Kompresor adalah alat bantu sebagai penyuplei udara dari permukaan laut dengan selang lebih kurang 100 meter. Penyelam menggunakan kompresor untuk bernafas di dalam air. Dengan adanya udara di dalam maka dengan mudah nelayan menangkap dengan menggiring kearah jaring ikan yang sudah dipasang. Metode seperti ini biasanya ramah lingkungan karena tidak meracuni ikan dengan potas serta untuk mendapatkan ikan karang karang tidak lagi di bom.
Yang cukup disayangkan dari kompresor adalah dengan disertai penyelaman yang jauh dari standar keselamatan, hal ini dapat mengakibatban resiko yang sangat besar, selain pengunaan kompresor yang tidak bisa dideteksi kandungan oksigen dan nitrogen.Penyelamannya juga sangat ekstrim, lebih dari 65 meter yang di iringi teknik penyelam naik dan turun ke laut, menyebabkan banyak penyelam yang mengalami dekompresi atau keracunan nitrogen. Hal ini dikarenakan nitrogen dalam tubuh tidak terbuang dan nitrogen terlarut setelah menyelam membentuk gelembung udara yang menyumbat aliran darah serta system syaraf yang berpengaruh terhadap kinerja saraf otot - otot yang mengakibatkan kelumpuhan bahkan kematian.
Hal ini dialami oleh anak Pak Misnan yang relatif masih sangat muda. Diceritakan Pak Misnan anaknya mengalami kelumpuhan, sementara Pak Misnan sendiri sudah tidak berani menyelam dalam waktu lama, dikarenakan dalam air suhu menurun drastis. Banyak nelayan yang mengetahui resiko kematian jikalau menyelam tanpa standar keselamatan terus dilakukan. Hal lain yang bisa dilakukan untuk mencegah kelumpuhan ujar seorang peneliti yang pernah mendapatkan cerita yang serupa, jikalau terjadi kelumpuhan maka nelayan tersebut harus dibawa masuk kelaut kembali dengan kedalaman yang sama. Perlahan anggota tubuhnya digerakkan, ketika sudah bergerak barulah naik secara perlahan ke permukaan. Semoga kecelakaan pada nelayan kompresor tidak terjadi lagi.
Salam berbagi,
Fadlik Al Iman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar