_"Shalat itu bukan part time, bukan juga sometime apalagi no time. *Shalat harus full time dan juga on time*. Karena mati itu anytime"_
Jumat, 03 April 2026
Sabtu, 28 Maret 2026
Pendukung Palestina Di Inggris
Pada Kamis (26/3/2026), Dr. Rahma Al-Adwan ditangkap untuk kelima kalinya di kediamannya di Inggris, dengan tuduhan antara lain mendukung organisasi yang dilarang dan menghasut kebencian lewat unggahan media sosial yang berisi pendiriannya mendukung Palestina. Penangkapan ini terjadi setelah adanya kampanye dan tekanan dari kelompok pendukung Israel, yang juga sebelumnya menyebabkan ia dipecat dan diskors dari praktik medisnya di NHS sejak akhir 2025.
Ia kemudian dibebaskan pada hari yang sama atau keesokan harinya dengan syarat jaminan hukum. Saat keluar, ia disambut oleh pendukung yang mengibarkan bendera Palestina. Saat ini ia telah menyatakan tidak bersalah atas semua dakwaan dan dijadwalkan hadir di pengadilan Westminster Magistrates' Court untuk proses hukum selanjutnya. Kasus ini juga memicu perdebatan mengenai batas kebebasan berpendapat dan tekanan politik dalam penegakan hukum serta aturan profesi di Inggris.
📰 Sumber :
- Kantor Berita Al-Quds
- The Canary
- Portal Islam
- Pernyataan Resmi Kepolisian Metropolitan Inggris
--------------------
• Disclaimer :
This article is for information and education purposes only and does not contain any elements of hate speech, incitement, or calls for violence that are not justified or violate the law
#london #aktivis #humanity #sorotanpublik
Selasa, 24 Maret 2026
Figur tertentu sengaja dikorbankan demi melindungi sistem
Akademisi sekaligus pendiri Lokataru Foundation, Haris Azhar, menyoroti langkah Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI yang mendadak menahan empat prajurit TNI terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Haris menilai penahanan tersebut mengandung kejanggalan, terutama karena minimnya penjelasan mengenai proses penyelidikan awal.
“Kapan penyelidikannya dilakukan? Apa dasar yang membuat mereka langsung ditahan?” ujar Haris dalam diskusi publik bertajuk Menggugat Pembungkaman dan Impunitas Penyerangan Aktivis bersama LP3ES di Jakarta, Kamis (19/3/2026).
Haris membandingkan transparansi Puspom TNI dengan Polda Metro Jaya yang dinilai lebih terbuka dalam memaparkan tahapan penyelidikan hingga penyidikan. Ia juga menyoroti perbedaan mencolok terkait identitas para terduga pelaku.
Sebelumnya, kepolisian menyebut dua inisial terduga pelaku yakni BHC dan MAK. Namun, TNI justru mengumumkan empat prajurit dengan inisial berbeda, yakni Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES.
“Tentara dari kesatuan mana? Inisial namanya berbeda dengan temuan polisi, jumlahnya pun berbeda. Ini sangat meragukan,” kritik Haris.
Ia menduga perbedaan data ini menjadi sinyal bahwa penanganan kasus berisiko hanya berhenti pada tingkat pelaku lapangan semata. Haris bahkan mencium adanya indikasi keterlibatan struktur yang lebih besar, mengingat para pelaku disebut berasal dari Badan Intelijen Strategis (BAIS).
“Kita punya banyak pengalaman di mana figur tertentu sengaja dikorbankan demi melindungi sistem. Dalam kasus Andrie Yunus, hal ini sangat mungkin terjadi karena melibatkan BAIS. Struktur di atasnya harus dibongkar,” tegasnya.
Lebih jauh, Haris menegaskan bahwa perkara ini seharusnya diproses melalui peradilan umum, bukan peradilan militer. Pertimbangannya adalah korban merupakan warga sipil dan lokasi kejadian berada di ruang publik, bukan di area militer.
Selain itu, ia mengkritik penggunaan pasal penganiayaan terhadap para pelaku. Menurutnya, serangan menggunakan air keras yang direncanakan secara matang lebih tepat dijerat dengan pasal percobaan pembunuhan.
“Ini seharusnya pasal pembunuhan karena ada perencanaan matang. Tentara tidak mungkin bergerak sendiri tanpa ada pihak yang mengendalikan dan membiayai operasionalnya,” tambahnya.
Haris mendesak agar aktor intelektual di balik penyerangan ini segera diungkap.
“Jika dalangnya tidak terungkap, itu membuktikan adanya operasi terstruktur di atas mereka. Tidak mungkin aksi sekeji ini hanya inisiatif level prajurit rendah,” pungkasnya.
DARI IJAZAH PALSU KE PERANG DUNIA III
dr Tifauzia Tyassuma, M.Sc
Neuroscience Behavior, Neuropolitika
Bismillahirrahmanirrahiim.
Pasca Lebaran ini,
Di saat banyak orang masih larut dalam hangatnya silaturahmi, saya mengingat bahwa tidak semua perjuangan mengenal hari libur.
Ada yang harus tetap berdiri, bahkan ketika semua memilih duduk.
Ada yang harus tetap bersuara, bahkan ketika diam terasa lebih aman.
Apa yang saya alami belakangan ini, tentang sebuah ijazah yang seharusnya sederhana, ternyata membuka lapisan yang jauh lebih dalam:
tentang kejujuran,
tentang keberanian,
tentang bagaimana kebenaran diperlakukan di negeri ini.
Lebaran mengajarkan kita kembali kepada fitrah.
Namun fitrah itu bukan sekadar saling memaafkan,
melainkan juga kembali kepada kejujuran yang sejati.
Jika kebohongan dibiarkan menjadi kebiasaan,
jika kebenaran harus bernegosiasi dengan kekuasaan,
maka sesungguhnya kita sedang berjalan menuju kehancuran tanpa kita sadari.
Dan di saat yang sama,
dunia sedang bergerak menuju ketegangan besar.
Perang Dunia III bukan lagi sekadar kemungkinan.
Ia sedang disiapkan, perlahan tapi pasti:
melalui pandemi,
melalui a rsenal nuklir,
melalui krisis energi,
melalui konflik geopolitik,
melalui ketidakstabilan global yang semakin nyata.
Pertanyaannya:
Apakah kita siap?
Bukan hanya secara fisik,
tetapi secara moral,
secara spiritual,
dan secara keberanian untuk berdiri di pihak yang benar.
Karena bangsa yang rapuh oleh kebohongan dari dalam,
akan sangat mudah runtuh oleh tekanan dari luar.
Pasca Lebaran ini, saya tidak akan berhenti.
Saya memilih untuk melangkah lebih jauh.
Saya akan membantu masyarakat, membantu umat,
mempersiapkan diri menghadapi multi krisis yang nyata di depan mata:
krisis pangan,
krisis energi,
krisis kesehatan,
dan krisis kemanusiaan yang bisa dipicu oleh Perang Dunia III.
Ini bukan tentang ketakutan.
Ini tentang kesiapan.
Ini tentang ikhtiar.
Kita harus belajar mandiri,
menguatkan komunitas,
menjaga kesehatan,
dan membangun ketahanan dari dalam.
Pasca Lebaran ini,
izinkan saya tidak hanya mengucapkan selamat,
tetapi juga mengajak:
Mari kita kembali kepada fitrah yang sesungguhnya:
jujur, berani, dan berpihak pada kebenaran.
Dan bersiap,
karena masa depan tidak menunggu kita siap.
Kitalah yang harus menyiapkan diri.
Hasbunallah wanikmal wakil
Nikmal maula wanikman nashir
La haula wala quwwata ila billah
dr Tifa
Senin, 23 Maret 2026
Haedar Nashir Angkat Bicara
Haedar Nashir Angkat Bicara: Perbedaan Penetapan Idul Fitri dan Sikap Muhammadiyah
Sosok Haedar Nashir kembali menjadi sorotan publik setelah beredarnya potongan video yang menampilkan tanggapan terkait isu penetapan Hari Raya Idul Fitri. Dalam video tersebut, ia terlihat menyampaikan pandangan dengan tenang dan tegas, menanggapi polemik yang kerap muncul setiap tahun terkait perbedaan metode penentuan 1 Syawal di Indonesia.
Polemik ini mencuat setelah pernyataan Cholil Nafis yang menegaskan bahwa penetapan dan pengumuman awal Ramadan serta Idulfitri merupakan wewenang pemerintah (ulil amri), merujuk pada fatwa Majelis Ulama Indonesia tahun 2004 serta keputusan Nahdlatul Ulama. Ia juga sempat menyampaikan bahwa pengumuman Lebaran di luar ketetapan pemerintah dipandang tidak tepat dalam perspektif tersebut. Menanggapi hal ini, Haedar Nashir menekankan bahwa perbedaan cara penentuan tidak semestinya dipersempit menjadi vonis hukum yang kaku, melainkan dipahami sebagai bagian dari tradisi ijtihad yang memiliki landasan keilmuan dan historis dalam Islam.
Sebagai Ketua Umum Muhammadiyah, Haedar Nashir menjelaskan bahwa penentuan awal bulan Hijriah memiliki ragam pendekatan yang sama-sama berakar pada dalil dan metodologi. Muhammadiyah menggunakan hisab sebagai hasil ijtihad ulama yang terus berkembang, yang dirumuskan secara kolektif oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah sebagai pedoman resmi organisasi. Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan melalui sidang isbat dengan mengombinasikan hisab dan rukyat.
Dalam menyikapi perbedaan tersebut, Haedar Nashir mengajak umat Islam untuk mengedepankan sikap bijak dan saling menghormati. Perbedaan yang ada tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan, melainkan menjadi kekayaan khazanah keislaman yang perlu disikapi dengan kedewasaan.
Fenomena ini sekaligus menunjukkan dinamika keberagamaan di Indonesia yang plural dan penuh warna. Muhammadiyah tetap konsisten pada prinsip ijtihad berbasis ilmu, sembari mengingatkan bahwa menjaga persatuan umat jauh lebih utama dibanding memperdebatkan perbedaan yang bersifat metodologis.
Di tengah derasnya arus informasi dan potensi kesalahpahaman di media sosial, pernyataan Haedar Nashir menjadi pengingat bahwa Idul Fitri bukan sekadar penetapan tanggal, tetapi momentum untuk kembali pada nilai persaudaraan, saling menghargai, dan menjaga ukhuwah Islamiyah.
Sumber: CNN Indonesia (dalam cuplikan video yang beredar)
#Hashtag:
#HaedarNashir #CholilNafis #Muhammadiyah #MUI #NU #IjtihadUlama #PersatuanUmat
Kebijaksanaan adalah harta orang beriman yang hilang
Ungkapan "kebijaksanaan (hikmah) adalah harta orang beriman yang hilang" berasal dari hadits (HR. Tirmidzi & Ibnu Hibban) yang bermakna seorang muslim harus aktif mencari kebenaran dan ilmu bermanfaat di mana pun, dari siapa pun, dan dalam situasi apa pun. Hikmah adalah aset berharga yang wajib diambil kembali layaknya barang berharga yang hilang.
Berikut poin penting dari konsep ini:
Pencarian Tanpa Batas: Hikmah tidak dibatasi sumbernya (tidak harus dari sesama muslim), asalkan benar dan tidak bertentangan dengan syariat.
Makna Hikmah: Hikmah diartikan sebagai pengetahuan tinggi, kearifan, pelajaran hidup, atau kebenaran yang realistis.
Kewajiban Mencari: Umat beriman diperintahkan untuk tidak pasif, melainkan giat mencari ilmu dan kebijaksanaan untuk diterapkan dalam kehidupan.
Fokus pada Konten: Hadits ini mengajarkan untuk fokus pada kebenaran isi nasihat, bukan pada siapa yang menyampaikannya.
Intinya, seorang beriman tidak boleh sombong dan harus terbuka terhadap kebenaran yang datang dari manapun, menjadikannya pelajaran untuk perbaikan diri.
Yang Paling NKRI
Kurang nikmat apa lagi hidup di indonesia.
Nikmat mana lagi yang kau dustakan...
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespons soal tidak adanya mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut, di Rumah Tahanan (Rutan) KPK pada Hari Raya Idul Fitri 2026 atau Sabtu (21/3).
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan penyidik melakukan pengalihan jenis penahanan terhadap Gus Yaqut dari penahanan di Rutan KPK menjadi tahanan rumah sejak Kamis (19/3).
"Benar, Penyidik melakukan pengalihan jenis penahanan terhadap tersangka Saudara YCQ, dari penahanan di Rutan KPK menjadi tahanan rumah, sejak hari Kamis (19/3) malam kemarin. Pengalihan ini atas permohonan dari pihak keluarga pada tanggal 17 Maret 2026," kata Budi saat dikonfirmasi, Sabtu (21/3).
Budi mengatakan permohonan itu kemudian dikabulkan dengan pertimbangan sesuai Pasal 108 ayat (1) dan (11), Undang-undang Nomor 20 tahun 2025 tentang KUHAP.
"Pelaksanaannya yakni dengan melakukan pengalihan jenis penahanannya, untuk sementara waktu. Selama melaksanakan pengalihan penahanan tersebut, KPK tetap melakukan pengawasan melekat dan pengamanan kepada yang bersangkutan," jelas Budi.
Lebih lanjut, Budi menyampaikan bahwa proses pengalihan penahanan untuk sementara waktu ini sesuai ketentuan dan prosedur penyidikan maupun penahanan terhadap seorang tersangka.
"Demikian halnya, proses penanganan perkara ini akan tetap berjalan sesuai ketentuan perundangan yang berlaku," tuturnya.
Sebelumnya, informasi mengenai tak adanya Gus Yaqut dalam Rutan KPK diungkap oleh istri eks Wamenaker Immanuel Ebenezer, Silvia Rinita Harefa.
Silvia sedang membesuk suaminya yang ditahan karena diduga terlibat dalam kasus dugaan pemerasan dalam proses sertifikasi K3 di Kemnaker.
"Tadi sih sempat enggak ngelihat Gus Yaqut ya. Infonya sih katanya keluar hari Kamis malam," kata Silvia kepada wartawan.
Berdasarkan informasi yang ia terima, Silvia mengungkap, Gus Yaqut akan diperiksa sehingga kehadirannya tidak terlihat pada saat pelaksanaan salat Id sebelumnya.
Sumber artikel: kumparan com
Sabtu, 21 Maret 2026
Malaysia TOP
(Berita selengkapnya cek IG Stories @kompascom)
Malaysia menjadi negara pertama yang menyatakan perjanjian dagangnya dengan Amerika Serikat (AS) tidak lagi berlaku.
Ini menyusul putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan kebijakan tarif resiprokal yang menjadi dasar kesepakatan tersebut.
Langkah ini menandai perkembangan penting dalam dinamika perdagangan global, terutama di tengah meningkatnya tekanan tarif dan investigasi perdagangan yang dilakukan Washington terhadap sejumlah mitra dagangnya.
Malaysia sebelumnya menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan AS sebagai bagian dari strategi tarif resiprokal Washington.
Namun, dikutip dari StratNews Global, setelah putusan Mahkamah Agung AS pada 20 Februari 2026 yang membatalkan sebagian besar kebijakan tarif tersebut, pemerintah Malaysia menilai perjanjian itu kehilangan relevansinya.
Penulis: Sakina Rakhma Diah Setiawan
` #Malaysia #AS #Global
Siapa Yang Teroris
Mantan artis Kristen Jamie Brown mengungkap iblis-iblis di pulau terkutuk itu:
Apakah Anda pernah mendengar tentang kengerian di pulau Epstein?
Pernahkah Anda mendengar tangisan jutaan anak yang kepolosannya dinodai di sarang kotor ini?
Siapakah penjahat Epstein dan kejahatannya yang keji?
Pembunuh ini, yang mengira uang dan pengaruhnya akan menjadikannya dewa di atas segala pertanggungjawaban, menjalankan kerajaan "iblis" untuk memperbudak umat manusia, Epstein, dan semua orang yang berpartisipasi denganmu dalam melahap daging dan kehormatan anak-anak: kalian adalah sampah umat manusia, dan kalian adalah terorisme sejati yang bersembunyi di balik dasi dan istana mewah.
Saat kalian duduk di pulau kalian dan menunjuk jari ke arah umat Muslim, para penjahat dan elit mereka melakukan kekejaman yang tak terbayangkan. Kalian menuduh orang yang tidak bersalah melakukan terorisme, namun kalian sendiri menciptakan bentuk-bentuk terorisme terselubung yang paling keji di pulau terkutuk kalian ini.
Dan dengan cahaya Al-Quran, kami menanggapi ketidakadilanmu.
Sekarang saya tahu mengapa Tuhan menciptakan Neraka; karena hukuman di Bumi tidak cukup untuk orang-orang seperti Epstein dan orang-orang yang bersamanya.
Dan jangan pernah mengira bahwa Allah tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh orang-orang yang berbuat zalim. Dia hanya menunda perbuatan mereka hingga suatu hari nanti, saat mata-mata akan menatap [dengan ngeri].
Oh, betapa indahnya agama Islam.
Agama yang melindungi yang lemah, mensucikan masa kanak-kanak, dan melarang agresi.
Pada diri sendiri dan reputasi sendiri. Sementara orang-orang "beradab" ini...
Mereka tenggelam dalam kemerosotan moral mereka. Islam dulunya membangun akhlak dan melestarikan watak alami manusia.
Barangsiapa membunuh satu jiwa, kecuali karena membela jiwa atau karena kerusakan yang terjadi di negeri itu, maka seolah-olah ia telah membunuh seluruh umat manusia. Aku selalu bertanya-tanya: Mengapa mereka tidak menghentikan penembakan di Palestina? Tetapi mereka yang memperkosa jutaan anak dan kemudian memakan daging manusia, mungkinkah mereka akan berduka atas anak-anak Palestina?
Epstein telah meninggal, dan pulaunya tetap menjadi saksi atas rasa malu Anda, dan Islam tetap menjadi cahaya yang mengungkap kebohongan Anda.
Segala puji bagi Allah atas nikmat Islam, yang telah membawa kita keluar dari dunia setan menuju pantai keselamatan.
Kamis, 19 Maret 2026
Empat Pelaku
Empat tentara Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI ditangkap sebagai terduga pelaku penyiraman air keras pada aktivis Andrie Yunus. Hal ini disampaikan Komandan Puspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (18/3).
“Keempat yang diduga pelaku ini adalah Denma Bais TNI,” kata Yusri seperti dikutip dari Kompas. Mereka adalah Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES. Diketahui berasal dari Angkatan Laut dan Angktan Udara.
Keempatnya kini masih ditahan di Puspom TNI. Yusri belum bisa menyebut motif para pelaku, karena masih dalam pendalaman. Proses hukum para terduga pelaku, menurut Yusri akan ditangani melalui mekanisme peradilan militer.
Sebelumnya, Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus jadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal pada Kamis (12/3) lalu. Andrie dikabarkan mengalami luka bakar sekitar 20 persen pada tubuhnya, termasuk mengenai mata.
Tim Advokasi untuk Demokrasi sebelumnya menyebut penyerangan itu sebagai upaya pembunuhan berencana. “Ada dugaan aktor intelektual, ada orang yang menjadi perencana, tapi punya kapsitas menentukan serangan dan mengambil keputusan serta memimpin koordinasi,” kata Direktur LBH Jakarta Fadhil Alfathan, Senin (16/3) di Konferensi Pers TAUD.
Senin, 16 Maret 2026
Negara Harus Hadir
Pernyataan Feri Amsari itu lahir dari kekecewaan yang dalam terhadap cara negara menangani kejahatan terhadap aktivis.
Ketika sebuah serangan brutal seperti penyiraman air keras tidak pernah benar-benar dibuka terang siapa dalangnya, publik wajar curiga ada sesuatu yang sengaja ditutup.
Negara seharusnya berdiri paling depan melindungi warga dan mengungkap pelaku, bukan membiarkan kasus menggantung tanpa kejelasan.
Jika kejahatan sebesar itu dibiarkan kabur, maka yang dipertaruhkan bukan hanya keadilan bagi korban, tetapi juga kepercayaan rakyat pada negara itu sendiri.
Selamat Hari Bakti Rimbawan Ke 43
Di balik lebatnya hutan Indonesia, ada rimbawan yang setia menjaga dalam sunyi: melindungi alam, satwa, dan kehidupan yang bergantung padanya.
Selamat Hari Bakti Rimbawan ke-43!
Dengan semangat “Kerja Ikhlas, Tata Kelola Berkualitas: Rimbawan Membangun Kehidupan Berkelanjutan.”
Terima kasih untuk setiap pengabdian yang menjaga hutan tetap hidup, hari ini dan untuk masa depan.
#HariBaktiRimbawan2026
#RimbawanBerkarya
Rabu, 11 Maret 2026
Tokoh Ilmuwan Islam
- Ibnu Sina (Avicenna) – Penemu Manfaat Etanol. ...
- Al-Zahrawi. – Al Tasrif. ...
- Al Khawarizmi. – Al Jabar. ...
- Abbas ibn Firnas. – Pencipta Ide Pesawat. ...
- Ibnu Al Haytham. – Kitab Al- Manazir.
- Ahmad Ibn Tulun. – Rumah Sakit Al Fustat.
- Al -Battani. – Penemuan Penentuan Tahun. ...
- Ibnu Khaldun. – Kitab Al-Ibar.
Istiqomah
Mudah diktakan, mudah ditulis, namun tak mudah dilakukan, tapi bukan berarti nggak bisa.
Jalannya berat banget, kepeleset, tersandung, jatuh, terjerumus, merangkak, ngap engapan, dan kita harus percaya, bahwa kita bisa bangkit, jalan lagi sampai kita mati.
Bingung
Minggu, 08 Maret 2026
Perampokan Atau Pembunuhan Berencana
Aktivis Pelabuhan Ermanto Usman Tewas Bersimbah Darah, Keluarga Yakin Bukan Perampokan Biasa
Jakarta — Dunia perburuhan Indonesia berduka. Seorang aktivis pelabuhan sekaligus pensiunan PT Jakarta International Container Terminal (JICT), Ermanto Usman (65), ditemukan tewas bersimbah darah di kediamannya di Perumahan Prima Lingkar Asri, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, pada Senin (2/3/2026) dini hari . Bukan hanya nyawa melayang, istrinya, Pasmilawati (60), juga mengalami luka berat dan hingga kini masih dalam perawatan intensif di rumah sakit .
---
Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 04.15 WIB . Saat waktu imsak tiba, keluarga mulai curiga karena Ermanto dan istrinya tak kunjung bangun untuk sahur. Biasanya, Pasmilawati yang rutin membangunkan anak-anaknya .
Salah satu anak korban kemudian turun ke lantai satu dan menemukan pintu kamar orang tuanya dalam keadaan terkunci sesuatu yang tidak biasa karena pintu kamar itu tak pernah digembok dari dalam . Dari dalam terdengar suara rintihan samar.
Keluarga pun memecahkan kaca jendela untuk masuk. Pemandangan mengerikan terbuka, Ermanto tergeletak di atas tempat tidur dengan luka parah di sekujur tubuh, sementara istrinya terkulai di lantai dalam kondisi bersimbah darah .
Ermanto sempat dilarikan ke rumah sakit, namun dinyatakan meninggal dalam perjalanan . Ia mengembuskan napas terakhir pada pukul 06.05 WIB .
Perampokan atau Pembunuhan Berencana?
Kasus ini langsung menjadi sorotan karena adanya perbedaan tajam antara kesimpulan awal polisi dan keyakinan keluarga.
Versi Kepolisian, Perampokan
Kapolres Metro Bekasi Kota melalui Kasat Reskrim Kompol Andi Muhammad Iqbal menyatakan bahwa berdasarkan indikasi awal, polisi menduga kasus ini adalah perampokan . Dugaan ini didasari oleh hilangnya beberapa barang berharga, antara lain:
· Dua kunci mobil
· Dompet korban
· Telepon genggam
· Gelang emas yang diduga dikenakan korban
Polisi menduga pelaku masuk dengan memanjat tembok lahan kosong yang berbatasan dengan Jalan Kalimalang, lalu masuk melalui jendela depan . Anjing pelacak sempat mengendus jejak pelaku hingga ke tempat rongsokan sekitar 30 meter dari rumah, namun petunjuk hilang di sana .
Versi Keluarga, Ini Bukan Perampokan Biasa!
Keluarga dengan tegas menolak kesimpulan tersebut. Fiandy A Putra, anak pertama korban, menyatakan:
"Semoga kasus ayahanda kami bisa terungkap siapa pelakunya. Karena menurut kami ini lebih mengarah kepada kasus pembunuhan."
Beberapa kejanggalan yang ditemukan keluarga:
1. Lantai dua steril. Padahal, adik korban sedang tidur di lantai dua. Tidak ada tanda-tanda pelaku naik ke atas .
2. Brankas utuh, lemari rapi. Barang berharga seperti brankas tidak tersentuh. Kalung istri korban masih melekat saat ditemukan .
3. Mobil tidak diambil. Jika ini perampokan, mengapa pelaku hanya mengambil kunci mobil tanpa membawa mobilnya?
4. Rumah terkunci rapat. Kakak korban, Dalsaf Usman, menegaskan tidak ada kerusakan pada pagar, pintu masuk, maupun pintu belakang. Bahkan plafon kamar tidak ada tanda jebol. Keluarga harus memecahkan jendela untuk masuk .
"Tidak ada barang yang hilang," tegas Dalsaf saat ditemui di RS Bhayangkara Kramat Jati .
---
Latar Belakang Korban adalah Aktivis Vokal Pembongkar Korupsi Pelabuhan
Nah, inilah yang membuat kasus ini semakin panas. Ermanto Usman bukan warga biasa .
Lahir di Padang, 22 Juli 1961, Ermanto menghabiskan sebagian besar hidupnya di dunia kepelabuhanan . Selama bekerja di JICT anak perusahaan PT Pelindo ia dikenal sebagai ketua serikat pekerja yang sangat vokal memperjuangkan hak-hak buruh .
Bukan sekali dua kali ia berhadapan dengan perusahaan. Kakaknya, Dalsaf, mengungkapkan bahwa Ermanto dua kali dipecat karena sikap kritisnya terhadap kebijakan perusahaan yang dinilai tidak prosedural. Untungnya, dua kali pula ia dipulihkan .
Namun yang paling menarik perhatian publik adalah perannya dalam membongkar dugaan korupsi besar di sektor pelabuhan.
Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka menyebut Ermanto sebagai figur kunci dalam pengungkapan kasus dugaan korupsi yang pernah mengguncang Pelindo, termasuk kasus yang menyeret nama RJ Lino . Saat itu, DPR membentuk Pansus Pelindo untuk mengusut dugaan kerugian negara yang nilainya disebut mencapai triliunan rupiah, bahkan bisa membengkak hingga puluhan triliun jika dihitung dengan future values .
Di masa pensiunnya, Ermanto justru semakin aktif. Ia rajin tampil di berbagai kanal podcast dan media sosial untuk menyuarakan pemikirannya tentang tata kelola pelabuhan yang transparan .
"Pelabuhan bukan hanya soal bongkar muat, tetapi juga soal kekuasaan, transparansi, dan keberpihakan negara," pernah ia ungkapkan dalam sebuah wawancara .
---
DPR Desak Polisi Transparan
Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, mendesak aparat kepolisian mengusut secara menyeluruh dan transparan kasus ini.
"Peristiwa ini harus diusut tuntas. Kepolisian perlu memastikan apakah kasus ini murni perampokan yang disertai penganiayaan atau ada unsur pembunuhan berencana terhadap korban yang selama ini dikenal kritis dan vokal," tegasnya .
Rieke Diah Pitaloka, Jangan Diframing Perampokan!
Rieke yang juga Ketua Umum Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI) bahkan datang langsung ke rumah duka. Ia memperingatkan agar tidak ada pihak yang memframing kasus ini sebagai perampokan biasa .
"Indikasi kuat menunjukkan bahwa peristiwa ini bukan pencurian. Tidak ada barang yang hilang. Karena itu, jangan ada pihak yang memframing kejadian ini sebagai perampokan," ujar Rieke .
Menurut Dalsaf, belakangan ini adiknya gencar membongkar dugaan korupsi di sektor pelabuhan. Bahkan, ada informasi bahwa Ermanto sempat membicarakan adanya ancaman beberapa waktu sebelum kejadian .
"Kami meminta polisi juga mendalami hal tersebut," kata Dalsaf .
---
Polisi mengakui menghadapi sejumlah kendala dalam mengungkap kasus ini:
1. Tidak ada CCTV di dalam rumah korban .
2. Saksi mata minim. Tidak ada warga yang melihat kejadian .
3. Istri korban masih kritis dan belum bisa dimintai keterangan, padahal ia adalah saksi kunci yang ada di lokasi saat kejadian .
Kapolres Metro Bekasi Kota berjanji akan terus mendalami kasus ini dan membuka diri terhadap berbagai kemungkinan motif.
---
Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih terus berlangsung. Jenazah Ermanto telah divisum dan diautopsi di RS Polri Kramat Jati, kemudian dikebumikan di TPU Kompleks BRI Jakasampurna, Bekasi . Sementara istrinya masih berjuang melawan luka di ruang ICU.
Yang jelas, kematian Ermanto Usman menyisakan tanda tanya besar. Apakah ini murni aksi kriminal biasa? Atau ada skenario lebih besar di baliknya, terkait dengan perjuangannya membongkar dugaan korupsi di pelabuhan?
Seperti kata Rieke Diah Pitaloka: "Jangan ada yang memframing ini perampokan, usut tuntas!" .
Publik menanti jawaban. Satu hal yang pasti, Indonesia kehilangan seorang pejuang tata kelola pelabuhan yang gigih dan tak kenal lelah. Selamat jalan, Ermanto Usman. Perjuanganmu belum selesai.
---
Andrian Saputra
Puasa hari ke 18
#ErmantoUsman #JICT #Madilog
Konflik Teluk 2026
Di bawah cakrawala yang membara, di mana aroma mesiu beradu dengan asinnya air garam, sebuah drama kolosal baru saja dipentaskan.
Pada hari Senin yang penuh dengan debaran jantung tepatnya tanggal 2 Maret 2026 sang pembawa warta dari Markas Besar Angkatan Darat Iran, Ebrahim Zolfaghari, melangkah ke depan lampu sorot televisi dengan keanggunan seorang konduktor orkestra yang hendak mengumumkan crescendo kematian.
Dengan nada suara yang berat seolah memikul beban sejarah, ia memaklumatkan sebuah adegan yang membuat bulu kuduk Pentagon meremang:
"Telah kami hantarkan empat buah 'surat cinta' berupa rudal jelajah tepat ke arah lambung USS Abraham Lincoln sang raksasa besi yang biasanya angkuh di atas ombak."
Hasilnya? Kapal induk yang megah itu dikabarkan tidak lagi punya gairah untuk menetap di lokasi misinya. Bak seorang bangsawan yang lari terbirit-birit setelah celananya robek di pesta dansa, USS Abraham Lincoln dilaporkan langsung angkat kaki (atau angkat jangkar), memacu mesinnya menuju pengasingan di tenggara Samudra Hindia.
Namun, Zolfaghari belum selesai memetik dawai narasinya. Ia menambahkan beberapa catatan kaki yang cukup "pedas" bagi paman kita yang tinggal di Samudra:
Pangkalan Al Salem (Kuwait): Kabarnya, pangkalan ini kini sedang dalam mode "istirahat total." Tidak beroperasi, tidak bernapas, mungkin sedang merenungi nasib setelah terdampak badai serangan.
Pelabuhan Salman (Bahrain): Empat buah drone yang mungkin terbang dengan seringai licik menghantam pusat komando. Fasilitas pendukungnya kini lebih mirip tumpukan Lego yang diinjak raksasa daripada sebuah markas militer yang gahar.
Kini, dunia hanya bisa menahan napas sambil gregetan kerena kita sedang menonton sebuah drama berbiaya tinggi.
Bayangkan saja, sebuah mahakarya teknologi kelas Nimitz yang harganya menembus angka magis Rp600 triliun (jika dikonversi dengan kurs saat ini yang gemar melompat-lompat), kini sedang diuji nyalinya. Apakah raksasa baja ini akan menyerah pada gravitasi samudera dan menjadi terumbu karang termahal dalam sejarah manusia, ataukah ia hanya sekadar pulang untuk membalut luka?
Mari kita duduk manis, karena sejarah tidak pernah ditulis dengan tinta yang murah.
#USSAbrahamLincoln
#KonflikTeluk2026
#NimitzUnderFire
#GeopolitikUpdate
Kisah Mengharukan Kasman Singodimedjo
Mantan Jaksa Agung Menjajakan Es Lilin… Kisah Mengharukan Kasman Singodimedjo
Dalam sejarah modern Indonesia, barangkali sulit dipercaya bahwa seorang tokoh kunci negara pernah menutup usia dalam kesederhanaan yang nyaris tak terbayangkan. Namun itulah kenyataan hidup yang dijalani Kasman Singodimedjo, pejuang kemerdekaan, anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), dan tokoh penting dalam pengesahan Undang-Undang Dasar 1945.
Namanya tercatat dalam lembar-lembar awal republik. Ia pernah dipercaya menduduki jabatan strategis sebagai Jaksa Agung Republik Indonesia di masa awal kemerdekaan. Sebuah kursi kekuasaan yang, dalam ukuran apa pun, sarat pengaruh dan kewenangan. Namun bagi Kasman, jabatan bukanlah ladang memperkaya diri. Ia memaknainya sebagai amanah suci yang kelak harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya kepada rakyat, tetapi juga kepada Tuhan.
Kisah pilu itu bermula ketika roda kekuasaan tak lagi berada di tangannya. Setelah tak menjabat, tak ada rumah megah yang menantinya. Tak ada kendaraan mewah tersimpan di garasi. Tak pula rekening tebal hasil “mengamankan masa depan.” Yang ada hanyalah kehidupan sederhana, bahkan keras.
Untuk menyambung hidup keluarga, Kasman tak pernah memilih-milih pekerjaan. Ia pernah berkeliling kampung menjajakan es lilin. Ya, es lilin....jajanan murah yang biasa dipanggul pedagang kecil di bawah terik matahari. Di lain waktu, ia menjadi kuli bangunan, memanggul semen dan batu. Bahkan pernah pula menjadi penjaga malam, memastikan orang lain tidur nyenyak sementara ia berjaga dalam sunyi.
Bayangkan kontras seorang pria yang dulu dihormati pejabat tinggi negara, kini berdiri di pasar, menunggu pembeli dengan tangan yang sama yang dahulu menandatangani dokumen-dokumen penting republik.
Suatu hari, seorang sahabat seperjuangannya tak kuasa menahan air mata ketika melihat Kasman memanggul beban berat di pasar. Dengan suara bergetar ia menyayangkan nasib sang mantan pejabat tinggi itu.
Namun jawaban Kasman justru membuat hati tercekat.
Ia tersenyum tenang dan berkata, bahwa ia lebih bahagia hidup dalam kekurangan daripada harus makan dari hasil mengambil hak rakyat. Baginya, kemiskinan yang jujur jauh lebih terhormat daripada kemewahan yang ternoda.
Kalimat itu bukan sekadar pembelaan diri. Ia adalah cermin integritas. Sebuah pelajaran mahal tentang makna kepemimpinan yang bersih, sesuatu yang dalam zaman apa pun selalu terasa langka.
Hingga akhir hayatnya, Kasman Singodimedjo tetap teguh dalam kesederhanaan. Ia wafat tanpa warisan harta melimpah, tetapi meninggalkan warisan yang jauh lebih berharga: teladan kejujuran yang tak tergoyahkan.
Di tengah riuhnya kisah pejabat yang tersandung korupsi, cerita tentang Kasman berdiri sebagai pengingat sunyi, bahwa republik ini pernah dibangun oleh orang-orang yang rela miskin demi menjaga kehormatan.
Dan mungkin, di situlah kemuliaannya yang sesungguhnya. 🇮🇩
Sabtu, 07 Maret 2026
BEBAS !
Kabar baik hari ini adalah kemenangan kecil bagi demokrasi. Selamat atas kebebasan kawan-kawan kita: Delpedro Marhaen, Khariq Anhar, Syahdan Hussein, dan Muzzafar Salim.
Namun, bebasnya kawan-kawan bukan berarti tugas kita selesai. Negara masih memiliki utang besar untuk memulihkan hak-hak mereka sepenuhnya dan membebaskan seluruh tahanan politik yang dikriminalisasi karena suara kritisnya.
Perjuangan menjaga bumi tidak bisa dipisahkan dari perjuangan menegakkan hak asasi manusia. Kita akan terus berlipat ganda!
#BebaskanSemuaTahananPolitik #PanjangUmurPerjuangan
#SemakinDitekanSemakinDilawan
Jumat, 06 Maret 2026
Tragedi Bi'r Ma'unah
Kita akan masuk ke salah satu luka terdalam dalam sejarah Islam. Luka yang membuat Rasulullah
menangis sebulan lamanya. Inilah tragedi Bi'r Ma'unah yang terjadi tak lama setelah Perang Uhud, di masa berat kota Madinah.
- "Kami Datang Untuk mengajarkan Al-Qur'an..." -
Madinah masih berduka karena Uhud. Luka belum kering.
Kuburan para syuhada masih basah.
Tiba-tiba datang utusan dari kabilah Najd.
Mereka berkata:
"Kirimkan kepada kami orang-orang yang mengajarkan Al-Qur'an."
Rasulullah tidak langsung percaya.
Hati beliau terasa berat. Namun ada jaminan keamanan yang diberikan.
Maka dipilihlah sekitar 70 sahabat terbaik.
Bukan prajurit tempur.
Bukan pasukan pedang. Mereka adalah para qurra' , penghafal Al-Qur'an.
Orang-orang yang malamnya dipenuhi tilawah.
Siangnya dipenuhi dakwah.
Mereka berangkat.
Dengan hati tulus. Tanpa curiga.
-Lembah Sunyi yang Berubah Jadi
Kuburan-
Ketika rombongan sampai di daerah
Bi'r Ma'unah...
Langit masih biru.
Angin gurun berhembus biasa.
Tak ada tanda bahaya.
Salah seorang sahabat maju membawa surat Rasulullah.
Namun belum sempat surat itu
dibacakan...
la dibunuh.
Tiba-tiba dari balik bukit, dari balik
pasir, dari balik lembah...
Ratusan orang bersenjata
mengepung mereka. Pengkhianatan.
Tidak ada perundingan.
Tidak ada dialog.
Hanya tombak..
Hanya pedang.
Hanya teriakan.
-◆ Nyawa Para Penghafal Qur'an -
Tujuh puluh orang Penghafal Al-Qur'an.
Orang-orang yang hafal ayat tentang
sabar...
Kini diuji dengan kesabaran paling
berat. Mereka tidak lari.
Mereka tidak menyerah.
Mereka bertempur sampai tetes
terakhir.
Satu demi satu gugur.
Tubuh-tubuh suci itu jatuh di pasir
Najd.
Ada yang ketika terkena tombak
berkata:
"Demi Allah, aku telah menang!" Menang?
Ya.
Karena bagi mereka, syahid adalah kemenangan.
Namun... hati Rasulullah di Madinah...
Siapa yang memikirkan perasaan beliau?
Tangisan yang Tak Terlihat
Berita itu sampai ke Madinah.
Tujuh puluh sahabat terbaik.
Tujuh puluh penjaga wahyu.
Tujuh puluh ahli ibadah.
Habis.
Dibantai.
Rasulullah sangat terpukul.
Dalam riwayat disebutkan, beliau tidak pernah begitu berduka setelah Uhud seperti pada tragedi ini.
Selama sebulan penuh... Setiap shalat Subuh...
Beliau berdoa dalam qunut.
Suara beliau bergetar.
Beliau menyebut nama-nama kabilah yang berkhianat. Bukan karena dendam.
Tetapi karena luka.
Bayangkan...
Setiap Subuh.
Selama sebulan.
Tangisan yang ditahan.
Doa yang panjang.
Hati seorang Nabi yang kehilangan
murid-murid terbaiknya.
Yang paling menyayat, mereka berangkat bukan untuk perang.
Mereka berangkat untuk mengajarkan Al-Qur'an.
Mereka membawa ayat rahmat. Yang menyambut mereka adalah
tombak.
Dan bumi Najd menjadi saksi:
Bahwa orang-orang yang membawa
cahaya sering kali disambut kegelapan. Namun Langit Tidak Pernah Lalai.
Nyawa mereka tidak sia-sia.
Tragedi ini membuat kaum Muslimin lebih waspada.
Lebih kuat.
Lebih matang.
Dan nama mereka dicatat sebagai
syuhada yang agung.
Bukan karena menang perang.
Tapi karena mati saat membawa wahyu.
Jika hari ini kita bisa membaca Al-Qur'an dengan tenang...
ingatlah...
Ada orang-orang yang darahnya tertumpah karena ingin mengajarkannya.










.jpg)





