Selasa, 10 Februari 2015

TRAUMA HEALING

Nampaknya bagi warga Jakarta banjir sudah menjadi agenda tahunan yang tak terelakkan, berapa banyak janji pemimpin nampaknya belum mampu meluluhkan genangan air menjadi teman yang bisa ditaklukkan.

Ketika bencana terjadi pada orang orang di sekitar, bencana memiliki trauma sendiri. Dari kejadian tersebut orang terbebani, stres bahkan dampak terburuknya bisa menjadi gila.

Dari kenyataan di atas hari ini Sapta Pala SMA Negeri 7 Jakarta membuat posko dadakan untuk berbagi kepada rekan-rekan yang terkena musibah.
Anggota Sapta Pala membuat tempat duduk
Hari ini kami membuat kegiatan panggung boneka sebagai obat mengikhlaskan kejadian yang telah ada kemudian menariknya untuk bangkit.

Bermodal puing yang dijadikan tempat duduk, kardus,  meja sampai boneka, kami berkarya ungkap Adi Priatna yang juga menjabat sebagai anggota Dewan Penasehat Sapta Pala SMA Negeri 7 Jakarta.
Anak anak warga Karet Tengsin
Kami melakukan pelatihan kecil sekaligus praktek, tujuannya minimal kepada anggota Sapta Pala SMA Negeri 7 Jakarta,  mereka diajarkan berbagai pada sesama.

Kami memang terus dilatih, bukan hanya empati tapi juga simpati lanjut Adi. Kegiatan ini diikuti beberapa anggota Sapta Pala SMA Negeri 7 Jakarta. Semoga beberapa anak warga terhibur dari kegiatan yang kita lakukan ungkap sesepuh Sapta Pala yang namanya tidak mau disebutkan.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar