Sabtu, 22 Oktober 2016

Salam Dari Kami

Seiring dengan kemajuan teknologi semuanya semakin dimudahkan, anak bisa bermain sendiri, kakak, adik, orang tua serta lainnya. Mainnya pun tak capek lagi, berkeringat apalagi dalam panas yang terik, semuanya sudah ada di aplikasi yang hanya tingga meng "klik" semua pasti telah tersedia.

Lain halnya jika kita berada di tepian pantai, yang semuanya hidup dari alam, makan, minum, penerangan, bahkan bermain untuk anak yang juga adalah belajar bisa diraih dari alam. Sesekali kami mencoba lagi, berinteraksi, bersentuhan, saling mengenal, bahasa gaulnya kopi darat. Banyak hal yang bisa saya ambil, Keringat didapat, terik tak terelak, bercengkrama dengan pasir pantai, berani kotor, itu kami alami.


Mencari formula terumbu karang buatan, bersama penerus di Pulau Serangan, Bali.

Walhasil, jika kita mau keluar dari yang biasa kita lakukan, maka disitulah kita mengambil pelajaran yang berarti, https://www.youtube.com/watch?v=6j9LPclxxuU, salam kami, dari anak anak Pulai Serangan.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman

Rabu, 13 April 2016

Yang Penting Bagaimana Berkisah

Memasuki bulan kelima, tepatnya 4 bulan 13 hari, Rana diambil darahnya. Pengambilan darah ini untuk memastikan apakah dia positif terkena hipoteroit atau tidak, semoga saja negatif.
Rana bersama dua robot kesayangannya 
Menarik buat saya perkembangannya yang pesat bagi anak, mulai bisa berguling lebih dari satu kali, lehernya mulai kuat menopang kepalanya, air liurnya mulai banyak melumuri bibir bagian bawah sampai ke dagu.

Rana makin memiliki rasa, ekspresifnya makin timbul, entah teriakan apa yang ia lontaran ketika sedang asik dengan dua robot kesayangannya, mungkinkah ia marah, gemas atau hal lain, yang jelas ia berteriak beberapa kali ketika robot itu di dekatnya.

Pada bulan bulan ini saya lebih sering berkisah dengan buku bacaan kisah para teladan, para nabi AS yang memang wajib sebagai Muslim mengenalkannya. Rana belum mengerti, namun rekaman ini akan teringat terus sampai ia besar, yang terpenting adalah membiasakan berkisah, memberi karakter pada anak. Selanjutnya bagaimana dia memaknai untuk kemudian jadi rumusan dalam hidup.

Dari Ayah yang menyayangimu,