Selasa, 04 Juni 2013

Kacang Ijo Madura Pak Ahmad

Pak Ahmad berjualan Kacang Hijau Madura dari tahun 1997 di Jl. Pulau Buru, Denpasar. Yang mengagetkan adalah harga perporsinya yang sangat terjangkau. Satu mangkok besar dihargainya Rp. 4.000,-, bayangkan, dari mulai anak SD sampai "Pengacara" pasti dong bisa belanja disini. Lokasinya strategis. Jika anda selama ini telah mengetahui Jalan Sulawesi Denpasar sebagai pusat grosir terbesar di Bali, maka Bubur Kacang Ijo Pak Ahmad nggak jauh dari jalan Sulawesi, lebih kurang 200 meter.

Suasananya santai, tidak terlalu ramai. Rasa gurih kacang hijaunya sampai ke badan, terlebih jika anda makan sehabis hujan. Menu tambahan lainnya adalah sate ubi olahan yang diberi parutan kelapa. Uniknya dari Kacang Ijo ini menu dampingannya adalah ketan putih, bukan hitam. Kenapa rasanya gurih ?, beliau membuat ramuan dengan gula pasir, seperempat sendok tah vanili bubuk, seperempat sendok teh garam, 3 cm jahe kupas, 3 liter santan dan menu rahasia lainnya.

Coba tebak, biasanya kalau di kacang ijo ada menu tambahan apalagi, ya.. roti bantal dicelup dalam santan yang kental, lembut ditelan, nikmat tak terelakkan. Jadi jika anda main ke Bali, mampirlah ke Denpasar, disana ada Kacang Ijo Pak Ahmad dengan kocek sangat terjangkau. Oh ya.. kalau buburnya mau rasa berbeda bisa menambahkannya dengan es. Namanya juga sedia Es Bubur Kacang Ijo. Salamat mencoba.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman

Senin, 03 Juni 2013

Roti Cane dan Teh Tarik

Menikmati Roti Cane khas India, dengan harga terjangkau di Bali. Anda bisa menghampiri daerah Jimbaran, lebih kurang 3 kilometer dari kampus Bukit Udayana dan 5 Kilo dari Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali.
Roti cane kini merebak di Nusantara, Malaysia, Singapura bahkan China, makanan ini mirip sekali dengan makanan orang orang Sumatera yang dekat sekali dengan kari. Di Indonesia Roti Cane kari kambing sering disebut sebut dengan makanan Khas Aceh. Bahkan konon asalnya dari Bangladesh. yang jelas ini adalah resep turun temurun, karena rasanya maka masakan ini menjadi abadi.

Karinya yang kuat dengan aneka rempah yang lebur menjadi satu, ada jinten, kapulaga, bunga lawang, merica, kayu manis yang melahirkan aroma harum penggugah selera. Teksturnya juga kental dengan rasanya yang pedas menampar bibir karena ada paduan cabe dan merica. Ditambah dengan Roti Cane yang empuk, di dalamnya dilapisi parutan keju. Makin menagih selera. Kalau uda gini tinggal mikirin minumnya. Nah ini ada teh tarik, kenapa namanya demikian, lihat nih gambar di bawah.
Wadoh, nggak takut tumpah tuh bang ?, abangnya bilang "sudah biasa". Giliran saya minum nggak lagi biasa tapi RruarR BiasSa..'. Rasanya gurih, aromanya mengepul satu dalam rasa, baru nyium aja kaya uda sampe di tenggorokan. Biasakan minumnya tanpa sedotan, jadi berasa banget sruput sruputnya. Kenapa nggak pake sedotan ?, makenya cuma lima menit, sampahnya 50 tahun bertahan.
Sruput,sruput. Teh tarik tanpa pengawet. Selamat mencoba.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman