Rabu, 04 Maret 2026

Sahabat Dekat Tercatat Dalam Sejarah

 Ketika Bung Hatta menangisi nasib Bung Karno yang diperlakukan semena-mena oleh Orde Baru



Di penghujung hayatnya Sukarno menjadi tahanan politik rezim Orde Baru. Hatta yang mendengar kondisi sahabatnya tersebut, menulis surat pada Soeharto dan mengkritik cara merawat Soekarno.


Di rumahnya Hatta duduk di beranda sambil menangis sesenggukan. Dia bicara pada Rachmi untuk bertemu dengan Bung Karno.  “Kakak tidak mungkin ke sana, Bung Karno sudah jadi tahanan politik.” 


Hatta menoleh pada istrinya dan berkata, “Sukarno adalah orang terpenting dalam pikiranku, dia sahabatku, kami pernah dibesarkan dalam suasana yang sama agar negeri ini merdeka. Bila memang ada perbedaan di antara kita itu lumrah tapi aku tak tahan mendengar berita Sukarno disakiti seperti ini.”


Hatta menulis surat kepada Soeharto untuk bertemu Soekarno. Surat Hatta langsung disetujui, dia diperbolehkan menjenguk Bung Karno di Wisma Yaso, Jakarta. 


Pertemuan terakhir mereka terjadi di Rumah Sakit Gatot Subroto, Jakarta, 20 Juni 1970 sore. Dengan hati-hati Hatta menghampiri sahabat itu. Bung Karno yang semalam koma mendadak tersadar dengan kehadiran Hatta. 


Berkata lirih Bung Karno kepada Bung Hatta, “Hatta... kau di sini? 


Hati Bung Hatta seperti teriris-iris melihat sahabatnya yang tergolek tak berdaya tersebut. “Ya... bagaimana keadaanmu, No..?”


Sambil menyembunyikan kepedihan hatinya, Hatta memegang lembut tangan Bung Karno. Bung Karno melanjutkan sapaan lemahnya dalam bahasa Belanda, “Hou gaat het met jou..?” 


Hatta benar-benar tak kuasa menahan derasnya arus kesedihan mendengar sahabatnya menyapanya dalam bahasa Belanda yang mengingatkannya pada masa nostalgia perjuangan. Apalagi, usai berkata-kata lemah, Bung Karno terisak. 


Hatta yang dingin dan tak terbiasa memperlihatkan perasaannya kali ini tak kuat membendung air matanya. Kedua teman lama yang sempat berpisah itu saling berpegangan tangan erat seolah tak mau lepas. Keduanya bertangis-tangisan. 


“No...” Hanya kata itu yang sanggup Hatta ucapkan..... 


Sukarno minta Hatta untuk memasangkan kaca mata agar bisa melihat sahabatnya itu lebih jelas. .... selanjutnya, Bung Karno hanya diam, mata keduanya bertatapan.


Saat itu tidak ada lagi perbedaan politik di antara keduanya. Hatta tahu, waktu yang tersedia bagi orang yang sangat dikaguminya ini tidak akan lama lagi. Demikian dekatnya hubungan kedua insan ini, hingga di saat-saat terakhir pun Bung Karno masih menunggu Bung Hatta menjenguk, baru kemudian esok harinya ‘pergi’.


Tugas sejarah telah dituntaskan oleh keduanya. Dwitunggal Sukarno-Hatta meninggalkan kesan dan teladan yang mendalam bagi bangsa ini. Sebuah persahabatan sejati putra terbaik negeri yang kini makin jarang ditemui.


Baca artikel selengkapnya di sini https://intisari.grid.id/read/034358635/bung-hatta-jauh-di-mata-tapi-dekat-di-hati-bagi-bung-karno


#sukarno #hatta #soekarno #ordebaru

Tidak ada komentar:

Posting Komentar