Rabu, 25 Februari 2026

Perempuan Perkasa

 Sebuah foto sunyi di atas perahu kecil itu sempat menggetarkan media sosial. Seorang perempuan duduk tenang, berdampingan dengan seekor harimau yang terbaring lemah. Perempuan itu adalah Yanti Musabine, seorang dokter hewan yang mendedikasikan hidupnya untuk menyelamatkan satwa liar terutama Harimau Sumatera.


Dengan pelampung di tubuh dan masker menutupi wajahnya, Yanti menemani sang harimau yang sedang dievakuasi menyusuri sungai. Tak ada sorak, tak ada heroisme yang dipamerkan. Hanya keberanian yang diam, dan kepedulian yang tulus. Foto itu bukan sekadar gambar dramatis, melainkan potret pengorbanan seorang perempuan yang rela mempertaruhkan keselamatan demi satu nyawa yang hampir punah.


Harimau Sumatera adalah satu-satunya harimau yang tersisa di Indonesia. Populasinya terus menurun, terdesak oleh perburuan dan hilangnya hutan. Banyak dari mereka ditemukan dalam kondisi terluka, kelaparan, atau terjerat perangkap manusia.


Di situlah Yanti berdiri. Ia terlibat langsung dalam pembiusan, pemeriksaan, hingga pemindahan harimau ke tempat yang lebih aman. Medan berat dan jalur darat yang mustahil sering memaksa evakuasi dilakukan lewat sungai seperti momen yang terekam dalam foto itu.



Berada satu perahu dengan predator puncak bukan hal biasa. Meski harimau itu terbius, risiko tetap nyata. Namun ketenangan Yanti mencerminkan pengalaman, keberanian, dan cinta yang besar pada alam.


Foto itu bukan sekadar viral. Ia adalah pengingat bahwa perjuangan menjaga satwa langka masih berlangsung, senyap dan penuh risiko. Setiap penyelamatan berarti menahan satu langkah dari kepunahan.


Dan selama masih ada sosok seperti Yanti Musabine yang memilih berdiri di garis depan harapan bagi Harimau Sumatera belum benar-benar padam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar