Kamis, 02 Oktober 2014

Sholat Lima Waktu

Salat lima waktu merupakan salah satu dari lima Rukun Islam. Allah menurunkan perintah salat ketika peristiwa Isra' Mi'raj.
salat lima waktu tersebut adalah:
1. Subuh, terdiri dari 2 rakaat. Waktu Shubuh diawali dari munculnya fajar shaddiq, yakni cahaya putih yang melintang di ufuk timur. Waktu shubuh berakhir ketika terbitnya Matahari.
2. Zuhur, terdiri dari 4 rakaat. Waktu Zhuhur diawali jika Matahari telah tergelincir (condong) ke arah barat, dan berakhir ketika masuk waktu Ashar.
3. Asar, terdiri dari 4 rakaat. Waktu Ashar diawali jika panjang bayang-bayang benda melebihi panjang benda itu sendiri. Khusus untuk madzab Imam Hanafi, waktu Ahsar dimulai jika panjang bayang-bayang benda dua kalimelebihi panjang benda itu sendiri. Waktu Asar berakhir dengan terbenamnya Matahari.
4. Magrib, terdiri dari 3 rakaat. Waktu Magrib diawali dengan terbenamnya Matahari, dan berakhir dengan masuknya waktu Isya.
5. Isya, terdiri dari 4 rakaat. Waktu Isya diawali dengan hilangnya cahaya merah (syafaq) di langit barat, dan berakhir hingga terbitnya fajar shaddiq keesokan harinya. Menurut Imam Syi'ah, Salat Isya boleh dilakukan setelah mengerjakan Salat Magrib.
Khusus pada hari Jumat, laki-laki muslim wajib melaksanakan salat Jumat di masjid secara berjamaah (bersama-sama) sebagai pengganti Salat Zhuhur. Salat Jumat tidak wajib dilakukan oleh perempuan, atau bagi mereka yang sedang dalam perjalanan (musafir).
Berdasarkan hadis, dari Abdullah bin Umar ra, Nabi Muhammad bersabda: Waktu salat Zuhur jika Matahari telah tergelincir, dan dalam keadaan bayangan dari seseorang sama panjangnya selama belum masuk waktu Asar. Dan waktu Asar hingga Matahari belum berwarna kuning (terbenam). Dan waktu salat Magrib selama belum terbenam mega merah. Dan waktu salat Isya hingga pertengahan malam bagian separuhnya. Waktu salat Subuh dari terbit fajar hingga sebelum terbit Matahari. (Shahih Muslim)

Tentang Anak

Banyak orang tua yang geram ketika anak melakukan perbuatan yang tidak disukainya. Orang tua yang menyangka kenakalan anaknya adalah sebuah petaka, khususnya usia balita hinga menanjak ke anak-anak. Hal ini sangat disayangkan oleh Luh Ketut Suriani, seorang psikolog ternama di Bali.
“Justru anak penurut di usia dini, bisa jadi calon pasien kami di dunia psikologi,” ujarnya. Anak anak wajar jikalau nakal, karena sensorik dan monitoriknya sedang dilatih. Jangan dimarahi, terlebih pakai emosi, biasakan bicarakan dengan penuh kasih sayang.
Dikatakan oleh tokoh perempuan di Bali ini, bahwa usia 10 tahun pertama adalah masa emas pertumbuhan anak. Sehingga, jangan sekali-kali orangtua menghancurkan kreativitasnya hanya agar anaknya jadi penurut. Sebab hal ini akan berdampak buruk bagi anak, dalam pengembangan diri dan daya kreasinya.
“Dampaknya tentu anak itu akan tumbuh menjadi pribadi yang tertutup dan tidak mampu bersaing termasuk dalam mengutarakan pendapatnya,” tegas wanita berusia 70 tahun ini.
Anak bandel dan nakal adalah indikasi ia sedang dalam proses tumbuh kembang. Sehingga Suryani sangat mengharapkan peran orang tua, untuk meluangkan waktunya bercengkrama menanggai ocehan anaknya itu.