Minggu, 03 Juni 2012

Menyelesaikan permasalahan bersama

Manusia memiliki kemampuan dan beberapa hal yang belum dimilikinya, hal inilah yang menjadi menarik. Seorang guru berkeluh tentang anak didiknya yang susah sekali untuk belajar, mungkin guru belum menemukan metode yang pas untuk mengajari murid. Jadi bisa dipastikan bahwa perbedaan harusnya bisa mengajak kita untuk sama sama belajar, dalam tim ketika berbeda harusnya tim tersebut bisa menjadi kaya. Misalnya dalam satu tim sepak bola, ketika semuanya penyerang maka tim tersebut tidak akan kuat, harus ada yang menjaga gawang, disiplin pada posisinya masing masing.


menyelesaikan satu masalah yang ditemui bersamaKadang kordinator belum bisa memberikan contoh yang baik, bagaimana kita bisa memberikan pemahaman pentingnya posisi kordinator atau kapten kesebelasan sehingga kita bisa sama sama menyelesaikan permasalahan yang ada pada tim. Dalam melakukan aktivitasnya kadang kala kita memiliki benturan baik itu disengaja maupun tidak, hal ini harus diperhatikan sebagai smangat membangun untuk tim bukan menghancurkan. Dalam analogi melakukan sebuah perjalanan dikala kita ingin mencapai suatu yang sama maka kita akan sama sama bewujudkannya. Hal ini terjadi pada saat ingin memperoleh kemerdekaan, atau dalam tim sepak bola dan lain sebagainya. Harus ada targetan yang sama sehingga tim menjadi kompak. Harus sampai ke satu tempat atau melawan segala bentuk narkoba dan kekerasan, jikalau objek lawannya atau targetnya disatukan maka niscaya tim akan menjadi kompak.


Dalam melakukan aktivitas pasti ada proses yang dilakukan, menemui kendala dan solusi, jikalau hal tersebut tidak dikomunikasikan maka akan terjadi miskomunikasi, dalam hal yang lain juga hanya sentral tokoh yang mengetahui. Harus ada pengayaan pada semua person di dalam tim sehingga satu sama lain ketika menemukan masalah saling bahu membahu menyelesaikan masalah tersebut. Itu sebabnya ketika kami menemukan masalah, maka masalah tersebut diselesaikan secara bersama sama.


Salam berbagi,
Fadlik Al Iman



Sabtu, 02 Juni 2012

Nasib kukang di tangan kita

foto Yayasan IAR IndonesiaTahukan anda tentang hewan kecil yang malu malu ini. Kukang dewasa memiliki panjang tubuh 19-30 cm dengan berat kurang dari satu kg.Di Indonesia hewan ini bisa ditemukan di hutan Sumatera, Jawa dan kalimantan, Pada tahun 80an terjadi pemburuan kukang besar besaran, dari daerah Jawa Barat saja bisa didapatkan 6-7 ekor kukang perhari untuk dijual di pasar pasar besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya. Di hutan sekarang jarang sekali kita temui kukang, satwa ini mudah sekali diburu karena gerakannya yang lambat. Meski penyebarannya cukup luas dari Afrika, India, Srilangka, Asia, di Dunia terdapat 8 marga kukang, dari 8 marga itu hanya ada satu marga di Indonesia yaitu Nycticebus.

Perlindungan kukang diupayakan lewat Keputusan Menteri Pertanian tanggal 14 Pebruari tahun 1973 melalui keputusannya. Tak hanya itu, peraturan juga dipertegas lagi oleh Peraturan Pemerintah No 7 tahun 1999 serta Undang undang RI No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya di pasal 21 ayat 2, jika hewan dan tumbuhan yang dilindungi itu ditebang, dibunuh, diperjual belikan maka dikenakan hukuman 5 tahun penjara dan denda 100 juta rupiah.

Namun peraturan hanya tinggal peraturan, untuk realisasi penegakan hukumnya belum sempurna dilakukan. Survey yang dilakukan kawan kawan di ProFauna tahun 2000 sampai dengan 2006 menunjukkan bahwa kukang diperdagangkan di pasar burung, yang sebagian besar adalah hasil tangkapan alam. Dari pemburu dijual ke pengepul hanya 20 ribu, dari pengepul ke penjual di pasar burung dijual 100 ribu, dari penjual di pasar hingga kepembeli paling rendah dijual 150 ribu rupiah. Hewan ini terlihat lucu tanpa taring di gigi.

Tahukah anda setelah kukang ditangkap agar terlihat lebih anggun dan jinak taringnya dipotong dengan cara dikikir atau dicabut, setelah dicabut untuk menghindari pendarahan kukang diputar putar dengan alasan menghentikan pendarahan, dari metode ini ada kukang yang mati. Ingatlah kawan ketika kita ingin membeli hewan yang terlihat manis, sesungguhnya hewan hewan itu lebih indah berada di alam. Ditahun 2002 kukang diselundupkan dari Sumatera ke Jawa sebanyak 5000 ekor, jumlah yang cukup tinggi dari sebuah simbul mentalitas dengan peraturan yang berjubel. Apapun makanan peraturannya, minumannya adalah mentalitas. Jaga hutan Indonesia dengan tidak membeli satwa dari Alam. Jadi bisa dipastikan, nasib kukang di tangan kita.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman