Selasa, 24 Maret 2026

DARI IJAZAH PALSU KE PERANG DUNIA III



dr Tifauzia Tyassuma, M.Sc

Neuroscience Behavior, Neuropolitika


Bismillahirrahmanirrahiim.


Pasca Lebaran ini, 

Di saat banyak orang masih larut dalam hangatnya silaturahmi, saya mengingat bahwa tidak semua perjuangan mengenal hari libur.


Ada yang harus tetap berdiri, bahkan ketika semua memilih duduk.


Ada yang harus tetap bersuara, bahkan ketika diam terasa lebih aman.


Apa yang saya alami belakangan ini, tentang sebuah ijazah yang seharusnya sederhana, ternyata membuka lapisan yang jauh lebih dalam:

tentang kejujuran,

tentang keberanian,

tentang bagaimana kebenaran diperlakukan di negeri ini.



Lebaran mengajarkan kita kembali kepada fitrah.

Namun fitrah itu bukan sekadar saling memaafkan,

melainkan juga kembali kepada kejujuran yang sejati.


Jika kebohongan dibiarkan menjadi kebiasaan,

jika kebenaran harus bernegosiasi dengan kekuasaan,

maka sesungguhnya kita sedang berjalan menuju kehancuran tanpa kita sadari.


Dan di saat yang sama,

dunia sedang bergerak menuju ketegangan besar.


Perang Dunia III bukan lagi sekadar kemungkinan.

Ia sedang disiapkan, perlahan tapi pasti:

melalui pandemi,

melalui a rsenal nuklir,

melalui krisis energi,

melalui konflik geopolitik,

melalui ketidakstabilan global yang semakin nyata.


Pertanyaannya:

Apakah kita siap?


Bukan hanya secara fisik,

tetapi secara moral,

secara spiritual,

dan secara keberanian untuk berdiri di pihak yang benar.


Karena bangsa yang rapuh oleh kebohongan dari dalam,

akan sangat mudah runtuh oleh tekanan dari luar.


Pasca Lebaran ini, saya tidak akan berhenti.

Saya memilih untuk melangkah lebih jauh.

Saya akan membantu masyarakat, membantu umat,

mempersiapkan diri menghadapi multi krisis yang nyata di depan mata:

krisis pangan,

krisis energi,

krisis kesehatan,

dan krisis kemanusiaan yang bisa dipicu oleh Perang Dunia III.


Ini bukan tentang ketakutan.

Ini tentang kesiapan.

Ini tentang ikhtiar.


Kita harus belajar mandiri,

menguatkan komunitas,

menjaga kesehatan,

dan membangun ketahanan dari dalam.

Pasca Lebaran ini,

izinkan saya tidak hanya mengucapkan selamat,

tetapi juga mengajak:

Mari kita kembali kepada fitrah yang sesungguhnya: 

jujur, berani, dan berpihak pada kebenaran.


Dan bersiap,

karena masa depan tidak menunggu kita siap.

Kitalah yang harus menyiapkan diri.


Hasbunallah wanikmal wakil

Nikmal maula wanikman nashir

La haula wala quwwata ila billah


dr Tifa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar