Sabtu, 15 September 2012

Kamboja

Rumah orang tua saya di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat membelakangi kuburan Cina, banyak sekali tanaman Kamboja di sana, dari warna merah, kuning, putih dan lainnya. Sekolah Menengah Atas saya di Karet Tengsin, dekat dengan pemakaman Muslim di Karet Tengsin, banyak sekali pohon pohon Kamboja, terserah ingin menyimpulkannya sebagai apa, yang jelas pohon Kamboja dengan bunga yang harum sesekali mengisi masa kecil yang sederhana. Ketika melamun, kelopaknya yang wangi saya preteli satu persatu, daunnya pun bisa dijadikan untuk membuat topi, pakaian perang. indah nian masa kecil bersama pohon Kamboja, oh ya.. batangnya yang besar sering saya tunggangi, berhayal punya robot yang bisa ditunggangi kaya di film Gaban.

Ketika dewasa bunga bunga itu sering saya maknai sebagai bunga yang terus memberi aroma wangi, meskipun sudah jatuh di atas tanah, kamboja terus memberi. Hal itulah yang menjadi alasan kenapa orang orang menanamnya banyak di pemakaman. Kenapa banyak orang menabur bunga, karena ada yang meyakini bahwa bunga itu akan mendoakan sang mayit sampai bunga tersebut kering.

Berjalannya waktu mengantarkan saya hidup di Bali, Jutaan Kamboja tumbuh di Negeri ribuan pura. Hal ini mudah terjadi, apa yang menyebabkan itu. Pohon Kamboja sangat mudah sekali di tanam, bahkan untuk daerah daerah yang kering sekalipun tanaman ini mau tumbuh, dengan stek batang serta ditancapkan ke tanah, maka sang Kamboja terus tumbuh memberi makna, tidak hanya itu, Kamboja juga banyak memberi manfaat bagi kesehatan. Mari belajar dari ayat ayat tersirat.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar