Rabu, 13 April 2016

Yang Penting Bagaimana Berkisah

Memasuki bulan kelima, tepatnya 4 bulan 13 hari, Rana diambil darahnya. Pengambilan darah ini untuk memastikan apakah dia positif terkena hipoteroit atau tidak, semoga saja negatif.
Rana bersama dua robot kesayangannya 
Menarik buat saya perkembangannya yang pesat bagi anak, mulai bisa berguling lebih dari satu kali, lehernya mulai kuat menopang kepalanya, air liurnya mulai banyak melumuri bibir bagian bawah sampai ke dagu.

Rana makin memiliki rasa, ekspresifnya makin timbul, entah teriakan apa yang ia lontaran ketika sedang asik dengan dua robot kesayangannya, mungkinkah ia marah, gemas atau hal lain, yang jelas ia berteriak beberapa kali ketika robot itu di dekatnya.

Pada bulan bulan ini saya lebih sering berkisah dengan buku bacaan kisah para teladan, para nabi AS yang memang wajib sebagai Muslim mengenalkannya. Rana belum mengerti, namun rekaman ini akan teringat terus sampai ia besar, yang terpenting adalah membiasakan berkisah, memberi karakter pada anak. Selanjutnya bagaimana dia memaknai untuk kemudian jadi rumusan dalam hidup.

Dari Ayah yang menyayangimu,


Sabtu, 19 Maret 2016

Perjalanan Kali Kedua

Ba'da subuh kami menyiapkan semuanya. Mandi Rana,  persiapan susu, baju ganti dan lai lain, padahal taman Catleya tak jauh dari rumah. Jika ditarik garis lurus mungkin hanya 150 meter.

Kami melewati pintu samping taman ini, jalannya melewati rumah padat penduduk, melewati gang dan lorong kecil, sebelum sampai ke pintu. Usai semuanya terlewati maka hal yang pertama ditemui adalah danau buatan di tengah taman.

Kami jalan memutari danau, mengenalkan Rana beberapa jenis tumbuhan, fungsi serta manfaatnya bagi kehidupan. Di sebelah barat terdapat cemara, di utara terdapat jambu air, mahoni, mangga serta tanaman bintaro.

Rana memang belum bisa menghafal, namun demikian kami akan ajarkan dengan maksimal harmoni manusia dengan alam, kehidupan sosial sekitar, agar dia bisa berbagi energi dengan semua. Persinggahan ini adalah kali kedua ia melakukannya.

Salam berbagi,
Ayahnya Rana