Selasa, 10 Februari 2015

KEHIDUPAN NELAYAN

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki garis pantai yang terpanjang di Bumi ini. Laut yang di apit pulau pulau harus bisa berfungsi sebagai pemersatu.

Hasil laut yang selama ini banyak dicuri negara negara tetangga juga harus diamankan. Tak heran dari pencurian ikan Indonesia mengalami kerugian trilyunan rupiah. Hal ini berdampak kepada kehidupan nelayan.

Badan Pusat Statistik pada tahun 2011 mengungkapkan datanya bahwa terdapat 30,02 juta jiwa penduduk miskin, dari jumlah tersebut sebanyak 7,87 juta orang atau 25,14 persen adalah nelayan.

Selama ini nelayan hanya memakai perahu di bawah 5 gross ton (GT) dengan penghasilan melalui rata-rata mengeruk untung hanya 50 ribu rupiah/hari. Hal ini tidak sebanding dengan biaya solar. Untuk mereka pengeluaran wajib di awal dengan pengeluaran rata-rata 35 ribu rupiah. Bisa dilihat berapa selisih keuntungannya.
Foto. Fadlik Al Iman 
Sementara di laut mereka harus dihantui mendapatkan ikan atau tidak, merawat perahu, harga BBM yang tak bisa ditebak dan lain sebagainya. Itu mengapa kehidupan nelayan semakin termarginalkan.

Mestinya pemerintah memberi perhatian khusus serta berkelanjutan terhadap kehidupan nelayan, sebahagian dari mereka harus menjual ikan segar dan memakan ikan asin. Sebuah ironi dari kehidupan sang pencari ikan segar di lautan.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman



Tidak ada komentar:

Posting Komentar