Pada invasi Irak tahun 2003, ketika pasukan Amerika Serikat dan sekutunya mulai menguasai wilayah Irak, ribuan pria Irak ditangkap, baik sebagai tersangka pejuang, pemberontak, maupun warga sipil yang berada di area operasi militer.
Mereka ditempatkan di berbagai fasilitas penahanan, salah satunya di wilayah Najaf.
Foto ini menangkap momen yang sangat menyayat hati: seorang tahanan Irak diberi izin bertemu anaknya yang masih kecil, sekitar 4 tahun. Namun pertemuan itu berlangsung dengan syarat yang tidak manusiawi, sang ayah harus mengenakan penutup kepala atau kantong, metode yang saat itu kerap digunakan untuk membatasi penglihatan tahanan sekaligus sebagai bentuk tekanan psikologis.
Di tengah kondisi tersebut, sang anak duduk di pangkuan ayahnya, mencari rasa aman melalui pelukan dan sentuhan, tanpa sepenuhnya memahami mengapa ayahnya diperlakukan seperti itu. Sebuah potret bisu tentang perang, yang tak hanya merenggut wilayah dan kekuasaan, tetapi juga martabat, keluarga, dan masa kecil.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar