Jumat, 06 November 2015

Dari Tempat Itu

Suara ombak, pohon waru, jaring koyak, pecahan karang di ujung kaki. Kali ini ingin ku cemburu, pada kuda kuda yang bekerja pada tuannya. Melangkah membawa kebutuhan warga dari dermaga ke tengah Pulau, kemudian kembali membawa material untuk bahan bangunan rumah tuannya.

Anak anak kecil tanpa sepatu, pergi ke sekolah. Meninggalkan tamu dari Eropa,  yang oleh mereka dipanggil bule. Di bawah pohon asam disaksikan kelapa tinggal sedepa. Oy...., pulau ini makin sesak, bau nyinyir limbah makanan laut, Oy...., pulau ini berat.

Berat oleh akal akalan Pemda yang menjual tempat atas nama pariwisata, kong kali kong bagus di cacing. Pulau ini makin tua, bersama penghuni tua yang makin tersingkir,  bersama adat istiadat yang mau istirahat karena melihat budaya latah negeri tetangga.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman

Lombok 2014. 

Perlahan

Aroma debu di bawah pohon berduri, jauh dari dinding dinding pelepah rumah orang Belu. Sebelumnya terik menyapa ubun ubun di kepala, lahirkan keringat nyata.

Di dekat pasar tua,  suara walet, tebing Wakatimun melamun, babi babi gemuk dipelihara warga. Orang orang tua para lelaki dan wanita, mulutnya merah mengunyah sirih.

Angin lalu menyapa malam malam yang kering. Indonesia kah ini,  meninggalkan masa lampau yang perlahan disinggung pendatang, perlahan kalah,  perlahan ditundukkan negeri tetangga.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman