Sabtu, 28 April 2012

Elang

Dalam melakukan perjalanan banyak sekali yang bisa kita lihat. Hukum rimba menjadi kisahnya. Satu pemandangan yang tak terlupakan bagi kami adalah ketika melihat Elang jenis Tawny Eagle terbang disekitar wisma duta KBRI di Naerobi, Kenya. Disela sela makan siang, kami rujakan dan bakar ayam, hal ini mengundang elang mendekat. Satu hal menarik ketika elang melakukan aerobatik di udara. Baru sekali dalam sejarah saya melupakan rujak karena melihat elang lebih dari dua ekor fokus bolak balik di atas wisma. Elang duel di udara, sangat menakjubkan.


Eagle Tawny mencari buruanEalng dikenal sebagai burung pemangsa berukuran besar, sering dilambangkan sebagai sosok wibawa, fokus, memiliki kemampuan terbang jarak jauh. Paruh dan kukunya yang kuat. Satu kiasan terucap "matanya setajam elang". Dengan kemampuan ini elang menempatkan peringkat tertingginya dalam pucuk piramida makanan. Bayangkan bahwa elang mampu terbang sejauh 4000 mil, jadi kalau dibayangin terbang jauh dari Asia Tengah sampai Afrika. Asap panggangan ayam yang disiapkan Mbak dan Mas Yudi di halaman wisma kami lupakan karena kagum pada sang elang.

Ada dua burung yang saya kagumi, rangkong yang mungkin akan saya temui kelak di Kalimantan dan elang, jarang mengepak, sangat stabil di udara. Sayap elang dikepakkan untuk menambah kecepatan dan akurasi dalam berburu mangsa. Hal ini saya rasakan sendiri ketika di Taman Nasional Ngorongoro. Makan siang yang saya santap dirampas elang. Ayam goreng ludes disambar Tawny Eagle, kawan-kawan dan guide tertawa, dalam rimba yang liar kami berbagi.

Salam,
Fadlik Al Iman


# Catatan perjalanan Agustus-September 2001


Tidak ada komentar:

Posting Komentar