Tidak banyak yang mengenalnya.
Namun di Jayawijaya, Papua,
namanya dikenal oleh para ibu
dan anak-anak yang ia ajar.
—
Semangatnya tidak mengendur,
bahkan ketika dirinya sedang hamil.
Ia tetap aktif,
tetap hadir,
tetap menjalankan perannya.
—
Setelah buah hatinya lahir,
Ia tidak berhenti.
Setiap pekan,
ia mengajar para ibu dan anak-anak,
mengaji,
membaca,
dan belajar dasar-dasar agama.
—
Semua itu ia lakukan
di tengah kesibukannya
melanjutkan pendidikan di Wamena.
—
Ia juga tak ragu
mengantar dan menjemput para ibu
agar dapat kembali ke honai
(rumah khas suku Baliem),
meskipun jaraknya tidak dekat.
—
Perjuangan itu
akhirnya berbuah manis.
BSMI Jayawijaya,
bersama pihak terkait,
memberikan dedikasi
berupa perjalanan umrah.
—
“Alhamdulillah,
beliau terpilih untuk umrah gratis,”
demikian disampaikan
melalui akun resmi BSMI Jayawijaya.
—
Kisah ini kemudian
menyita perhatian publik,
dan sampai ke telinga
berbagai kalangan masyarakat Papua.
—
Aminatus Sadiyah,
seorang Muslimah Papua asli,
berasal dari Lembah Baliem,
Desa Wosilimo,
Wamena, Papua.
yang tetap berjalan,
mengajar,
dan mengabdi,
tanpa banyak bicara.
---
AJR

