Selasa, 03 Februari 2015

Stacia UMJ

Berkegiatan di alam terbuka memerlukan persiapan yang matang,  fisik yang prima dengan melihat waktu yang tepat untuk bepergian. Dalam rangka itu maka kami mencoba membangun diri, belajar dengan mengamati serta merasakan sekitar maka kita akan peka.

Pada malam hari kami belajar sosiologi pedesaan, manajemen perjalanan serat jurnalistik alam bebas. Pagi ini kami mulai berdoa,  memasak serta belajar memahami lebih jauh tendang kejujuran alam.

Pada hembusan angin pagi, air yang mengalir, matahari yang menepati janji, hujan serta badai yang mengajarkan kami bangkit, ya.. Untuk itu Stacia lahir.

Bahasa yang berasal dari bahasa jerman kuno "STACIA" yang berarti kebangkitan. Teringat lagu mars kami yang dalam satu baitnya "ku ubahlah penghalang jadi peluang, hadapilah semua dengan kebersamaan,  bersama menyongsong masa depan". teruslah bangkit Stacia ku, tumbuhlah bersama tekad yang menyertai.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman


Minggu, 01 Februari 2015

Brebes pagi ini

Pagi ini saya berjalan di sekitar stasiun Tanjung di Brebes. Daerah ini memang masih dikuasai pertanian, seperti diketahui selain padi Brebes memiliki ikon lainnya yakni bawang merah dan telur asin.

Brebes berada di utara Jawa, dia juga merupakan salah satu perlintasan kendaraan di jalur Pantura. Siapa kira daerah yang memiliki area hijau namun juga terdapat genangan air dimana mana.

Anehnya daerah ini juga mengalami krisis air, sedikitnya di musim kemarau 12 daerah di Brebes mengalami kekeringan. Jadi bisa dibandingkan jika suatu daerah tidak memiliki resapan air dan area hijau, bisa makin merasakan bahwa air bersih adalah barang yang mahal.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman