Selasa, 31 Maret 2015

Ketika Tanya Menjadi Bulat

Lama menunduk tak melihat segala, menerawang lanjut tak sadar disapa. Untuk apa lagi, bila kau hanya itu.

Sembuh.. Sungguhlah tumbuh
Tabuh.. Menatilah ringai

Hanya itu katamu
Hanya ini tangkapku

Dunia tak semua dirasa
Bumi setengahnya dilihat
Kita manusia beriring nafas
Bersambut pikir
Naluri zikir, karena takut dan rindu

Selimut dulu diri dengan teduh
Dilanjutkan doa dan laku

Sembunyi hanya menunggu
Meriangkan gerak tak terasa
..dan hingga semuanya kau anggap begitu cepat.

Aku tak lupa siapa aku
Kamu disitu berlalu
Sungguh kita memang beda

Semerbak kenanga malam
Nyerembab bunyi kenangan

Susah dua dua
Senang hanya satu
Hidup ini kini
Lampau kalau sedih
Esok kalau angan

Jangan sembunyi dn meradang
Rajut mimpi bagai bunyi lubang seruling

Indah meski sementara
Fungsi pada bunyi

Lalu.kemana lagi perluku
Ketika tanya menjadi bulat
Dan di akhiri titik (.)
Salam berbagi,
Fadlik Al Iman 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar