Kamis, 05 September 2013

Cerita tentang Ubi

Tanggal 19 Juli 2013 saya merapat di Banggai, salah satu kabupaten yang ada di Sulawesi Tengah, tepatnya di Kabupaten Banggai Kepulauan. Alamnya indah, meski sebagian besar pulaunya adalah daerah kapur namun selalu saja ada kelebihannya dalam daerah yang penuh dengan keterbatasan, akses jalan yang kadang rusak, runtuhan pohon yang menghalangi jalan tidak menyurutkan kami untukmenghampiri daerah Lumbi lumbia yang menjadi pusat kota dari Kecamatan Buko Selatan.
Ubi Banggai yang kerap ditanam di kebun dan pekaangan (foto.fadlik)

Di sepanjang jalan menuju Lumbi lumbia banyak sekali pemandangan yang membuat saya takjub, pohon bakaunya yang masih terjaga dengan baik, nyiur melambai dibawa tiupan angin serta pemandangan jernih lautnya yang bisa dipandang sampai ke dasar. Pada saat itu bertepatan dengan bulan Ramadhan 1434 H.
Ubi Banggai

Tak terasa matahari ingin merapat keperaduan, sebentar lagi waktu berbuka akan tiba. Tak lupa dari ingatan suguhan di atas meja makanan khas Banggai, bentuknya seperti kue gemblong dengan gula merah membalutinya. Ketika digigit sedikit, rasanya renyah, tak tertahankan. Bapak Dominggu memberitahukanku bahwa itu adalah Ubi Banggai. "Gillaa.. luar biasa enak", makanan itupun habis tiga ku makan.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman

Kadal di Sulawesi

Kadal adalah hewan reptil yang berukuran kecil, hewan ini memiliki sisik lembut dan berkaki empat, bentuknya lebih besar dari cicak, seukuran toke namun lebih ramping dan panjang. Kerabatnya mencakup cicak, tokek, bunglon, biawak, iguana sampai saudaranya yang terbesar yakni komodo. Hewan ini biasanya hidup di atas tanah, serasah dengan seluruh tubuh berkilau.
 Kadal hijau yang ditemukan di Desa Sapelang Kecamatan Buko Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tengah (Foto : Firdha Amelia)

Kadal yang saya temui di Kabupaten Banggai Kepulauan berwarna hijau, bahkan ada yang berekor biru. Gerakannya cepat sehingga sulit ditangkap, menyelinap di dalam serasah daun kering, makanannya beragam, mulai dari buah buahan, serangga,amfibia, mamalia kecil, bahan nabadi dan banyak yang lainnya. Kadal yang kecil memakan lalat, nyamuk, ngengat,katak kecil dan kupu kupu, untuk itu tak heran jika kadal kita temui banyak ditumpukan sampah yang tak terurus.

Kadal Ekor Biru yang ditemukan di Desa Okumel, Kecamatan Liang, Kabupaten Banggai Kepulauan, Provinsi Banggai Kepulauan (Foto : Fadlik)

 Di alam ini ada juga kadal yang berbisa, namun kita yang hidup di Indonesia tak perlu khawatir, karena kedua kadal berbisa itu hidup di Mexico dan barat daya Amerika. Gigitan Kadal sebelumnya diyakini membawa pembengkakan dan iritasi, namun kita tidak perlu khawatir, bisa yang dikeluarkan Kadal keluar secara berangsur angsur melalui lendirnya, jadi tidak sama dengan gigitan ular berbisa yang langsung menyuntikkan taringnya ke sel otot atau syaraf yang dimangsanya.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman