Rabu, 07 November 2012

Pekan Peduli Orangutan (Part 2)

Berkunjung ke tempat konservasi Orangutan terbesar di Dunia merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan, dari pelabuhan Kumai di Kabupaten Kotawaringin Barat sebagai pintu masuk. Via klotok menghabiskan waktu empat jam perjalanan. Taman Nasional Tanjung Puting merupakan Taman Nasional yang namanya tak asing lagi bagi para peneliti orangutan, bagi para pecinta fotografi luar ruang juga menjadi sasaran tembak.Tak heran wisatawan manca negara serta domestik menyinggahinya.
Klotok sebagai transportasi menuju Taman Nasional Tanjung Puting

Mengapa semua tertarik pada Taman Nasional ini, tidak lain adalah Orangutan sebagai icon, di Dunia terdapat empat kera besar. Sebelum menjelaskan lebih dalam akan kita bedakan dulu apa itu kera dan siapa si monyet. Kera itu tidak berekor, sementara monyet itu berekor. Nah, di Dunia ada Gorila, Simpanse, Bonobo yang kesemuanya berambut hitam. Sementara satu lagi yakni Orangutan yang barambut coklat. Ada dua jenis orangutan dengan ciri rambut berbeda, yang pertama Orangutan Kalimantan dan yang ke dua Orangutan Sumatera.

Hewan ini menjadi indikator di Alam, ketika dia tidak ada lagi di hutan Sumatera dan kalimantan maka secara otomatis bisa di lihat hutannya bermasalah. Oh ya.. untuk di kalimantan pengecualian di daerah kalSel tidak ada Orangutan, sementara di Sumatera dari Lampung sampai disebagian Sumatera Utara tidak terdapat Orangutan. Ada selogan untuk dua Pulau ini "Manusia Perlu Hutan, Hutan Perlu Orangutan".

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman

Pekan Peduli Orangutan (Part1)

Harapan anak anak dan orang tua, juga harapan semua. Menghirup udara bersih tanpa polusi, sekarang dimana lagi bisa kita hirup udara tanpa timbel. Air bersih mengalir dari anak anak sungai yang bening dan sehat. Semuanya bisa kita dapatkan kembali jika kita mau menanam pohon. Bicara menanam pohon, Tuhan sudah Maha luar biasa menciptakan semuanya.

Hewan hidup tidak bisa tanpa keseimbangan dari yang lain. Manusia menjadikan semuanya makin sempit sementara hewan seperti orangutan dan yang lainnya terus menanam. Kita bayangkan saja, dari kebiasaan memakan buah buahan, banyak biji yang dibuang ke tanah, orangutan juga memotong ranting ranting pohon untuk dijadikan sarang. sinar matahari akan masuk, menyinari biji sampai biji menjadi bibit kemudian tumbuh besar menjadi pohon.

Itu kenapa orangutan disebut sebagi petani hutan, bulan November diperingati sebagai Pekan Peduli Orangutan. Tentunya itu hanya icon, karena semuanya pasti memiliki andil dalam keseimbangan. Saya teringat dengan perkataan Mahatma Gandhi "Bumi ini akan cukup untuk bermilyar umat manusia, tapi tidak untuk satu orang yang rakus". Selamat berpekan. Selamat memilih, jadi penghancur atau penyelamat.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman