Jumat, 06 Maret 2015

MENGENANG ZAMRONI

Sosok yang satu ini takkan lekang bagi kami. Satu hari di tahun 1998 beliau mengajak kami (Abd. Azis, Arif gemblong, Widi, Bang Bule serta Saya) untuk mengikuti kegiatan Klub Indonesia Hijau (KIH) di Bogor.

Tak lama berselang krisis moneter hadir menimpa Indonesia, aksi Mahasiswa dan Masa menemani kisah kami. Ini petikan komentar tetangganya "Alm. Zamroni adalah pemberani yang humoris." Bagi kami pun begitu.

Kami menginap di Gedung MPR/DPR. Zamroni lah menurut saya yang mampu mencairkan masa. Ceritanya yang lucu membuat kami takkan lupa dengan itu.

Waktu berjalan begitu cepat. Inyonk, Budi Rahmat dan Alm adalah beberapa gelintir Stacia yang punya sumbangsih terhadap terjadinya Propinsi Bangka Belitung. Kami bergerak berkali-kali, memobilisasi masa menuju gedung wakil rakyat di Senayan.

Satu lagi di sudut sekretariat yang seperti kapal pecah terdapat Musholla bernama At-Taubah. Jasa Almarhum juga ada disitu. "Namanya At-Taubah aja, biar anak Stacia pada tobat", ungkap Almarhum ketika itu. Merinding saya mengingatnya.

Untuk kesekian kalinya,  terima kasih sahabat. Bila waktu tlah berlalu, teman sejati hanyalah amal. Zamroni, jasamu abadi.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman

2 komentar: