Rabu, 17 April 2013

Sosialisasi

Melewati hutan lebat, naik turun bukit, melewati jalan jalan basah berlubang. Nanga Bulik adalah Ibu Kota Kabupaten yang terdapat di Kalimantan Tengah. Terdapat beberapa sekolah yang kami kunjungi untuk mengkampanyekan Orangutan. Dulu di wilayah Nanga Bulik merupakan tempat penyebaran Orangutan, kini tempat orangutan semakin menyempit. Anak anak di Sekolah mengetahui Orangutan, namun tidak tahu perbedaan antara Kera dan Monyet.

Ketika tim dari Mobile Education and Library Unit (MELU) menjelaskan barulah mereka mengetahui. Indra seorang fasilitator dari Yayasan Orangutan Indonesia memberitahukan perbedaan Kera dan Monyet. "Monyet itu berekor, sementara Kera tidak berekor" ungkap Indra. Fasilitator yang lain menambahkan, jadi kita termasuk Kera atau Monyet. Spontan semua anak sekolah menjawab "Kera". Indra langsung menyambut "hehe.. ngaku sendiri". Kita ini manusia ungkapnya. Karena ketika buang hajat kita berekor, tapi setelah itu ekornya masuk ke jamban, candanya bersambut.

Pendidikan lingkungan kerap dilakukan oleh Yayasan Orangutan Indonesia dari MELU yang tidap bulannya masuk ke beberapa sekolah di tiga Kabupaten, Sukamara, Kotawaringin Barat dan Lamandau. Selain masuk ke Sekolah Yayasan Orangutan juga berobsesi membuat rumah baca di tiap desa pinggiran hutan yang dinilai perlu. Ada 30 rumah baca yang akan dibangun ungkap Indra.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar