Selasa, 03 Juni 2014

Tujuh Buah Yang Disebutkan Dalam Al Qur'an

Berikut adalah nama nama buah yang disebutkan dalam Al Qur'an, kisah kisahnya juga sangat menarik untuk dibaca, jadi tunggu apalagi ?!


1. Buah Khuldi
Buah Khuldi adalah buah terlarang dari surga yang telah menyebabkan Bapak (Nabi Adam as.) kita dan Ibu (Siti Hawa) kita diturunkan dari surga akibat memakan buah ini. Seperti apa yang telah tertulis dalam Al Qur'an. Allah berfirman :
فَدَلَّىٰهُمَا بِغُرُورٍ ۚ فَلَمَّا ذَاقَا ٱلشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْءَٰتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ ٱلْجَنَّةِ ۖ وَنَادَىٰهُمَا رَبُّهُمَآ أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَن تِلْكُمَا 
 ٱلشَّجَرَةِ وَأَقُل لَّكُمَآ إِنَّ ٱلشَّيْطَٰنَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُّبِينٌ
"Maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: "Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?" (QS. Al-A'raaf : 22)
فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ ٱلشَّيْطَٰنُ قَالَ يَٰٓـَٔادَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَىٰ شَجَرَةِ ٱلْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَّا يَبْلَىٰ
"Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?" (QS. Thaha : 120)
فَأَكَلَا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْءَٰتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ ٱلْجَنَّةِ ۚ وَعَصَىٰٓ ءَادَمُ رَبَّهُۥ فَغَوَىٰ
"Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia." (QS. Thaha : 121)
Kami tidak tahu persis buahnya seperti apa. Namun, ada belasan buah yang dianggap sebagai buah khuldi. Lima diantaranya adalah buah pohon fig/ara, anggur, tomat, apel dan gandum.

2. Buah Anggur
Anggur merupakan salah satu tanaman yang dikenal umat manusia sejak lama.  Anggur sudah dikenal sejak masa Nabi Nuh as. Tanaman yang berbuah manis dan lezat itu tumbuh merambat ke atas, berlawanan arah dengan ujung kuncupnya, dan searah dengan penopang anggur. Buah yang rasanya lezat itu, disebutkan dalam Alquran sebanyak 14 kali. Salah satunya adalah pada QS. An-Nahl ayat 11 yang berbunyi :

يُنۢبِتُ لَكُم بِهِ ٱلزَّرْعَ وَٱلزَّيْتُونَ وَٱلنَّخِيلَ وَٱلْأَعْنَٰبَ وَمِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
"Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan." (QS. An-Nahl : 11)
Buah anggur ini sangat baik untuk dimakan baik ketika masih segar ataupun sudah kering. Anggur merupakan buah yang mudah dicerna, dapat menggemukan, dan dapat menyuplai gizi yang yang cukup. Anggur hijau maupun merah memiliki khasiat yang sama, keduanya bisa dimanfaatkan untuk menjadi buah, makanan, minuman, maupun sebagai obat.

Sebagai obat, anggur memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi. Tahlbah mengungkapkan, anggur diyakini bisa mengobati batuk, memurnikan darah, membersihkan usus, pencernaan, bahkan bermanfaat untuk orang-orang yang terkena penyakit lambung. Tak hanya itu, anggur juga bisa dimanfaatkan bagi siapa saja yang henda melakukan diet (mengatur pola makanan).
Jus anggur, menurutnya, bisa membantu penyembuhan dari penyakit hemaroid (wasir), gangguan pencernaan, batu ginjal dan gangguan kantong empedu. Untuk itu, para peneliti menganjurkan untuk meminum segelas jus anggur, sebelum sarapan dan sebelum makan malam.

Bahkan meminum segelas anggur sebelum tidur juga bisa membantu anda untuk tidur nyenyak tanpa insomnia yang mengganggu. Jus anggur juga baik untuk orang-orang yang keracunan, keletihan atau dalam masa penyembuhan atau terkena batu ginjal (kencing batu).
3. Buah Tin
Buah Tin tidak ada di daerah Hijaz maupun Madinah. Al Qur’an hanya menyebutkan sekali dan di satu tempat saja, yaitu dalam QS. At-Tiin ayat 1.

Buah Tin mengandung unsur gula yang sangat tinggi dan juga mengandung garam utama, seperti kalsium, fosfor, besi dan sejumlah vitamin, seperti vitamin A dan B. Selain itu, juga mengandung vitamin K yang masuk dalam proses pembekuan darah dan berfungsi menghentikan pendarahan.

Manfaat dari buah tin adalah sebagai berikut :
- Untuk mengobati susah buang air besar
Seduhlah 3 sampai 4 butir buah tin kering dalam gelas yang berisi air dingin pada sore hari, lalu pada pagi harinya buah ini dimakan dan airnya diminum.

- Untuk mengobati penyakit usus atau lambung
Potong 6 sampai 7 buah tin kering, lalu tenggelamkan dalam minyak zaitun, dicampur beberapa potong jeruk nipis, lalu biarkan selama satu malam penuh dan potongan-potongan buah tin ini bisa dimakan beserta airnya pada pagi hari.

- Untuk mengobati luka dan bisul
Balutkan buah tin yang kering yang telah dididihkan dengan susu untuk memecah buah tin yang kering ini agar terbuka bagian dalamnya secara keseluruhan. Didihkan selama beberapa menit dengan susu biasa. Setelah dingin, tutuplah luka dengan ramuan ini dan letakan bagian dalam buah tin ini tepat diatas luka, lalu ikat dengan kain dan perbarui pembalutan ini tiga sampai empat kali dalam sehari.

- Untuk mengobati haid yang tidak teratur
Didihkan 25-30 daun tin dalam satu liter air, lalu minum. Ramuan ini untuk mengobati batuk juga gangguan haid, dan melancarkan haid. Ramuan ini berfungsi juga untuk obat kumur dan menyembuhkan peradangan pada gusi.

- Seduhan buah tin kering
Ramuan ini dapat membantu emperlancar kencing dan ASI.

4. Buah Zaitun
Dalam QS. An-Nahl ayat 11, Allah berfirman :

يُنۢبِتُ لَكُم بِهِ ٱلزَّرْعَ وَٱلزَّيْتُونَ وَٱلنَّخِيلَ وَٱلْأَعْنَٰبَ وَمِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
"Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan." (QS. An-Nahl : 11)

Manfaat buah zaitun tidak hanya terbatas pada asam linoleik. Misalnya, unsur klorin yang dikandungnya dapat meningkatkan fungsi liver lebih sempurna, sehingga dengan begitu memfasilitasi tubuh dalam mengeluarkan bahan buangan. Karena juga memberi sumbangan pada kerangka tubuh, buah zaitun dengan demikian membuat tubuh jadi kuat dan panjang usia. Unsur-unsur tersebut juga baik untuk serabut arteri otak.

Selain manfaat-manfaat yang sudah disebutkan itu, minyak zaitun adalah sumber penting bagi gizi manusia. Berbeda dengan mentega padat, minyak zaitun tidak meninggikan tingkat kolesterol di dalam darah; sebaliknya minyak ini tetap mengendalikannya. Karena itu, para dokter sangat menganjurkan pemakaian zaitun dalam hal masak-memasak. Sementara itu, apakah dalam keadaan panas atau dingin, minyak zaitun mengurangi jumlah asam pencernaan dan dengan demikian melindungi perut dari penyakit-penyakit radang usus dan sakit mag. Minyak zaitun juga membuat teraturnya gerakan kantong empedu.

Penelitian juga telah mengungkapkan bahwa minyak zaitun memiliki kemampuan tertentu untuk mencegah timbulnya penyakit urat darah koroner melalui pengurangan level LDL, sejenis kolesterol yang mengganggu kesehatan, sementara meninggikan tingkat kolesterol yang bermanfaat untuk kesehatan HDL di dalam darah.

Vitamin E, A, D, dan K dalam darah sangat penting untuk pertumbuhan tulang dan kadar mineral dalam tubuh anak-anak dan orang dewasa. Ia memperkuat tulang-belulang dengan cara menstabilkan kalsium. Minyak zaitun merupakan unsur vital dalam membangun organisme-organisme tubuh. Unsur-unsur antioksidan semacam ini dan asam-asam lemak seperti asam linoleik, yang sangat penting bagi manusia, memperbanyak hormon dan sintesis membran sel-sel biologis. Karena vitamin-vitamin ini memperbaharui sel, mereka juga digunakan untuk mengatasi keluhan-keluhan yang terkait dengan usia seseorang dan perawatan kulit.

5. Buah Pisang
Buah Pisang adalah buah yang disebut dalam Al Qur'an sebagai salah satu buah-buahan surga. Seperti dalam QS. Al-Waqi'ah ayat 29. Dalam surat tersebut Allah berfirman :

وَطَلْحٍ مَّنضُودٍ
"Dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya)," (QS. Al-Waqi'ah : 29)
Seperti semua karunia lainnya, buah pisang yang dinikmati para penghuni surga tentu akan jauh lebih sempurna dari pisang yang dapat dibayangkan kini tersedia di dunia. Betapapun, pisang-pisang yang tersedia di surga tidak pernah jadi busuk dan akan memiliki rasa dan wangi yang tidak mungkin kita bayangkan sekarang. Namun, di dunia ini pun Allah sudah menciptakan sejenis buah yang sangat mirip dengan yang ada di surga dan telah menyediakannya untuk kita.

Buah Pisang adalah buah yang sangat bergizi, terdiri atas air (75%), protein (1.3%) dan lemak (0.6%). Tiap buah pisang juga mengandung karbohidrat dan potassium dalam jumlah cukup. Di samping menolong menyembuhkan banyak penyakit, pisang sangat dianjurkan untuk penyembuhan demam, gangguan sistem kerja pencernaan, kejang-kejang, dan terkilir. Tingginya jumlah potassium yang dikandungnya (0.24%) memfasilitasi pembuangan ampas dari tubuh.

6. Buah Delima
Dalam QS. Al-An'aam ayat 141, Allah berfirman :

وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَنشَأَ جَنَّٰتٍ مَّعْرُوشَٰتٍ وَغَيْرَ مَعْرُوشَٰتٍ وَٱلنَّخْلَ وَٱلزَّرْعَ مُخْتَلِفًا أُكُلُهُۥ وَٱلزَّيْتُونَ وَٱلرُّمَّانَ مُتَشَٰبِهًا وَغَيْرَ مُتَشَٰبِهٍ ۚ كُلُوا۟ مِن ثَمَرِهِۦٓ إِذَآ أَثْمَرَ وَءَاتُوا۟ حَقَّهُۥ يَوْمَ حَصَادِهِۦ ۖ وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ
"Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al-An'aam : 141)
Buah Delima adalah sejenis buah lain yang disebutkan di dalam Al-Qur`an, mengandung potassium yang besar volumenya, selain dari mineral-mineral lain seperti fosfor, kalsium, besi, dan sodium, dan vitaman-vitamin A, B1, B2, B3, dan C. Bereaksi bersama sodium, potassium mengatur ekuilibrium air tubuh dan menjaga detak jantung agar tetap normal. Dengan memelihara keseimbangan kadar potassium-sodium, buah ini juga menunjang kepekaan saraf dan otot agar berfungsi secara teratur, mencegah edema, dan mengurangi kadar gula yang beredar di dalam darah. Buah Delima menghilangkan rasa letih otot dan memungkinkannya bergerak dengan mudah, dan juga menguatkan jantung.

7. Buah Kurma
Buah Kurma, buah-buahan yang disebut dalam surah Maryam, pohonnya tumbuh di padang gersang bersuhu panas dan banyak manfaatnya. Allah mengindentifikasikan khasiat penyembuhan dari buah ini dengan menceritakan pada Maryam, yang sedang menghadapi persalinan, supaya makan daging buah kurma.

"Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: 'Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, maka makan, minum, dan bersenang hatilah...." (QS. Maryam : 24-26)

Allah mempunyai maksud tertentu dengan menyeru kita untuk memperhatikan buah kurma. Dengan meneliti isi kandungan buah ini akan membuat kita lebih paham tentang maksud Ilahi itu. Kurma, dengan kandungan 50% gula, sungguh sangat bergizi karena daging buahnya terdiri atas fruktosa dan glukosa yang keduanya berkalori tinggi, dan mudah serta cepat dicerna. Kandungan gulanya menenangkan saraf yang gelisah serta memberikan rasa aman pada kejiwaan. Sudah pasti tiap persalinan selalu mengeluarkan banyak darah, yang dengan sendirinya jumlah gula darah yang tertumpah karenanya cukup banyak. Karena gula yang lenyap itu harus diganti, keterlibatan kurma, seperti pada persalinan Maryam, nyata benar manfaatnya sebagai tambahan. Kurma juga mengurangi tekanan darah. Meskipun daging sangat besar manfaatnya, tapi tidaklah sebanding dengan lebih besarnya manfaat kurma segar dalam segala hal. Mengonsumsi terlalu banyak daging, yang tak terbantahkan mengandung banyak protein, tidaklah mustahil pada saat yang sama dapat mengakibatkan keracunan. Jadi, makanan-makanan ringan seperti sayur-sayuran, buah-buahan, yang tentu saja mudah dicerna, hendaknya lebih menjadi pilihan.

Di saat yang sama, kurma segar memberikan manfaat besar kepada otak. Buah Kurma, dengan kandungan 2.2% protein, juga berisi banyak jenis vitamin A, B1, dan B2. Protein-protein ini melindungi tubuh dari serangan penyakit dan infeksi, menunjang sel-sel tubuh memperbaharui diri, dan menyeimbangkan cairan-cairan tubuh. Vitamin A meningkatkan kemampuan pandangan mata dan kekuatan badan, juga kekuatan tulang dan gigi. Vitamin B1 memfasilitasi jaringan saraf berfungsi sehat sempurna, menunjang tubuh mengubah karbohidrat menjadi energi, mengatur selera makan dan pencernaan, serta memberdayakan metabolisme berasal dari protein dan lemak. Vitamin B2 memfasilitasi pembakaran protein-protein yang disebutkan tadi, karbohidrat, dan lemak yang diperlukan untuk penyedian energi dan pembaharuan sel.

Di samping itu, kurma juga mengandung banyak mineral yang esensial bagi tubuh (seperti potassium, sodium, kalsium, besi, mangan, dan tembaga). Bila potassium dan sodium bekerja bersamaan, mereka bertindak selaku pengatur ritme detak jantung. Dengan menfasillitasi pengalihan oksigen ke otak, potassium dapat memberdayakan pikiran jernih. Lebih jauh lagi, ia menyediakan kandungan alkali secukupnya pda cairan tubuh, merangsang ginjal mengeluarkan sampah-sampah racun metabolis, membantu menurunkan tekanan darah tinggi, dan menunjang pembentukan kulit sehat.

Itulah beberapa buah yang terdapat dalam Al Qur'an. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari apa yang telah Allah turunkan kepada kita semua. Sekian dan terima kasih. Semoga bermanfaat.

Senin, 02 Juni 2014

Suhail bin Amr RA

Suhail bin Amr adalah seorang yang mempunyai kemuliaan dan kedudukan tinggi di kalangan kaum Quraisy. Dia ditunjuk mewakili kaum musyrikin Makkah ketika terjadi perjanjian Hudaibiyah dengan Nabi SAW, dan dengan pongahnya ia menolak ketika Nabi SAW meminta perjanjian itu dibuka dengan "Bismillahirrahmanirrahiim." Ia berkata, “Demi Allah aku tidak tahu, siapa itu Ar Rahman? Tetapi tulislah, Bismika Allahumma…!!”
Nabi SAW mengalah, begitu juga ketika Ali bin Abi Thalib, penulis perjanjian itu menulis nama, "Muhammad, utusan Allah." Segera saja Suhail berkata, “Andaikata kami tahu (yakin) bahwa engkau Rasul Allah,, kami tidak akan menghalangimu masuk Masjidil Haram dan tidak pula memerangimu. Karena itu tulislah : Muhammad bin Abdullah!!”
Ali menolak untuk mengubahnya, tetapi Nabi SAW mengalah dan memerintahkan Ali untuk menggantinya seperti permintaan Suhail. Kemudian beliau bersabda, “Bagaimanapun aku adalah Rasul Allah sekalipun kalian semua mendustakan aku!!”
Sikapnya itu sangat disesalinya ketika kemudian ia menjadi Islam dan mengikuti Haji Wada' bersama Rasulullah SAW. Di Mina, Suhail menyerahkan unta kurbannya kepada Nabi SAW, dan beliau sendiri yang menyembelihnya. Suhail memunguti dan mengumpulkan rambut Rasulullah SAW waktu tahallul, sambil menangis dan bertobat, menyesali perbuatannya saat perjanjian Hudaibiyah tersebut, Potongan rambut beliau itu diletakkan di atas matanya.
Ketika terjadi Fathul Makkah, dimana Nabi SAW bersama hampir seluruh kaum muslimin memasuki Makkah dengan penuh kemenangan atas kaum musyrikin, Suhail mengunci diri dalam rumahnya. Ia merasa tidak aman dari pembunuhan karena sikap permusuhannya terhadap Islam selama ini, karena itu ia menyuruh anaknya, Abdullah bin Suhail, menemui Nabi SAW untuk meminta perlindungan.
Ketika Abdullah bin Suhail menghadap Nabi SAW dan menyampaikan maksud bapaknya ini beliau bersabda, "Ya, ia aman dengan perlindungan dari Allah, maka hendaknya ia menampakkan dirinya."
Dan Nabi SAW berpaling pada kaum muslimin di sekeliling beliau dan bersabda,   "Barang siapa bertemu dengan Suhail, janganlah ia memandangnya dengan pandangan amarah. Biarkan ia keluar, demi hidupku, sesungguhnya Suhail mempunyai kemuliaan dan kebijaksanaan, tidak mungkin orang seperti dia tidak tahu tentang Islam. Dan sungguh ia telah menyaksikan bahwa kuda yang ia pacu dengan cepat untuk melawan kaum muslimin tidak bermanfaat sama sekali!!"
Setelah Abdullah kembali dan melaporkan apa yang didengar dan dilihatnya, Suhail berkata, "Demi Allah, beliau adalah orang yang sangat baik, ketika masih muda ataupun setelah tua."
Namun pengakuannya ini belum membuatnya mantap mengikuti risalah yang dibawa Nabi Muhammad SAW.                                                                                     
            Selagi Nabi SAW dan kaum muslimin masih berada di Makkah, kabilah-kabilah Arab yang tidak mau tunduk pada Nabi SAW dan merasa kuat, bersatu untuk memerangi kaum Muslimin. Mereka bermarkas di dekat Hunain, sepuluh mil lebih dari Arafah. Nabi SAW mengerahkan pasukan muslimin dan beberapa kabilah yang bersekutu, walaupun belum memeluk Islam, dan Suhail ikut serta dalam peperangan ini. Sekembalinya dari pertempuran, di daerah bernama Ji'ranah, Suhail menyatakan dirinya memeluk Islam, dan Nabi SAW memberikan bagian ghanimah perang Hunain.
Pada masa Khalifah Umar bin Khaththab RA, ia bersama beberapa pembesar Quraisy yang telah memeluk Islam, di antaranya Abu Sufyan bin Harb dan Harits bin Hisyam akan menemui khalifah, tetapi tertahan di depan pintu rumah karena Umar belum mengijinkannya. Beberapa saat kemudian muncul Shuhaib, Bilal dan Ammar yang langsung diijinkan masuk oleh Umar.
Abu Sufyan dan beberapa lainnya terlihat marah melihat perlakuan Umar tersebut, tetapi Suhail berkata, "Wahai kaumku, sesungguhnya aku telah melihat apa yang ada di wajah kalian. Sekiranya kalian ingin marah, marahlah pada diri kalian sendiri. Kita semua diseru kepada Islam, mereka bersegera menyambutnya, tetapi kalian terlambat. Sungguh keutamaan yang telah mereka peroleh dahulu lebih banyak yang terluput dari kalian, daripada sekedar keistimewaan pintu Umar yang kalian berlomba memasukinya." 
Menyadari kekurangannya ini, Suhail memutuskan meninggalkan tanah kelahirannya, Makkah Mukarramah, untuk bergabung dengan pasukan yang berjaga di garis depan di Syam. Ketika berangkat disertai Abu Said bin Fadhalah, salah seorang sahabat Nabi SAW, Suhail berkata, "Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Berdirinya seseorang di jalan Allah walau sesaat, lebih baik daripada amal sepanjang hidupnya.' Sungguh aku akan berjaga berjaga di garis depan dan tidak akan kembali lagi ke Makkah."
            Suhail tetap berada di Syam bersama pasukan yang berjuang di sana, hingga akhirnya wafat karena wabah penyakit tha'un yang melanda kota Amawas.