Jumat, 31 Juli 2015

Biodiversity Lovers

Saya bingung dengan pendidikan di Negeri ini, banyak guru yang manut mengikuti sistem, nggak berani kreatif, mencari inovasi. Ditambah lagi dengan membatasi kegiatan anak didik tidak boleh ini dan itu meski semua dilakukan di luar jam sekolah.

Hal ini terjadi pada anak anak Sispala yang ada di sekolah, meski dorongan belajarnya ada pada bidang luar ruang seperti Teknik hidup alam bebas, pertolongan pertama pada kecelakaan,  manajemen kebencanaan dan masih banyak lagi.

Persoalan stigma bahwa Sispala berbuat yang negatif kerap mengiringi pikiran para tenaga pendidik. Untuk itu kami dari Sapta Pala SMA Negeri 7 Jakarta mengantisipasi kegiatan dengan melakukan kegiatan pengamatan keanekaragaman hayati di sekitar Sekolah, nama programnya adalah Biodiversity Lovers.

Kita lihat apakah kegiatan yang mengajarkan siswa didik ini dimana melihat sekitar kita menjadi wajib, bukan hanya pada manusia namun flora dan faunanya. Semoga guru guru dan pemegang kebijakan dapat menyambut baik program hebat ini, dimana kami bekerjasama bersama para profesor, dekan, dosen, mahasiswa institusi Kampus, peneliti serta Aktivis lingkungan lainnya.

Terlihat jelas bahwa anak membutuhkan perhatian, kasih sayang tunjangan ilmu pengetahuan dari para fasilitator di lapangan, mereka bangga bisa belajar sesuai minat mereka. Di luar dugaan bahwa peminat yang notabene dari mata pelajaran biologi malah diminati oleh orang orang sosial.

Selamat berbagi, jadilah pahlawan pahlawan lingkungan yang melestarikan keanekaragaman hayati sekitar dengan menjadi biodiversity Lovers bersama siswa SMA NEGERI 7 JAKARTA. Para peminat lain juga dapat bergabung bersama Sapta Pala.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman


Kamis, 30 Juli 2015

PERCAYALAH

Dalam melakukan sebuah perjalanan seyogyanya kita memiliki persiapan yang matang, tentang lokasi tujuan, transportasi yang digunakan, logistik, bahkan apa saja capaiannya dan masih banyak lagi yang harus dipersiapkan.

Ketika permasalahan di atas tidak diperhatikan maka perjalanan akan miskin proses pembelajaran, dan ini terjadi pada banyak remaja. Mereka ingin bersenang senang tanpa melihat bahwa sekitarnya juga harus diperhatikan.

Ambil saja contoh di dalam bis, para diri yang mengaku petualang tanpa dosa menghisap rokok, tak memberi duduk untuk penderita cacat tubuh maupun mental, ibu hamil dibiarkan berdiri dan banyak kasus lainnya.

Terlebih prilaku di alam, membuang sampah sembarangan, puntung rokok dimana mama, plastik permen,  bahkan berkunjung seenaknya dengan mengeluarkan kata kata kotor. Menebang pohon yang.masih hidup untuk dijadikan kayu bakar, sungguh perbuatan tanpa ilmu.

Mestinya di alam kita banyak belajar, berbagi, memahami, saling suport dan mendoakan, sehingga banyak pembelajaran yang didapat. Permasalahannya menjadi sederhana, mau belajar atau tetap bodoh, bergaya tapi nggak punya ilmu. Percayalah, pendaki adalah cerminan Negeri, pendaki rusak maka Negeri sedang sakit.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman 

Rabu, 29 Juli 2015

SAPTA PALA SMA NEGERI 7 JAKARTA

Dunia kepecinta alaman yang terbentuk dari tahun 60 an sampai sekarang masih memiliki semangat idealisme yang murni, namun dalam doktrin ada saja yang diselewengkan atas nama senioritas, meski mayoritas kejadian adalah oknum.

Dilihat dari mamanya mestinya pecinta alam lebih kepada aplikasi meski alam tak berharap demikian namun kita sebagai khalifah di muka bumi haruslah mengapresisikannya sebagai bentuk rasa syukur karena alam telah memberikannya.

Dari pemikiran dasar di atas Sapta Pala SMA 7 Jakarta perlahan berupaya merubah kurikulum Diklat dengan tema konservasi, meskipun ilmu teknik dasar alam bebas menjadi wajib dimiliki.

Hari ini pada Masa Orientasi Sekolah Sapta Pala mempersiapkan rayuannya untuk para siswa agar lebih melihat apa dan sedang apa bumi yang kita pijak sekarang. Apakah bumi sehat, sedang sakit, sekarat atau akan berakhir.

Kami yakin, ketika kita bisa berkontribusi untuk makhluk makhluk di bumi, maka makhluk di langit akan mendoakan kami. Bravo Sapta Pala.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman 

Semangatnya

Berkunjung di hutan kota, taman kota, Suaka alam atau area hijau lainnya. Belum lama ini Sapta Pala SMA 7 Jakarta melakukan pengamatan biodiversity di sekitar Jakarta.
Orthetrum pruinosum. Foto. Handoko 
Handoko ketua Sapta Pala meski dengan alat yang minim namun bisa mengidentifikasi dua jenis capung lewat alat sederhananya.
Diplacodes trivialis. Foto. Handoko 
Banyak orang menyiapkan foto untuk selfisukaisih namun Handoko mengabadikan dragonfly dengan hp seadanya. Semangatnya mampu memberi inspirasi bagi yang lain.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman 

Pengamatan Biodiversity Di Sekolah

Selamat pagi Jakarta. Banyak orang menyelingi rutinitasnya dengan berekreasi, di sela-sela rekreasi biasanya diisi dengan berfoto selfisukaisih.

Hari ini di SMA 7 Jakarta para penggemar foto alam liar dan pengamat biodiversity kota Jakarta berkumpul, bukan untuk selfisukaisih tapi mendokumentasikan biota di sekitar Sekolah.

Acara ini diselenggarakan Sapta Pala dengan melibatkan berbagai komunitas, media dan Universitas. Handoko yang merupakan ketua Sapta Pala mempersiapkan acara ini jauh jauh hari.

Kegiatan di fasilitasi oleh biodiversity Warriors, fakultas biologi universitas Nasional, Klub Indonesia Hijau, Beritapersatuan.com, balebengong.net dan komunitas lainnya.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman

Selasa, 21 Juli 2015

Kelinci

Kelinci merupakan mamalia yang bisa ditemukan di berbagai belahan dunia, penyebarannya dari Afrika sampai ke Eropa. Wajar jika hewan ini berkembang karena memang pertumbuhannya cepat.

Nama kelinci berasal dari bahasa Belanda yang disebut Konijntje, hal ini membuktikan masyarakat Indonesia mengenal kelinci pada masa kolonial.

Indonesia sendiri memiliki satu spesies kelinci dari Sumatera yang ditemukan di tahun 1972 yakni Nasolagus netscheri. Saat ini kelinci banyak dipelihara.
Kelinci di pintu masuk KRB. Foto. Fadlik 
Di pintu masuk Kebun Raya Bogor hewan ini dijual sebagai oleh oleh. Selain untuk dipelihara di beberapa daerah hewan ini dikonsumsi sehingga tak heran jika kelinci juga disebut sebagai hewan pedaging, karena sebagai salah satu asupan daging untuk masyarakat.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman

Senin, 20 Juli 2015

MUSLIM TOLIKARA




Salam berbagi,
Fadlik Al Iman 

Perjalanan Layangkan Pesan

Mengenang satu tahun yang lalu, ketika itu di awal Juli. Kami bertiga menjajal medan baru di bulan Ramadhan. Ramadhan ini adalah Ramadhan kali pertama saya naik gunung, sebelumnya mendaki di luar bulan Ramadhan.

Ketika berpikir kuat atau tidak maka semua tergantung pada niat, kemudian saya berpikir bagaimana caranya agar niat bisa berimbang dengan kenyataan di lapangan. Maka saya berkesimpulan untuk mendaki di malam hari.

Sebetulnya tidak dianjurkan beraktivitas di malam hari, namun ini adalah resiko terkecil agar tujuan tercapai. Mengawalinya dengan menyusuri anak tangga di Pura Pasar Agung kemudian kami meniti meninggalkan pura, menikmati jalan tanah setapak.

Lebih kurang di ketinggian 2000 mdpl, batu batu cadas mulai dirasa. Saya sahur di salah satu pos batu cadas
terbuka. Satu jam berlalu kami kembali melangkah ke medan yang lebih tinggi, usai sholat subuh saya menggapai puncak dengan sapaan Matahari dengan pelukan hangat pembuka panorama.
Foto. Fadlik dari Puncak Gn. Agung 
Satu pesan kami layangan, untuk tetap pada pikiran kami yang menahun,  "BALI TOLAK REKLAMASI".

Salam berbagai,
Fadlik Al Iman 

Jumat, 17 Juli 2015

Mohon maaf lahir dan batin

Banyak orang Islam berkata bahwa hari kemenangan telah datang, tentunya saya bertanya. Sudah Muslimkah, mukmin atau hanya mengisi Ramadhan terserah jadwal perut kita.

Puasa mestinya mendidik diri, apakah saya telah terdidik di bulan yang banyak sekali diberikan rahmat. Semuanya kembali kepada saya. Ramadhan telah berlalu dan saya berharap agar ditemukan dengan nikmat Ramadhan di tahun depan.

Di hari Fitri ini saya memohon dibukakan pintu maaf, kepada seluruh manusia maafkan saya dimana saya meletakkan salah pada anda. Kepada penghuni alam selainnya, mungkin saya telah berbuat dzalim, Kepada Rob maha pengampun hambamu mengiba bertaubat atas segala khilaf dan salah.

Mohon maaf lahir dan batin.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman

Rabu, 15 Juli 2015

Kuala Lumpur

Kuala Lumpur menjadi kota terbesar di Malaysia dengan jumlah penduduk mencapai 1,6 juta jiwa. Di Kota ini berdiri menara kembar yang menjadi gedung tertinggi di Dunia pada masanya.

Foto. Fadlik 
Alat transportasi paling nyaman menurut saya yakni kereta, waktunya terukur serta bebas hambatan. Yang menarik dari kota ini adalah mampu menghubungkan gedung satu dengan gedung lainnya di bawah tanah. Jalan jalan di kota ini amat memanjakan pejalan kaki.

Masih berbeda jauh dengan Jakarta yang makin mempersempit jalur pejalan kaki, untuk berbahasa tidak begitu sulit, karena sebagian dari mereka menggunakan bahasa melayu sebagai bahasa sehari hari.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman 

Selasa, 14 Juli 2015

kemungkinan

Memasuki bulan ke lima kami periksakan perkembangan janin kembali, meski di Rumah Sakit yang sama yakni Rumah Sakit Harapan Kita namun dengan dokter yang berbeda.

Pada bulan ke lima sebuah bentuk telah terlihat, detak jantung, kepala, mata,jari jari tangan, kaki, lekuk bahasa dan betis yang sesekali menghentak perut ibu.

Cabang bayi berenang renang di dalam janin. Sesekali dia melap mata dengan jari jarinya. Ketakjuban yang luar biasa. Alhamdulillah dokter berkata "bayi normal, kemungkinan bayi 👶 perempuan 👩 akan hadir ke tengah tengah kami.

Salam berbagi ,
Fadlik Al Iman 

KEGIATAN RAMADHAN

Kegiatan Ramadhan 1436 H bersama Sapta Pala SMA Negeri 7 Jakarta yang terselenggara maupun yang akan terselenggara. Semoga Ramadhan tahun ini memberi berkah pada diri dan semua.





Salam berbagi, 
Fadlik Al Iman 

Senin, 13 Juli 2015

Mempersiapkan Semuanya

Mempersiapkan semuanya dengan baik sebelum proses ke luarnya anak pertama memang umum dimana mana. Kini saya diberi giliran untuk itu, sebelumnya kami melihat proses perkembangan bayi lewat USG di tiap bulannya.

Detak jantung yang dengan alat terdengar pada bulan keempat membuat kami takjub, bidan gentele birth balance memberikan arahan agar memenuhi gizi berimbang secara teratur.

Hidup baru terasa bahwa kami sudah bertiga, meski anak kami masih di dalam semua itu akan kami persiapkan dengan semaksimal mungkin, membeli buku untuk asupan ilmu pengetahuan ibu dan bapak.
Foto. Fadlik 
Dengan begitu kami sudah mempersiapkan mental dan pengetahuan secara baik, semoga kami bisa menjadi orang tua yang baikan bertanggung jawab.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman




Sabtu, 11 Juli 2015

Jalan Khao San

Bangkok Thailand di awal Juli 2015, saya berkesempatan menikmati hiruk pikuknya Khao San Road, jalan ini ketika siang sama saja dengan jalan jalan di sekitarnya. Namun bila matahari menyingsing ke Barat, tampak muka asli jalan Khao San mulai melepaskan topengnya.
Foto. Fadlik 
Aktivitas normal dimulai dari jam 21.00, waktu antara Jakarta dan Bangkok memang tak memiliki perbedaan, namun pukul 06 disana masih sangat gelap sementara magrib baru dimulai jam 19.00.

Jalan ini dipenuhi pelancong dari manca negara. Musik keras, dagangan menutup jalan, hilir mudik pejalan kaki menambah khas jalan Khao San. Jika anda gemar berjalan dan melihat memandangan, maka anda dianjurkan agar berhati-hati, karena wajah molek tinggi semampai yang sering menjajakan jasa ditengarai sang waria.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman 

Rabu, 08 Juli 2015

Bangkok

Bangkok, 2/7/15. Suasana malam di Thailand nampak macet, hal ini biasa terjadi di dalam kota. Jika dibandingkan Bangkok dengan Jakarta saya pikir Jakarta lebih semrawut, selain jumlah kendaraannya lebih banyak, ruas jalan juga lebih sempit dibandingkan negara tetangganya.

Malam makin larut, jalan tak lagi macet, bising kendaraan berganti suara dentum lagu bernada. Satu ruas jalan di tengah kota tertutup oleh dagangan. Ribuan pelancong datang menikmati wanita, pria, kuliner yang menghalau jalan serta cendera mata.
Foto. Fadlik 
Jalan ini ramai di jam 9 malam. Yang khas dari kota ini yaitu tuktuk, kendaraan berbentuk seperti bemo atau Bajaj yang berfungsi sebagai taxi.

Makanan terhidangkan, rasa masam dan pedas menjadi dominan dari beberapa makanan khas Thailand, jika anda ingin menanyakan makan atau transportasi ke tempat tujuan, maka anda harus bersabar disertai ekstra agresif, karena mereka kurang fasih berbahasa Inggris.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman 

BUKBER 96

Jakarta, 8/7/15. Buka puasa bersama keluarga besar Sevenist 96 berlangsung penuh makna. Beberapa menit sebelum azan magrib panitia membuka dengan diskusi dan berbagi permasalahan mengenai zakat.

Acara yang di gelar di bilangan Kampung Bali Tanah Abang, Jakarta Pusat ini sempat tertunda ungkap Ece ketua angkatan 96, namun demikian panitia kecil bekerja maksimal hingga ditentukanlah tempat dan waktu seperti sekarang ini.
Foto. Fadlik 
Dalam acara buka puasa bersama ini berhasil dikumpulkan sumbangan dana untuk seorang guru serta uang kas angkatan. Salah satu peserta yang hadir berharap agar semangat ini bisa berlanjut.

Sebelumnya Ece memaparkan bahwa kegiatan Buka puasa bersama ini telah kesekian kali diadakan di tempat tempat berbeda. Sedikitnya 26 peserta hadir dalam acara ini, Ece berharap makin banyak orang yang tau tentang kegiatan ini. Sukses terus Sevenist 96.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman 

Sabtu, 04 Juli 2015

Menata

Di zaman Bapak Adam Malik Indonesia mengirimkan guru ke Malaysia, tugasnya sungguh mulia. Puluhan tahun berlalu, ibu kota Malaysia Kuala Lumpur menjadi mempesona.

Sementara puluhan lalu Proklamator tercinta juga memiliki konsep yang baik tentang tata kota. Maklum, beliau seorang Insinyur. Dibangunlah Monas,  Gelora Bung Karno, Semanggi, Istiqlal,  Patung Pancoran sampai jembatan Ampera di Palembang.

Puluhan tahun berlalu, kini keadaan bercerita, siapa yang tak amanah dalam tata kelola dan tata kota.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman

NGAMAR

Ngamar merupakan aktivitas yang dilakukan di kamar, bisa baca buku, nonton film, makan, telepon sampe tidur.

Aktivitas yang paling identik sama kamar adalah tidur namun demikian apakah tidur merupakan aktivitas, ada yang bilang ya ada yang bilang enggak.
Foto. Fadlik 
Betapa pun demikian orang pasti perlu tidur, meski nggak harus Ngamar, bisa di ruang tamu, teras rumah dan lainnya. Betapa pun cerita sederhana ini dibuat, yang penting ada wifi di kamar.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman 

Menolak Makan Untuk Menang

Tidak melulu bertambahnya asupan gizi membuat orang semakin pintar, ketika amanah yang telah diberikan berupa makanan, kemudian dalam penerapannya tidak diselingi dengan aktivitas yang berimbang maka akan menjadi aneh.

Ada kalanya tubuh ini dilatih sulit sehingga semua bekerja tidak seperti biasanya. Otak berpikir tidak seperti biasanya, kesabaran diuji dalam titik yang krisis.
Foto. Fadlik 
Untuk itu ketika amarah datang, cukuplah kita bicara, maaf saya sedang berpuasa. Ada kalanya kita menolak makan untuk menang.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman 

Kamis, 02 Juli 2015

"......."

Di dalam ruangan masih dingin jadi enggan membuka selimut. Namun terlihat bias cahaya dari lapis gorden yang tebal. Nampaknya cahaya telah mengetuk pintu, bahkan sampai mengetuk kelopak mata.

Di buka hanya sedikit, terlihat gerah burung bertengkar. Memaku ku disitu. Dua merpati jantan bertengkar memperebutkan betina.

Mereka tanpa bahasa. Merpati di mana saja sama, mencari makan, bersaing, memperebutkan Padangan, kawin, bertelur, punya anak lalu mati.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman 

Tersenyum kembali :)

Perubahan iklim yang terjadi di planet ini kian mengkhawatirkan. Begitu banyak persoalan yang belum terselesaikan ditambah antrian persoalan yang selalu datang. Ibarat sang masalah selalu berlari sementara upaya penyelamatan bumi berjalan bahkan kian merangkak.
Foto. Fadlik 

Batasan permasalahan banyak di tiap pintu pertemuan kuncinya adalah dengan mengantisipasi gaya hidup yang bersahaja dengan lingkungan. Contoh sederhana yang saya bil dari Bangkok dalam upayanya.

Mereka banyak membangun taman air. Saya teringat pesan salah satu dosen, jikalau mau memanggil hewan maka tanam dulu, sehingga hewan menghampiri. Upaya menyelesaikan permasalahan kebiasaan seseorang yang dibangun secara kolektif akan membuat planet ini tersenyum kembali.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman