Kamis, 12 Februari 2015

TANGGAP BENCANA

Terik hari tidak menyurutkan semangat para relawan. Satu hari yang lalu air pasang,  menggiring kami menentukan sikap membuat posko, ujar Handoko ketua Sapta Pala SMA Negeri 7 Jakarta.

Kegiatan ini memang rutin dilakukan oleh organisasi kami, ungkap salah satu alumni yang sering dipanggil dengan sebutan Nambeng. Ditambahkannya bahwa tradisi tanggap bencana dilakukan jika terjadi bencana.

Telah diketahui bahwa ketika bencana Tsunami di Aceh, gempa Pengandaran, Yogyakarta,  kebakaran serta banjir Jakarta, Sapta Pala tak pernah absen.

Dalam tanggap bencana, Sapta Pala sering bermitra dengan Sevenist (Ikatan Alumni SMA 7 Jakarta), Global Rescue Network, PMI serta lainnya.

Bahkan belum lama ini anggota Sapta Pala dikirim ke gunung Kelud untuk berbagi,  banyak kenangan yang diceritakan oleh Nambeng bersama semangat relawannya yang tak pernah padam.

Kini banjir Jakarta, Nambeng bersama Sapta Pala membuka Posko untuk siaga banjir Jakarta. Kami membuka kelas panggung boneka, tutupnya.

Malam hadir, Nambeng mesti bergegas mengantar tamu Hariyanto Eko yang langsung datang dari Bali untuk memberikan simpatinya terhadap perjuangan Sapta Pala SMA Negeri 7 Jakarta. Selamat berkarya untuk hidup lebih bermakna.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar