Selasa, 05 Juni 2012

Hari Lingkungan Hidup

Tahukah anda bahwa Negeri ini sangat kaya, luas hutan Indonesia 10 persen dari luas hutan Dunia, namun luasan itu menyusut tajam beriring dengan kepentingan yang jelas sampai saat ini rakyat belum sejahtera. Laju kerusakan hutan periode 1985-1997 tercatat 1,6 juta hektar per tahun, sedangkan pada periode 1997-2000 menjadi 3,8 juta hektar per tahun. Ini menjadikan Indonesia merupakan salah satu tempat dengan tingkat kerusakan hutan tertinggi di dunia. Di Indonesia berdasarkan hasil penafsiran citra landsat tahun 2000 terdapat 101,73 juta hektar hutan dan lahan rusak, diantaranya seluas 59,62 juta hektar berada dalam kawasan hutan. [Badan Planologi Dephut, 2003]. Negeri ini memang kaya.., kaya alamnya, kaya perampoknya.., kini masyarakat sekitar kawasan hanya diwarisi bencana karena hutan yang gundul.


Mestinya kekayaan hutan bisa dikelola dengan baik, uangnya bisa disubsidi ke laut, armada sektor laut diperkuat. "Selama ini Negara di-ru-gi-kan". Di sektor laut Indonesia kalah perang, sering terjadi pencurian ikan dari luar, sementara armada kita belum mampu menjaga semua batas perairan yang luas ini. Walhasil indonesia rugi triliunan dari sektor kelautan. Uangnya dimakan negara luar. Nelayan mencari ikan dengan cara manual sementara orang luar seenaknya meraup hasil dari lautan. Indonesia memang kaya.., 


Indonesia memiliki potensi tambang yang luar biasa, mungkin jika dikelola dengan benar dari sektor tambang saja masyarakat Indonesia bisa tersejahtrakan, hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan menunjukkan, potensi kerugian negara pada sektor pertambangan mencapai Rp 488,52 miliar. Ini hanya yang ditemuan. Yang jelas, jika kita hidup mengandalkan Sumber daya Alam yang ada apalagi yang tidak bisa diperbaharui, maka yang terjadi kita akan merugi karena anak cucu kita hanya diwarisi celengan kosong. Selamat hari Lingkungan, berpikirlah terus untuk menyelamatkan lingkungan, mulai dari diri kita sendiri.


Salam berbagi,
Fadlik Al Iman


#dari berbagai sumber.

Senin, 04 Juni 2012

Bukit Campuhan dan nama lainnya

Ada yang menyebutkan nama ini dengan "Sunset Hill" ada juga "Bukit Campuhan" namun nama sebenarnya adalah "Bukit Suci Gunung Lebah", entah kenapa dinamakan demikian,yang jelas kawasan yang indah ini juga dianggap suci dan bersejarah. Kawasan yang memiliki luas lebih dari 10 hektar ini menjadi tempat favorit untuk melepas lelah, bersepeda, mengambil gambar sambil menunggu waktu yang pas dikala matahari pulang keperaduan sesuai dengan nama lainnya yakni Sunset Hill. 



bukit Gunung Lebah
Dalam perjalanan suci Rsi Markandya dalam rangka mencari sinar ke Bali, keberadaan bukit lebah menjadi bagian mata rantai dari cerita proses pencarian, sedang untuk menjaga kesuciannya kepada para pengunjung dilarang berbuat yang tidak baik seperti berbuat mesum, membawa narkoba, berkata kotor, membuang sampah sembarangan, membuang puntung rokok karena disepanjang jalan tumbuh ilalang yang mudah sekali untuk terbakar. Dilarang juga berbuat onar, jika hal hal yang dilarang dilakukan maka akan dikenakan sangsi berupa sangsi adat.
Sunset Hill

Tempat ini juga dikenal dengan sebutan bukit Campuhan, di sekitarnya terdapat pohon pohon kelapa yang pada daunnya biasa dijadikan bahan untuk upacara, pohon kelapa memang sangat akrab dengan kehidupan orang Bali, selain itu kelapa kuning yang muda juga kerap digunakan untuk keperluan upacara. Selain pohon kelapa juga terdapat sawah yang tersusun sesuai dengan pola alam yang terbentuk, melepas lelah di Bukit Lebah takkan bosan kita disana, pemandangan yang memanjakan yang kadang disuguhi suara kicau burung yang lantang memecah sunyi.


Salam berbagi,
Fadlik Al Iman