab ad-Dzikr wa ad-Du’a wa at-Taubah wa al-Istighfar, hadits no. 2689, lihat Syarh Muslim [8/284-285] cetakan Dar Ibn al-Haitsam); sumber: http://abumushlih.com/keutamaan-majelis-dzikir.html/]  
5. Diridhai oleh malaikat
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ
“Sunnguh Para Malaikat merendahkan sayapnya sebagai keridlaan kepada penuntut ilmu”
[Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Ahmad (V/196), Abu Dawud (no. 3641), at-Tirmidzi (no. 2682), Ibnu Majah (no. 223), dan Ibnu Hibban (no. 80 al-Mawaarid); Sumber: sumber]  
6. Dimintakan ampun oleh penduduk langit dan bumi hinga ikan yang ada didasar laut
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ وَالْحِيتَانُ فِي جَوْفِ الْمَاءِ
Orang yang berilmu akan dimintakan maaf oleh penduduk langit dan bumi hingga ikan yang ada di dasar laut.
[idem]  

7. Dengan menuntut ilmu, kita bisa meraih keutamaan seorang alim
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ
Kelebihan serang alim dibanding ahli ibadah seperti keutamaan rembulan pada malam purnama atas seluruh bintang.
[idem]  

8. Ilmu merupakan warisan dari nabi, para penuntut ilmu adalah pencari warisan nabi.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ
Para ulama adalah pewaris para nabi, dan para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, mereka hanyalah mewariskan ilmu. Barangsiapa mengambilnya maka ia telah mengambil bagian yang banyak.

KEUTAMAAN MAJELIS ILMU

Sesungguhnya diantara sifat ilmu yang penuh barakah ini adalah didatangi bukan mendatangi.
A. Majlis-Majlis Ilmu adalah Taman-Taman Surga
Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﺇﺫﺍ ﻣﺮﺭﺗﻢ ﺑﺮﻳﺎﺽ ﺍﻟـﺠﻨﺔ ﻓﺎﺭﺗﻌﻮﺍ، ﻗﺎﻟﻮﺍ: ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﺎ ﺭﻳﺎﺽ ﺍﻟـﺠﻨﺔ؟
ﻗﺎﻝ: ﺣﻠﻖ ﺍﻟﺬﻛﺮ .
“Apabila kalian berjalan melewati taman-taman Surga, perbanyaklah berdzikir”
Para Shahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud taman-taman Surga itu...?”
Beliau menjawab, “Yaitu halaqah-halaqah dzikir (majelis ilmu)”
[Hasan, HR at-Tirmidzi: 3510, Ahmad: III/150, Silsilah ash-Shahiihah: 2562]
B. Khalifah pun mendatangi seorang ulama untuk bertanya tentang masalah agama.
Abu Ali al-Hasan bin ‘Ali bin Bundar Al-Zanjani menceritakan bahwa Khalifah Harun Ar-Rasyid mengutus seseorang kepada Imam Malik bin Anas agar beliau berkenan datang ke istana agar kedua anak Harun Ar-Rasyid yaitu Amin dan Makmun dapat langsung menimba ilmu agama kepada Imam Malik.
Imam Malik menolak permintaan Khalifah Harun Ar Rasyid dan mengatakan,
"Ilmu agama itu didatangi bukan mendatangi.."
Untuk kedua kalinya Khalifah Harun Ar Rasyid mengutus utusan yang membawa pesan sang khalifah,
‘Kukirimkan kedua anakku agar bisa belajar agama bersama murid-muridmu’
Imam Malik menjawab, ‘Silahkan dengan syarat keduanya tidak boleh melangkahi pundak supaya bisa duduk di depan dan keduanya duduk dimana ada tempat yang longgar saat pengajian.’
Akhirnya kedua putra khalifah tersebut hadir dengan memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Imam Malik.
[Mukhtashar Tarikh Dimasyq, hal. 3769, Maktabah Syamilah]
Sungguh telah banyak majlis ilmu diadakan.
Saatnya menguatkan tekad mendatangi taman-taman surga, berkumpul bersama para sahabat (ilmu) sejati yang dengannya mengingatkan kita akan akhirat.

Minggu, 24 Agustus 2014

Beach clean up

Ini adalah penyelenggaraan Sanur Village Festival yang ke-9 kalinya, dengan tetap mengutamakan nilai-nilai sosial budaya maka diharapkan mampu memberikan dimensi baru dan wawasan kepada masyarakat.
Jadwal pra-program Sanur Village Festival 2014:
  • 15 Agustus 2014:  Photo Exhibition
  • 16 Agutstus 2014: Sanur Run
  • 20 Agustus 2014: Sanur Kreatif Expo
  • 21 Agustus 2014: Village Cycling Tour
  • 22 Agustus 2014: Surfing Competition
  • 23 Agustus 2014: Golf Tournament
  • 24 Agustus 2014: Sanur Kite Festival
  • 20 – 24 Agustus 2014: 9th Sanur Village Festival 2014 Environment Activities:
    • Beach clean up
    • Coral plantation
    • Pelepasan tukik
    • Extinction plantation

MASJID BAITURRAHMAH, BALI

Masjid Baiturrahmah kampung Jawa, Denpasar.
Salam berbagi,
Fadlik Al Iman

CEMARA LAUT

Denpasar,22/08/2014. Sanur Village Festival pada tahun 2014 juga melakukan penanaman, jika selama ini tanaman muara selalu identik dengan pohon bakau atau mangrove, sebenarnya ada tanaman lain yang juga memiliki keunggulan sebagai penahan abrasi. Diantaranya ada tanaman nyamplung, cemara laut dan lain-lain. Anda akan mengetahui beberapa keunggulan menanam bibit cemara laut, yaitu :
  1. Tanaman cemara laut memiliki struktur akar dan batang yang kuat sehingga tahan dari gempuran ombak.
  2. Tanaman cemara laut mampu tumbuh besar dan melebar sehingga memiliki sifat penahan angin yang efektif.
  3. Tajuk tanaman cemara laut merindangkan sehingga sangat efektif untuk menciptakan iklim yang lebih baik bagi kawasan pantai.
  4. Tajuk tanaman cemara laut juga memiliki daya pikat estetik yang dapat memperindah kawasan pantai secara keseluruhan.
  5. Kayu dari cemara laut memiliki nilai ekonomis yang lumayan baik dipasaran. kayu ini memiliki sifat daya bakar yang baik sehingga kerap menjadi bahan baku korek api.
  6. Tanaman cemara laut dapat hidup pada hutan homogen dan hutan heterogen bahkan juga bisa menjadi tanaman penaung bagi tanaman produktif.
  7. Tanaman cemara laut ini memiliki akar yang mampu menusuk ke dalam dan mengikat nitrogen, sehingga juga baik untuk meningkatkan kesuburan tanah dan merehabilitasi tanah pada kawasan pantai.

    Pada dasarnya tidak ada teknik khusus dalam menanam dan merawat tanaman cemara laut. Selain tanaman ini tergolong kuat dan tahan penyakit, cemara laut sudah terbiasa hidup dalam habitat sulit di daerah muara. Cemara laut merupakan tanaman yang memiliki sifat bawaan yang berbeda dari tanaman lain.
    Salah satu kunci utama dalam menanam bibit cemara laut hanya terletak pada pembuatan lubang tanam yang cukup dalam serta ajir yang kuat. Karena pada awal penanaman, bibit cemara laut masih cukup rentan, sehingga belum sepenuhnya kuat dari terjangan ombak dan angin. Sementara untuk jarak tanam, bibit cemara laut tidak membutuhkan jarak tanam yang terlalu renggang, karena memang tajuk cemara laut dewasa lebih kompak dan singset.

    Untuk perawatan, tanaman cemara laut tergolong tanaman yang tidak membutuhkan perawatan intensif yang berlebihan. Penyiraman dan pemupukan berkala bisa membantu tanaman untuk dapat tumbuh lebih sehat dan optimal.
    Yang perlu Anda perhatikan dalam penanaman bibit cemara laut adalah pada usia 1 tahun pertama. Kondisi tanaman yang masih kecil dan belum kuat, terkadang harus berhadapan dengan gempuran ombak namun juga gundukan sampah yang ikut terbawa ombak. Gundukan sampah bisa membawa bakteri pembusuk dan lumut sehingga akhirnya mematikan bibit cemara laut. Sebaiknya pembersihan kawasan pantai dari sampah tetap perlu menjadi rutinitas demi meningkatkan kualitas ekosistem.

UPAYA PENYELAMATAN

Penyu merupakan satwa laut yang seharusnya dilindungi tidak hanya oleh pemerintah, tetapi juga regulasi dan perjanjian internasional seperti yang telah dilakukan negara ini dengan menandatangai kesepakatan (Memorandum of Understanding) dalam Indian Ocean and South East Asian on Turtle Conservation and Convention on Migratory Species pada Agustus 2008 lalu dan penetapan peraturan lainnya. Produk hukum ini diperlukan, tetapi tidak cukup (necessary but not sufficient). Masih dibutuhkan tindakan lebih dari sekedar bentuk pengawasan pelaksanaan regulasi dan penindakan hukum secara tegas yaitu berupa tindakan penyadaran terhadap mereka yang masih menangkap, memperdagangkan (dan mungkin bagi mereka yang mengkonsumsi) produk penyu.  Oleh karena itu setiap warga negara yang tinggal di negara ini haruslah berperan aktif melindunginya.

Jika kecenderungan penurunan populasi penyu seperti sekarang terus berlanjut, maka diprediksi Penyu belimbing akan punah dalam 10 tahun mendatang dan Penyu sisik akan hilang dalam 7 tahun mendatang. Nasib Penyu Hijau juga tidak akan jauh berbeda. Hilangnya penyu berarti hilangnya manfaat yang ada padanya dan hilangnya fungsi penyangga yang diembannya. Menghindari konsumsi produk yang dihasilkan dari penyu seperti sup penyu yang kita santap maupun pembelian cinderamata dan hiasan rumah yang terbuat dari penyu akan sangat membantu upaya pelestariannya.

Mudah-mudahan kita selalu sadar bahwa keberadaan penyu akan mempengaruhi sebagian kesejahteraan umat manusia lainnya seperti nelayan yang menggantungkan hidupnya pada ketersediaan ikan, keanekaragaman hayati yang akan diwariskan kepada anak cucu kita sehingga kita tidak menjadi makhluk yang terlalu egois yang hanya mengejar hasrat dan fantasi konsumsi tak-terbatas di dunia sumber dayanya terbatas.
Penyu telah terdaftar dalam daftar Apendiks I Konvensi Perdagangan Internasional Flora dan Fauna Spesies Terancam (Convention on International Trade of Endangered Species - CITES). Konvensi tersebut melarang semua perdagangan internasional atas semua produk/hasil yang datang dari penyu, baik itu telur, daging, maupun cangkangnya. Kita sendiri dapat menolong untuk melestarikan spesies penyu laut, yaitu dengan beberapa cara yaitu:
  1. Tidak mengkonsumsi makanan yang berasal dari penyu (telur, daging)
  2. Tidak menggunakan barang-barang yang terbuat dari cangkang penyu (mis: bingkai kacamata, dll)
  3. Tidak membuang sampah plastik danbenda-benda lain yang berbahaya ke dalam laut. Penyu tertentu dapat salah mengartikan plastik sebagai makanan mereka yaitu ubur-ubur, sehingga menyebabkan sakit atau kematian penyu yang memakannya.
  4. Tidak mengganggu penyu yang sedang bertelur karena mereka dapat menghentikan proses bertelur apabila merasa terancam.
  5. Tidak mengambili telur-telur penyu karena akan menghancurkan populasi mereka
  6. Menjaga kesehatan terumbu karang kita. Terumbu karang yang sehat merupakan tempat makan dan tempat tinggal yang baik untuk penyu.
  7. Turut mendukung program konservasi penyu laut.

PENYU

Denpasar/22/08/14. 300 Tukik direlease pada pagi itu di Pantai Merta Sari Sanur. Para pejabat, staf Hotel di sekitar Sanur serta pelajar berpartisipasi dalam acara tersebut. Tukik sendiri adalah anak penyu selepas keluar dari cangkangnya.

Penyu merupakan satwa warisan purbakala, tubuhnya besar, beratnya bisa mencapai hingga ratusan kilogram. Jalannya sangat lambat, terseok-seok di atas pasir. Ia ke pantai hanya untuk bertelur. Dalam 1 periode (biasanya 2 minggu), ia bisa naik ke pantai 4-6 kali untuk bertelur. Namun, tidak dapat dipastikan bahwa setiap kali ia naik ke pantai, ia pasti bertelur. Apabila ia tidak menemukan tempat yang bagus untuk bertelur, maka ia akan kembali ke laut.

Dari sekitar 6 kali pendaratan, mungkin hanya 1-2 kali bertelur. Bahkan, mungkin tidak bertelur sama sekali. Dalam sekali bertelur bisa ratusan butir. Namun, dari ratusan butir telur yang menetas menjadi tukik (anak penyu), hanya sebagian kecil saja yang dapat dewasa dan bertelur.

Cerita di atas adalah gambaran proses perkembangbiakan salah satu penyangga kehidupan laut yang sangat penting yaitu Penyu. Indonesia sendiri selain sebagai tempat peneluran juga berperan sebagai tempat mencari makan 6 jenis penyu dari 7 jenis penyu laut yang ada di dunia (Ditjen PHKA). Penyu merupakan satwa laut yang termasuk dalam kelompok reptilia yang memiliki daerah jelajah yang sangat luas. Penyu mendiami laut tropis dan sub-tropis di seluruh dunia yang diperkirakan telah mendiami bumi lebih dari 100 juta tahun.

Penyu laut berbeda dengan kura – kura, jika dilihat sepintas memang mereka terlihat sama. Ciri yang paling khas untuk membedakannya yaitu bahwa penyu tidak dapat menarik kepalanya ke dalam apabila merasa terancam. Di dunia terdapat tujuh spesies penyu, enam diantaranya ditemukan di perairan Indonesia, yaitu Penyu Hijau (Chelonia mydas), Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata), Penyu Tempayan (Caretta caretta), Penyu Lekang/Abu-abu (Lepidochelys olivacea), Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea), dan Penyu Pipih (Natator deprestus). Spesies yang banyak ditemukan dan memiliki wilayah jelajah yang luas di perairan Indonesia adalah penyu hijau dan diikuti oleh penyu sisik..

Populasi Penyu kini terancam. Diperkirakan lebih dari 7.700 ekor penyu menjadi korban penangkapan jaring atau pancing setiap tahunnya. Ini hanya dari penangkapan jaring dan pemancingan yang tidak disengaja di laut. Jika penangkapan secara sengaja dimasukkan, tentu angka tersebut akan menjadi jauh lebih besar. Penyu-penyu tersebut ada yang dijadikan santapan seperti sup penyu, makanan, perhiasan. Kehidupan mereka terancam akibat beberapa perilaku (jahil) manusia. Ulah segelintir manusia kini tengah mengancam keseluruhan kehidupan manusia.
Ancaman Terhadap Penyu
Keberlangsungan hidup penyu menghadapi beberapa ancaman yang dapat datang baik dari perilaku manusia, maupun binatang dan alam. Namun, ancaman terbesar tetap datang dari tindakan dan perilaku manusia. Tindakan dan perilaku manusia dimaksud selain yang telah disebutkan di atas adalah mengambil dan memperdagangkan telur penyu, mengkonsumsi daging penyu, memperdagangkan penyu, membuang sampah di laut seperti gabus putih/ styrofoam yang jika termakan oleh anak penyu (tukik) akan menyebabkan kematiannya. Selain itu tindakan membangun tembok pengaman di pantai tempat penyu bertelur, adanya cahaya yang dapat menghalangi penyu untuk mendarat ke pantai untuk bertelur, adanya aktivitas manusia di malam hari di pantai tempat penyu bertelur, menyebabkan gangguan terhadap penyu.

Ancaman alami dalam kehidupan penyu berasal dari siklus mata rantai makanan dalam ekosistem, diantaranya adalah biawak yang sering memakan telur penyu di pantai, kepiting yang sering memakan anak penyu di pantai. Kemudian, ketika di laut, anak-anak penyu juga harus bertarung menghadapi maut yang ditebar oleh Ikan Kerapu dan Hiu, dua diantara sekian pemangsa yang harus dihadapi anak penyu untuk bertahan hidup. Oleh karena itu, tidak mengherankan bila dari 100 butir telur penyu yang menetas, hanya sekitar 2 (dua) ekor saja yang dapat tumbuh menjadi dewasa.  Penyu tersebut harus mampu bertahan hidup hingga umur 25 tahun, karena pada umur itulah penyu dapat bertelur.  Itu pun bila penyu yang masih bertahan hidup tadi adalah penyu betina, karena penyu jantan tidak bertelur!  Jadi, betapa kecilnya peluang penyu untuk dapat menambah jumlah populasinya di alam.
Manfaat Nyata Penyu
Penyu merupakan satwa yang tidak cuma unik dan lucu, tetapi sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Hanya dengan membiarkannya saja hidup bebas di habitatnya, tanpa melakukan sesuatu yang dapat menganggu kehidupannya, maka penyu akan memberikan banyak manfaat. Manfaat tersebut mencakup aspek peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui sektor perikanan (beserta efek penggandanya), menjaga keseimbangan mata rantai ekosistem, ilmu pengetahuan, pengembangan ekowisata.

Pertama, jasa ekosistem (keseimbangan lingkungan). Penyu berperan penting dalam menjaga keseimbangan di laut, misalnya saja apa yang dilakukan oleh Penyu Hijau (Chelonia mydas). Penyu yang memiliki jarak tempuh yang mencapai hingga ribuan mil laut ini berperan penting dalam menyebar nutrisi ke laut melalui kotorannya. Kotoran ini menjadi pupuk atau pakan bagi tumbuhan dan hewan laut lainnya.

Kedua, peningkatan pertumbuhan ekonomi sektor perikanan. Penyu sesungguhnya memainkan peranan yang amat vital bagi ketersediaan ikan laut, misalnya saja Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea) yang memakan Ubur-ubur. Ubur-ubur adalah binatang laut yang memakan anak ikan. Ini merupakan mata rantai makanan. Bila tidak ada Penyu Belimbing kemungkinan besar populasi Ubur-ubur akan semakin meningkat. Kelebihan populasi Ubur-ubur akan membahayakan populasi anak ikan. Akan semakin banyak anak ikan yang dimakan Ubur-ubur. Dikarenakan banyak anak ikan yang dimakan Ubur-ubur, maka ketersediaan ikan di laut akan semakin berkurang. Akhirnya ini akan memperkecil hasil tangkapan ikan nelayan. Terutama nelayan kecil yang tidak memiliki kapal untuk menangkap ikan di laut lepas.

Berbeda lagi halnya dengan Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata). Penyu jenis ini adalah pemakan terumbu karang yang tidak sehat sehingga terumbu karang menjadi sehat kembali. Sehatnya terumbu karang menjadi sumber makanan yang baik dan menjadi tempat hidup (habitat) ikan berkembang biak. Pada akhirnya, ini akan menjadikan daerah tersebut menjadi sumber perikanan (lebih banyak ikan untuk ditangkap).

Ketiga, potensi pengembangan ekowisata atau ekonomi alternatif lainnya. Seperti disebutkan sebelumnya bahwa penyu berperan penting menjaga kesehatan terumbu karang. Terumbu karang yang terjaga dengan baik, terlebih bila daerah tersebut memiliki keindahan alam dan budaya yang mendukung, akan memberikan pemandangan bawah laut yang cukup indah. Ini berpotensi bagi pengembangan ekowisata. Snorkeling, menyelam (diving), bermain kayak (kayaking) dapat menjadi atraksi yang ditawarkan kepada wisatawan.

Keempat, ilmu pengetahuan. Penyu dan habitatnya juga menjadi sarana bagi peningkatan ilmu pengetahuan manusia, misalnya melalui penelitian dan pengembangan. Sebagaimaan telah diketahui, penyu adalah salah satu hewan yang tersisa dari zaman purbakala. Oleh karena itu, penyu mungkin dapat menjadi “pintu masuk” bagi umat manusia untuk mengetahui apa yang terjadi di masa lampau dan informasi lainnya. Ini sangat penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan, terutama biologi dan lingkungan.


Desain

Media lokal di Bali, belakangan ramai dengan rencana reklamasi di Teluk Benoa, Badung, Bali. Desain reklamasi ini sendiri ternyata sudah dibuat pada tahun 2007 lalu.
Desain tentang proyek reklamasi pulau Tanjung Benoa Bali ini dapat dilihat di situs :  www.tilke.de. Dalam situs tersebut, terdapat sebuah gambar desain reklamasi pulau di Bali.
Pada gambar tersebut teerdapat keterangan : Reclaim Island Project, Tanjong Benoa, Bali. Land Reclamation Islands, Race Track, City Circuit, Golf Course, Marina, Hotels, Residential, Commercial. Di samping gambar juga tertulis status proyek tersebut : project studies 2007.

Dalam desain tersebut disebutkan, klien atau pemesan desain adalah perusahaan bernama Indoland Kurnia Abadi. Sementara luas lahan dalam desain reklamasi pulau tersebut mencakup 540 hektar.
Pembuat desain reklamasi pulau ini, yakni Tilke Engineers & Architects, merupakan sebuah perusahaan kelas dunia asal Jerman yang didirikan tahun 1983. Perusahaan ini biasa menangani desain untuk berbagai proyek di berbagai belahan dunia seperti proyek hotel di Bahrain, di Shanghai CIna, dan berbagai proyek di belahan dunia lainnya.
Perusahaan ini mempekerjakan 350 insinyur ahli dan arsitek, mempunyai kantor di Jerman, Bahrain, Uni Emirat Arab, Mexico, Kazakhstan dan  Azerbaijan.
Perusahaan ini melayani pengerjaan tehnik sipil, arsitek, tehnik elektromekanikal, dan tehnik elektro, mulai konsep, desain, supervisi kontruksi, dan manajemen proyek. (dev)

Rabu, 13 Agustus 2014

KELILING DUNIA

SHOLAT SUBUH DAN ISYA YANG LEBIH BAIK DARI DUNIA DAN SEISINYA

“Dan dirikanlah pula sholat Subuh. Sesungguhnya sholat Subuh itu disaksikan oleh malaikat”. (QS.Al Isroo (17):78)
“Barangsiapa sholat isya secara berjamaah, maka ia bagaikan sholat (malam) setengah malam, dan barangsiapa sholat Subuh secara berjamaah maka ia bagaikan sholat (malam) semalam penuh.” (HR.Muslim, Abu Daud dan Tirmidzi).

“Sholat terberat bagi orang munafik adalah sholat Isya dan sholat Subuh. Kalau mereka tahu pahala yang disiapkan pada sholat itu, maka mereka akan mendatanginya, meskipun dengan merangkak. Sungguh, aku benar-benar hendak memerintahkan seseorang untuk mengimami manusia, kemudian aku pergi bersama beberapa orang yang membawa seikat kayu bakar kepada suatu kaum yang tidak hadir sholat berjamaah, lalu aku membakar rumah-rumah mereka.” (HR.Bukhari-Muslim)

“Barangsiapa melaksanakan sholat Subuh secara berjamaah, maka ia berada dalam perlindungan Alloh.” (HR. Ibnu Majah). Hadits shohih.

“Dua rakaat shalat subuh, lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR.Muslim dan Ahmad)

Mengenai shalat dua rakaat sunah sebelum subuh Rasulullah bersabda,

“Dua rakaat itu lebih aku sukai daripada dunia seluruhnya.” (HR.Muslim)

Begitu besarnya keutamann shalat subuh ini, hingga ketika Muhammad Al Fatih menyering tentaranya salah satunya adalah yang sholat subuhnya berjamaah. Mari kita tingkatkan kualitas ibadah kita.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman

Kamis, 07 Agustus 2014

Aktivitas Memasak

Di zaman yang serba cepat semua orang ingin gampangnya saja. alasannya nggak ada waktu, masakannya nggak karuan dan segudang alasan lainnya. Kamu pasti tau kalau beli makanan di luar harganya lebih mahal dan belum tentu sehat, bayangin aja kalau kita pesan di makanan siap saji, ada orang bilang bahannya sudah tidak segar, dapurnya kotor, banyak hal lain yang nggak bisa kita kontrol.

Dengan memasak sendiri kita bisa menghemat anggaran. Bagi yang belum bisa masak bisa memulai dengan menu menu sederhana, membuat sayur bening, kalau masih susah juga ya buat agar agar dulu. Percaya deh, kegiatan memasak itu sangat menyenangkan, terlebih kita bisa merasa bangga terhadap hasih karya kita. Yang jelas kita nggak ragu dengan kualitas kesehatannya karena kita yang milih, milah sendiri.

Dalam memasak banyak orang mengandalkan vitsin sebagai penyedap, orang bilang itu bahaya, tapi jangan khuwatir karena vitsin bisa disiasati dengan mencampur antara gula dan garam. Orang mecibir kere kalau masak sendiri, yang jelas orang senang kalau kita bisa masak. Dalam situasi apapun orang bisa memasak akan lebih diperlukan. Selamat mencoba.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman

Rabu, 06 Agustus 2014

Bank Sampah

Punya banyak sampah tapi nggak tau mau dikemanain ?, untuk yang tinggal di sekitar Renon Denpasar bisa datang ke Jl. Letda Reta No. 90 Banjar Yang Batu. barang barang berupa kertas, kardus, koran, plastik, botol, besi bisa ditukarkan. Sampah akan ditabung. Nasabah akan memiliki buku tabungan dari pengelola yang bernama Bank Sampah (DCG) Denpasar Clean and Green Berlians. Harga barang barang tersebut dihitung perkilo, harga sewaktu waktu bisa berubah.

Selasa, 05 Agustus 2014

GILI MATRA


Mengenal Tri Gili Dari Sudut Pandang Ekologis Dan Aksi Penyelamatan Lingkungan
Dari Kawasan konservasi hingga menjadi Ikon Destinasi Wisata Dunia. Semua label itu kan terus bergeming ketika kawasan ini terus terlindungi dalam status lestari. Untuk menjaga ekosistem yang ada, semarak hari lingkungan hidup 4 Juni pun menjadi momen kebangkitan kesadaran masyarakat untuk melakukan aksi nyata  penyelamatan.


Gili Meno - Gili Trawangan (foto.fadlik)
Taman Wisata Perairan (TWP) Gili Ayer, Gili Meno dan Gili Trawangan atau biasa disebut TWP Gili Matra atau TWP Gili Indah merupakan salah satu Kawasan Konservasi Perairan Nasional yang sebelumnya ditetapkan berdasarkan SK Menhut No. 85/Kpts-II/1993 dan pada tahun 2001 ditetapkan sebagai Kawasan Pelestarian Alam Perairan berdasarkan Keputusan Menhut No. 99/Kpts-II/2001.

Berdasarkan Berita Acara Serah Terima Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam dari Departemen Kehutanan kepada Departemen Kelautan dan Perikanan Nomor: BA.01/Menhut-IV/2009 – BA.108/MEN.KP/III/2009 tanggal 4 Maret 2009, kawasan Gili Air, Meno dan Trawangan selanjutnya dikelola oleh Departemen Kelautan dan Perikanan. Nomenklatur kawasan berubah menjadi Taman Wisata Perairan Gili Air, Meno dan Trawangan.
Kawasan ini ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. Kep. 67/MEN/2009 tentang Penetapan Kawasan Konservasi Perairan Nasional Pulau Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.


Gili Trawangan - Gili Meno (foto.fadlik)
KLU - Kawasan yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara di Pulau Lombok adalah Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno, setelah itu barulah Gunung Rinjani sebagai incarannya. Tiga Gili tadi sering disebut dengan Gili Matra atau Gili Indah. Namun seiring dengan perkembangan jumlah penduduk di Gili maka perlahan mulai mengancam kelestarian Pulau.
Masalah yang dihadapinya adalah masalah sampah, degradasi ekosistem dan keberadaan biota langka seperti hiu dan manta. Untuk itu Pemerintah bersama sama Lembaga Swadaya Masyarakat serta Lembaga lembaga terkait berusaha melakukan upaya penyadartahuan.

Keberadaan sebuah kawasan konservasi perairan ditujukan untuk (1) melindungi dan melestarikan sumber daya ikan serta tipe-tipe ekosistem penting di perairan untuk menjamin keberlanjutan fungsi ekologisnya; (2) Mewujudkan pemanfaatan sumber daya ikan dan ekosistemnya serta jasa lingkungannya secara berkelanjutan; (3) Melestarikan kearifan lokal dalam pengelolaan sumber daya ikan di dalam atau sekitar kawasan konservasi perairan; (4) Meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan konservasi.


Gili Meno - Gili Air (foto.fadlik)
Untuk mendukung tujuan pengelolaan TWP Gili Matra dalam pemanfaatan sumber daya ikan dan ekosistemnya serta jasa lingkungannya secara berkelanjutan, maka perlu dilakukan penyebaran informasi ke khalayak terutama generasi penerus seperti kegiatan edukasi dan penyadaran tentang megafauna dan biota kharismatik, khususnya hiu dan pari manta.

Pada tanggal 11 Juni 2014 anak anak Sekolah dari tiga Pulau bersama sama melakukan kegiatan di Gili Meno, anak anak Sekolah Dasar dari kelas 3 – 5 mengikuti kegiatan pendidikan lingkungan, kesemuanya berjumlah 60 anak yang berasal dari tiga sekolah dasar di tiga gili yakni SDN 01 Gili Air, SDN 02 Gili trawangan dan SDN 3 Gili Meno. Masing-masing sekolah menyertakan sekitar 20 anak didiknya untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kegiatan ini diselenggarakan dengan kerjasama Pemerintah Desa Gili Indah, Wildlife Conservation Society, Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional Wilker TWP Gili Matra dan Gili Cares.

Dalam penyelenggaraan kegiatan ini juga dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup sedunia. Antusiasme anak-anak dalam kegiatan ini sangat tinggi, anak-anak senang dengan adanya kegiatan seperti ini. Selain materi didalam kelas juga mereka mendapatkan materi diluar kelas berupa pengetahuan tentang penangkaran penyu oleh Bapak Bolong. Di tempat penangkaran penyu mereka juga diperlihatkan secara langsung tempat penetasan telur.


Gili Air - Pulau Lombok (foto.fadlik)
Untuk menambah semangat dan antusiasme anak-anak dalam kegiatan tersebut diberikan game-game kecil tentang pendidikan lingkungan dan arti penting penjagaan lingkungan hidup khususnya ekosistem perairan laut. Disini juga dilakukan pemutaran film tentang hiu dan manta sehingga diharapkan mereka ikut menjaga keberadaan biota tersebut dari kepunahan. Sasaran kegiatan ini agar peserta mengetahui berbagai regulasi terkait perlindungan jenis ikan yang terancam punah dan peserta mengerti arti penting pelestarian sumber daya ikan. Dari kegiatan ini diharapkan siswa serta guru dapat menyebar luaskan informasi terkait hal di atas untuk kepentingan TWP Gili Matra yang lebih lestari.
Pelabuhan Bangsal merupakan pelabuhan reguler yang sering digunakan 
masyarakat setempat untuk menyebrang ke Gili Matra (foto.fadlik)
Salam berbagi
Fadlik Al Iman

Pesan

Banyak orang menetapkan sesuatu dengan hawa nafsunya, rasa dikalahkan logika atau sebaliknya, tak berimbang, bukan hakekatnya. Untuk itu ada ungkapan orang jadul yang sekarang ngetren lagi.

Senin, 04 Agustus 2014

Gila Bola

Sama sama menyerang, sama sama bertahan, bola satu jadi rebutan, bola satu dikejar kejar. Eya, eya.. Ada kementar setiap orang yang menyintai Tim bolanya pasti nonton pake rasa, pake smangat, kalau memang bisa mata tidak berkedip akan dilakukan untuk menyaksikan Timnya berkorban, yang main menang, yang nonton senang.

Ketikanya semua merasuk ke dalam diri, maka hal itulah yang paling penting, jadi luma tugas rumah, jadi ditunda kerjaan kantor, tak dirasakan sakit, pokoknya semua untuk Tim kesayangannya.

Kawan kawan pernahkan mendengar jika semuanya berlebihan maka menjadi haram, jika melenakan menjauhkan diri dari keimanan maka sama statusnya.

Gila bola telah melanda Dunia, lahirlah ungkapan baru, agama Bola. Mari berkaca, mana kenikmatan dan mana yang sejati. Liverpool emang gila, semoga penyakit liver kita juga nggk full. Moga dapat dipetik maksudnya.

Persaudaraan

Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara”. (Al Hujurat: 10)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: “Orang-orang mukmin laki-laki dan orang-orang mukmin perempuan sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain”. (At-Taubah: 71)
Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Seorang mukmin bagi mukmin yang lain adalah seperti sebuah bangunan yang saling menopang, lalu beliau menautkan antar jari-jemari (kedua tangannya)”. (Muttafaqun ‘Alaihi)
Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga bersabda: “Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal kasih sayang, kecintaan dan kelemah-lembutan diantara mereka adalah bagaikan satu tubuh, apabila ada satu anggotanya yang sakit maka seluruh tubuh juga merasakan sakit dan tidak bisa tidur”. (Muttafaqun ‘Alaihi)
Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga bersabda: “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, dia tidak mendzalimi saudaranya, tidak menipunya, tidak memperdayanya dan tidak meremehkannya”. (HR. Muslim)
Kita telah mengetahui bahwa saudara kita di belahan bumi Palestina sedang mengalami musibah yang teramat besar. Sungguh, sesama muslim diliputi rasa saling mencintai dan membantu di kala susah. Sungguh, kita yang berada jauh dari Palestina merasakan kesusahan mereka itu. Sungguh, perih rasanya melihat kerusakan di sana, sudah ratusan bahkan ribuan saudara kita menjadi korbannya. Sungguh, bantuan dari kita semampunya yang kita mampu berikan dapat membantu mereka, mengurangi derita mereka berupa perbuatan, perkataan, dan do’a. Mari kita ulurkan bantuan kita pada mereka dalam bentuk harta, makanan, obat-obatan, pakaian, dan hal-hal yang mereka butuhkan.Klik pada gambar banner di atas.
Ya Allah, bantu dan selamatkan saudara kami kaum muslimin Gaza di Palestina. Ya Allah, timpakanlah kekalahan kepada orang-orang Yahudi terlaknat dan penolong-penolong dan sekutu-sekutu mereka…

Mirip Dengan Rasulullah SAW

Dia adalah putra sulung Ali bin Abu Talib dengan Fatimah. Postur dan paras mukanya mirip dengan Rasulullah. Dia diangkat sebagai khalifah sepeninggal ayahnya. Beliau lebih mengutamakan tidak berperang, menghindari pertumpahan darah sesama muslim, untuk itu dia menyerahkan kursi ke khalifahan kepada Muawiah sampai dia meninggal dunia di Madinah.

Riwayat Hidup Al-Hasan dan Wafatnya
Oleh: Ustadz Muhammad Umar Sewed
Beliau dilahirkan pada bulan Ramadlan tahun ke-3 Hijriyah menurut kebanyakan para ulama sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Hajar. (lihat Fathul Bari juz VII, hal. 464)
Setelah ayah beliau Ali bin Abi Thalib radhiya­llahu ‘anhu terbunuh, sebagian kaum muslimin membai’at beliau, tetapi bukan karena wasiat dari Ali. Berkata Syaikh Muhibbudin al-Khatib bahwa diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya juz ke-1 hal. 130 -setelah disebutkan bahwa Ali bin Abi Thalib akan terbunuh- mereka berkata kepadanya: “Tentukanlah penggantimu bagi kami.” Maka beliau menjawab: “Tidak, tetapi aku tinggalkan kalian pada apa yang telah ditinggalkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam….” Dan disebutkan oleh beliau (Muhibuddin Al-Khatib) beberapa hadits dalam masalah ini. (Lihat Ta’liq kitab Al-’Awashim Minal Qawashim, Ibnul Arabi, hal. 198-199). Tetapi setelah itu Al-Hasan menyerahkan ketaatannya kepada Mu’awiyah untuk mencegah pertumpahan darah di kalangan kaum muslimin.
Kisah tersebut diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab As-Shulh dari Imam Al-Hasan Al-Bashri, dia berkata: -Demi Allah- Al-Hasan bin Ali telah menghadap Mu’awiyah beserta beberapa kelompok pasukan berkuda ibarat gunung, maka berkatalah ‘Amr bin ‘Ash: “Sungguh aku berpen­dapat bahwa pasukan-pasukan tersebut tidak akan berpaling melainkan setelah membunuh pasukan yang sebanding dengannya”. Berkata kepadanya Mu’awiyah -dan dia demi Allah yang terbaik di antara dua orang-: “Wahai ‘Amr! Jika mereka sa­ling membunuh, maka siapa yang akan memegang urusan manusia? Siapa yang akan menjaga wanita-­wanita mereka? Dan siapa yang akan menguasai tanah mereka?” Maka ia mengutus kepadanya (Al-­Hasan) dua orang utusan dari Quraisy dari Bani ‘Abdi Syams Abdullah bin Samurah dan Abdullah bin Amir bin Kuraiz, ia berkata: “Pergilah kalian berdua kepada orang tersebut! Bujuklah dan ucapkan kepadanya serta mintalah kepadanya (perdamaian -peny.)” Maka keduanya mendatangi­nya, berbicara dengannya dan memohon pada­nya…) kemudian di akhir hadits Al-Hasan bin Ali meriwayatkan dari Abi Bakrah bahwa dia melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas mimbar dan Hasan bin Ali di sampingnya beliau sesaat menghadap kepada manusia dan sesaat melihat kepadanya seraya berkata:
إِنَّ ابْنِى هَذَا سَيِّدٌ، وَلَعَلَّ اللهَ أَنْ يُصْلِحَ بِهِ بَيْنَ فِئَتَيْنِ عَظِيْمَتَيْنِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ. (رواه البخارى مع الفتح ۷/٦٤۷ رقم ٢۷٠٤)
Sesungguhnya anakku ini adalah sayyid, semoga Allah akan mendamaikan dengannya antara dua kelompok besar dari kalangan kaum muslimin. (HR. Bukhari dengan Fathul Bari, juz V, hal. 647, hadits no. 2704)
Berkata Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah: “….Al-Husein menyalahkan saudaranya Al-Hasan atas pendapat ini, tetapi beliau tidak mau mene­rimanya. Dan kebenaran ada pada Al-Hasan sebagaimana dalil yang akan datang….” (lihat Al­Bidayah wan Nihayah, juz VIII hal. 17). Yang dimaksud oleh beliau adalah dalil yang sudah kita sebutkan di atas yang diriwayatkan dari Abi Bakrah radhiyallahu ‘anhu.
Itulah keutamaan Al-Hasan yang paling besar yang dipuji oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka bersatulah kaum muslimin hingga tahun tersebut terkenal dengan tahun jama’ah.
Yang mengherankan justru kaum Syi’ah Rafidlah menyesali kejadian ini dan menjuluki Al-­Hasan radhiyallahu ‘anhu sebagai ‘pencoreng wajah-wajah kaum mukminin’. Sebagian mereka menganggapnya fasik sedangkan sebagian lagi bahkan mengkafirkannya karena hal itu. Berkata Syaikh Muhibbudin Al-Khatib mengomentari ucapan Rafidlah ini sebagai berikut: “Padahal termasuk dari dasar-dasar keimanan Rafidlah -bahkan dasar keimanan yang paling utama- adalah keyakinan mereka bahwa Al-Hasan, ayah, saudara dan sem­bilan keturunannya adalah maksum. Dan dari kon­sekwensi kemaksuman mereka, bahwa mereka tidak akan berbuat kesalahan. Dan setiap apa yang ber­sumber dari mereka berarti hak yang tidak akan terbatalkan. Sedangkan apa yang bersumber dari Al­-Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhuma yang paling besar adalah pembai’atan terhadap amiril mukminin Mu’awiyah, maka mestinya mereka pun masuk dalam bai’at ini dan beriman bahwa ini adalah hak karena ini adalah amalan seorang yang maksum menurut mereka. (Lihat catatan kaki kitab Al-­Awashim minal Qawashim hal. 197-198).
Tetapi kenyataannya mereka menyelisihi imam mereka sendiri yang maksum bahkan menyalahkannya, menfasikkannya, atau mengka­firkannya. Sehingga terdapat dua kemungkinan:
Pertama, mereka berdusta atas ucapan mereka tentang kemaksuman dua belas imam, maka hancurlah agama mereka (agama Itsna ‘Asyariyyah).
Kedua, mereka meyakini kemaksuman Al-Hasan, maka mereka adalah para peng­khianat yang menyelisihi imam yang maksum dengan permusuhan dan kesombongan serta kekufuran. Dan tidak ada kemungkinan yang ketiga.
Adapun Ahlus Sunnah yang beriman dengan kenabian “kakek Al-Hasan” shallallahu ‘alaihi wa sallam berpendapat bahwa perdamaian dan bai’at beliau kepada Mu’awiyah radhiyallahu ‘anhu adalah salah satu bukti kenabian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dan amal terbesar Al-Hasan serta mereka bergembira dengannya kemudian menganggap Al­Hasan yang memutihkan wajah kaum mukminin.
Demikianlah khilafah Mu’awiyah berlang­sung dengan persatuan kaum muslimin karena Al­lah Subhanahu wa Ta ‘ala dengan sebab pengor­banan Al-Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhu yang besar yang dia -demi Allah- lebih berhak terhadap khilafah daripada Mu’awiyah radhiyallahu ‘anhu sebagaimana yang dikatakan oleh Abu Bakar Ibnul Arabi dan para ulama. Semoga Allah meridlai seluruh para shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Pada tahun ke 10 masa khilafah Mu’awiyah meninggallah Al-Hasan radhiyallahu `anhu pada umur 47 tahun. Dan ini yang dianggap shahih oleh Ibnu Katsir, sedangkan yang masyhur adalah 49 tahun. Wallahu A’lam bish-Shawab. Ketika beliau diperiksa oleh dokter, maka dia mengatakan bahwa Al-Hasan radhiyallahu ‘anhu meninggal karena racun yang memutuskan ususnya. Namun tidak diketahui dalam sejarah siapa yang membunuh­nya. Adapun ucapan Rafidlah yang menuduh pihak Mu’awiyah sebagai pembunuhnya sama sekali tidak dapat diterima sebagaimana dikatakan oleh Ibnul ‘Arabi dengan ucapannya: “Kami mengatakan bahwa hal ini tidak mungkin karena dua hal: pertama, bahwa dia (Mu’awiyah) sama sekali tidak mengkhawatirkan kejelekan apapun dari Al-Hasan karena beliau telah menyerahkan urusannya kepada Mu’awiyah. Yang kedua, hal ini adalah perkara ghaib yang tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah, maka bagaimana mungkin menuduhkannya kepada salah seorang makhluk-Nya tanpa bukti pada zaman yang berjauhan yang kita tidak dapat mudah percaya dengan nukilan seorang penukil dari kalangan pengikut hawa nafsu (Syi’ ah). Dalam keadaan fitnah dan Ashabiyyah, setiap orang akan menuduh lawannya dengan tuduhan yang tidak semestinya, maka tidak mungkin diterima kecuali dari seorang yang bersih dan tidak didengar darinya kecuali keadilan.” (Lihat Al-Awashim minal Qawashim hal. 213-214)
Demikian pula dikatakan oleh Syaikhul Is­lam Ibnu Taimiyyah bahwa tuduhan Syi’ah tersebut tidak benar dan tidak didatangkan dengan bukti syar’i serta tidak pula ada persaksian yang dapat diterima dan tidak ada pula penukilan yang tegas tentangnya. (Lihat Minhajus Sunnah juz 2 hal. 225)
Semoga Allah merahmati Al-Hasan bin Ali dan meridlainya dan melipatgandakan pahala amal dan jasa-jasanya. Dan semoga Allah menerimanya sebagai syahid. Amiin.
Sumber: ahlulhadits.wp

Minggu, 03 Agustus 2014

Cinta Dunia

Para pembaca yang budiman, manusia sendiri merupakan makhluk Allah – سبحانه وتعالى – yang berjati diri amat zhalim dan amat bodoh. Allah -Subhanahu wa Ta’la- berfirman,
إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا  [الأحزاب/72]
“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh”. (QS.Al-Ahzab :72)

Bukti kejahilan dan kebodohan itu, tatkala harta datang kepadanya, ketertarikan hati pun sangat kuat terhadap harta. Sedang harta sering membuat manusia rakus sehingga ia menempuh segala macam cara dalam meraihnya, tanpa peduli halal-haramnya. Semua itu mereka lakukan karena kerakusan dan kecintaan yang mendalam terhadap harta duniawi.
    Allah -Ta’ala- berfirman,
    وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا  [الفجر/20]
    “Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan”. (QS.Al-Fajr : 20)

Perumpamaan bagi orang-orang yang dilanda penyakit cinta dunia, laksana orang yang diberi air di tengah gurun pasir yang tandus. Jika ia diberi setenguk, maka ia ingin selanjutnya sampai perutnya kembung.