Minggu, 24 Mei 2015

Di kedalaman

Hari ini dan selanjutnya dimana embun pagi slalu ada. Dibungkus pejalan kaki yang kalah oleh ego kendaraan. Berjalan pada zebra cros yang makin disudutkan perlakuan.

Merokok di kendaraan, membuangnya di jalanan, makannya di kendaraan nyampahnya di aspal. Sementara pejalan kaki semakin sepi, menggunakan masker di bungkus kendara di samping perokok. Semuanya angkuh.

Jika kebenaran di sudutkan, tersudutkan, maka ku ajak kau ke puncak, namun pada megahnya perayaan kembang apapun ada, petasan tercipta.

Aku, tikus alpin, elang dan harimau pun muak, hidup semakin sulit, orang orang tanpa ilmu merajai kehidupan, mereka menggunakan kendara, membuat asap, memeriahkan diri dengan warna serta suara.

Kemudian capung mengajakku di kedalaman. Hanya terbang, diam dan terus berbuat untuk orang orang tak berilmu.

Kemudian awan bergerak, membisikkannya padaku. Mereka bukan tak berilmu, mereka tau, namun membiasakan ketololannya. Lantas aku dan capung bergerak menuju dalamnya apa yang membuatnya begitu. Tanpa masker oksigen kurasa bisa.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman




Tidak ada komentar:

Posting Komentar