Jumat, 20 Februari 2026

Tanpa Digaji

 Tidak banyak yang mengenalnya.


Namun di Jayawijaya, Papua,

namanya dikenal oleh para ibu

dan anak-anak yang ia ajar.



Semangatnya tidak mengendur,

bahkan ketika dirinya sedang hamil.


Ia tetap aktif,

tetap hadir,

tetap menjalankan perannya.



Setelah buah hatinya lahir,

Ia tidak berhenti.


Setiap pekan,

ia mengajar para ibu dan anak-anak,


mengaji,

membaca,

dan belajar dasar-dasar agama.



Semua itu ia lakukan

di tengah kesibukannya

melanjutkan pendidikan di Wamena.



Ia juga tak ragu

mengantar dan menjemput para ibu


agar dapat kembali ke honai

(rumah khas suku Baliem),


meskipun jaraknya tidak dekat.



Perjuangan itu

akhirnya berbuah manis.


BSMI Jayawijaya,

bersama pihak terkait,


memberikan dedikasi 

berupa perjalanan umrah.



“Alhamdulillah,

beliau terpilih untuk umrah gratis,”

demikian disampaikan

melalui akun resmi BSMI Jayawijaya.




Kisah ini kemudian

menyita perhatian publik,


dan sampai ke telinga

berbagai kalangan masyarakat Papua.



Aminatus Sadiyah,

seorang Muslimah Papua asli,

berasal dari Lembah Baliem,

Desa Wosilimo,

Wamena, Papua.


yang tetap berjalan,


mengajar,

dan mengabdi,


tanpa banyak bicara.


---


AJR

Tidak ada komentar:

Posting Komentar