Ternyata tidak sedikit yang pada awalnya menyangsikan kemampuan Islam sebagai solusi.
Gema
untuk kembali melanjutkan kehidupan islam semakin menguat disegala
lini. Keinginan yang disuarakan oleh para ‘aktivis mahasiswa yang
tercerahkan lulusan selasar masjid kampus di masa-masa yang lalu,
sekarang telah disambut dan disuarakan pula oleh masyarakat umum, para
akademisi, ulama, pengusaha dan kaum intelektual lainnya. Bahkan, dengan
dakwah yang dibarengi hikmah dan hujjah yang kuat dari sumber pemikiran
islam, kalangan militer pun sudah mulai terlihat dukungannya untuk
menjadikan Islam sebagai solusi dari permasalahan bangsa ini. Dari
anak-anak hingga orang yang sudah senja.
Kaum muslimin di
segala lini tadi dan mendukung islam sebagai solusi alternative untuk
keluar dari krisis multidimensi saat ini, ternyata tidak sedikit yang
pada awalnya menyangsikan kemampuan Islam sebagai solusi. Bahkan ada
yang pada awalnya menentang gagasan islam (syariat islam) sebagai solusi
masalah manusia yang semakin hari semakin parah ini. Dari beberapa
obrolan dengan para pejuang syariah ini – dari ulama, pengusaha hingga
rakyat jelata- penulis mendapatkan informasi, mereka dulu kurang respon
dalam memperjuangkan syariat islam sebagai solusi permasalahan bahkan
mendiskreditkan para pejuangnya dikarenakan kekurangfahaman mereka
tentang konsep islam yang syumuliyah, serta ketertutupan mereka untuk
membuka diri terhadap informasi baru atau pandangan baru.
Persepsi
yang selama ini terbangun, islam adalah sholat, zakat, puasa, shaum,
haji dan sedikit istilah bisnis. Imbasnya, mereka memandang islam ini
sebagai sesuatu yang ‘kecil’. Padahal islam adalah agama yang besar dan
mempunyai sejarah yang luar biasa dan mulia apalagi kalau dibandingkan
dengan peradaban lain. Kalau orang benci kepada islam pasti kejelekan
yang disampaikannya, namun mari kita lihat sisi lain dan tepat dalam
memandang islam.
Berikut gambaran singkat ketika Khilafah Islamiyah menguasai Dunia :
1.
Pemberian sertifikat tanah (Tahun 925 H/1519 H) kepada para pengungsi
Yahudi yang lari dari kekejaman Inkuisisi Spanyol pasca jatuhnya
pemerintahan Islam di Andalusia
2. Surat ucapan terima
kasih dari Pemerintah Amerika Serikat atas bantuan pangan yang dikirim
khalifah ke Amerika Serikat yang sedang dilanda kelaparan pasca perang
dengan Inggris (abad 18)
3. Surat jaminan perlindungan
kepada Raja Swedia yang diusir tentara Rusia dan mencari eksil ke
Khalifah (30 Jumadil Awwal 1121 H/7 Agustus 1709 H)
4.
Pemberian izin dan ongkos kepada 30 keluarga Yunani yang telah
berimigrasi ke Rusia namun ingin kembali ke wilayah khalifah, karena di
Rusia mereka justru tidak sejahtera (13 Rabiul Akhir 1282/5 September
1865)
5. Khalifah membuat peraturan bebas cukai bagi
barang bawaan orang-orang Rusia yang mencari eksil ke Wilayah khalifah
Utsmani pasca Revolusi Bolschevik (25 Desember 1920).
6.
Pasukan khilafah Turki Utsmani tiba di Aceh (1566-1577) termasuk para
ahli senjata api, penembak dan para teknisi. untuk mengamankan wilayah
Syamatiirah (Sumatera) dari Portugis. Dengan bantuan ini Aceh menyerang
Portugis di Malaka
7. Standar gaji guru yang mengajar
anak-anak pada masa pemerintahan Umar bin Khattab sebesar 15 Dinar (1
dinar = 4,25 Gram Emas) atau setara 5.700.000,- rupiah dan diikuti oleh
para khalifah berikutnya.
8. Di Bagdad berdiri Universitas
al Mustanshiriyyah, Khalifah Hakam bin Abdurrahman an Nashir mendirikan
Univ. Cordoba yang menampung Mahasiswa Muslim dan Barat. Gratis
9. Para khalifah mendirikan sarana umum untuk sarana pendidikan berupa perpustakaan, auditorium, observatorium dll
10.
Ja’far bin Muhammad (940 M) mendirikan perpustakaan di Mosul yang
sering di kunjungi para ulama baik untuk membaca atau menyalin.
Pengunjung perpustakaan mendapat segala alat yang diperlukan (pena,
tinta, kertas dll) secara gratis
11. Mahasiswa yang secara rutin belajar di perpustakaan diberikan pinjaman buku secara teratur
12.
Pada masa Khilafah Islam abad 10 M. Seorang ulama Yaqut ar Rumi memuji
para pengawas perpustakaan di kota Mer Khurasa karena mengizinkan
peminjaman sebanyak 200 buku tanpa jaminan apapun per-orang.
13.
Para khalifah memberikan penghargaan sangat besar terhadap para penulis
buku, yaitu memberikan imbalan emas seberat buku yang ditulisnya.
14.
Khalifah Sultan Nuruddin Muhammad Zanky (Abad XI Hijriyah) mendirikan
Madrasah an Nuriyah di Damaskus, di sekolah in terdapat fasilitas
seperti asrama siswa, perumahan staff pengajar, tempat peristirahatan,
para pelayan, serta ruanga besar untuk nceramah dan diskusi.
15.
Sultan Muhammad I (1416 M) melakukan sensus pertanahan, registrasi
berjalan hingga abad 17, jumlah dokumen di pusat arsip ini ada sekitar
1500 ton, meliputi wilayah dari afghanistan sampai Maroko, dari
smenanjung Krim di Rusia sampai Sudan
16. Pada masa
Khalifah Umar Ibn Al Khattab, beliau membangun Dar Ad Daqiq (gudang
tepung) di berbagai kota dan rute perjalanan yang biasa ditempuh musfir,
penuntut ilmu dan para saudagar. Siapa saja diantara mereka yang
kehabisan bekal dalam perjalanannya, boleh mengambil bagiannya dari
lumbung tersebut tanpa dipungut biaya
17. Khalifah Walid
ibn ‘Abdul Malik membuat kebijakan dengan memberikan kepada setiap orang
jompo dan orang-orang cacat/buta seorang pelayan untuk membantu mereka
menjalankan kehidupannya sehari-hari.
18. Masa khalifah
bin Abdul Aziz, tidak seorangpun yang dipandang berhak menerima zakat.
Beliau sampai harus memerintahkan para pegawainya berkali-kali untuk
menyeru di tengah-tengah masyarakat ramai, kalau-kalau di antara mereka
ada yang membutuhkan harta, namun tidak ada seorangpun yang memenuhi
seruannya
19. Pada masa beliau pula tidak ada satu orangpun penduduk Afrika yang mau mengambil harta zakat
20. Gaji para pegawai Negara hingga ada yang mencapai 300 dinar (1275 gram emas) atau setara 114.750.000,- rupiah
21.
Masa al Hakim bin Amrillah, di Kairo, khilafah membangun 20.000 unit
kios untuk disewakan kepada para pedagang dengan harga yang murah
22.
Negara juga membangun perumahan untuk rakyat dan bangunan-bangunan
besar yang dilengkapi dengan suply air, dengan menyediakan 50.000 ekor
unta untuk mendistribusikan air ke perumahan-perumahan rakyat
23.
Khalifah Sultan Abdul Hamid (1900) berhasil membangun jaringan kereta
api Hijaz dari Damaskus ke Madinah dan dari Aqaba ke Maan
24.
Pada masa beliau juga dibangun jaringan fax/telegraph antara Yaman,
Hijaz Syiria, Irak dan Turki; lalu jaringan tersebut dihubungkan dengan
jaringan fax India dan Iran, semua jaringan diselesaikan hanya dalam
waktu 2 tahun
25. Bani ibn Thulun di Mesir memiliki Masjid
yang dilengkapi dengan tempat-tempat mencuci tangan, lemari tempat
menyimpan minuman, obat-obatan dan dilengkapi dengan ahli pengobatan
(dokter) untuk memberikan pengobatan gratis
26. Khalifah Bani Umayyah banyak membangun Rumah Sakit yang disediakan untuk orang yang terkena Lepra dan Tuna Netra
27. Bani Abbasyiah banyak mendirikan Rumah Sakit di Bagdad, Kairo, Damaskus dan mempopulerkan Rumah Sakit keliling.
28. Ar Razi orang pertama yang mengidentifikasi penyakit cacar dan campak dan menggeluti bidang operasi
29. Ibnu al-Haitsam ahli optik yang menemukan perbandingan antara sudat pemantulan (refleksi) dan pembiasan (refraksi)
30.
Surat jaminan perlindungan kepada Raja Swedia yang diusir tentara Rusia
dan mencari eksil ke Khalifah (30 Jumadil Awwal 1121 H/7 Agustus 1709
H)
31. Pemberian izin dan ongkos kepada 30 keluarga Yunani
yang telah berimigrasi ke Rusia namun ingin kembali ke wilayah
khalifah, karena di Rusia mereka justru tidak sejahtera (13 Rabiul Akhir
1282/5 September 1865.
32. Pemetaan bumi (informasi alam,
hasil bumi, dan barang tambang) dimulai abad IX oleh al Muqaddisi (Abu
Abdulah – 985 M) sehingga tersusun ensiklopedi sederhana mengenai ilmu
bumi.
33. Masa Khalifah al Makmun (abad XI Masehi) al
Khawarizmi dan 99 orang asistennya membuat peta bumi sekaligus peta
langit (peta dengan menggunakan petunjuk bintang), pada saat yang sama
bangsa eropa masih berkeyakinan bumi itu datar.
34. Al
Khawarizmi menerbitkan bukunya yang termahsyur “Hisab al Jabar wa al
Muqabalah” diterjemahkan ke Bahasa Latin dan menjadi rujukan/referensi
Barat .
35. Al Battani (858-929 M) ahli dalam al jabar
yang digunakan dalam ilmu ukur sudut, menguraikan persamaan sin Q/cosQ
dan menjabarkan lebih lanjut formulasi cos a = cos b cos c + sin b sin c
cos a pada sebuah segitiga.
36. Abu al Wafa’(940-998)
pakar matematik yang mengungkapkan teori sinus dalam kaitannya dengan
segitiga bola, dan orang pertama menggunakan istilah tangent, cotangent,
secant dan cosecant dalam ilmu ukur sudut.
37. Jabir ibn
Aflah (wafat 1150 M) dikenal barat dengan Geber, orang pertama yang
menyusun formulasi cos B = cos b sin A, cos C = cos A cos B.
38.
Al Kindi (abad IX M) pakar Fisika yang menguraikan hasil eksperimen
tentang cahaya, karyanya tentang fenomena optic diterjemahkan ke Bahasa
Latin yang memberikan pengaruh besar dalam proses pendidikan Roger
Bacon.
39. Ibnu Haytam (965-1039 M) di barat dikenal
dengan alhazen, pakar dalam bidang optic dan pencahayaan, 200 judul buku
tentang optic dan pencahayaan dinisbatkan kepada beliau. Teorinya lebih
dulu ada 5 abad sebelum teori yang sama dikeluarkan Torricelli. Beliau
pula yang mulai melakukan eksperimen tentang gravitasi bumi jauh sebelum
Newton merumuskan teorinya tentang gravitasi bumi.
40.
Badi’uz Zaman Ismail (al Jazari – awal abad XIII) membahas tentang
mekanika dituangkan dalam buku yang berjudul Kitab fii ma’rifah,
diuraikan didalamnya berbagai fenomena mekanika sederhana yang menjadi
dasar bagi para sarjana modern dalam menyusun ilmu mekanika modern.
41.
Baghdad, Cairo, Cordova dll telah dibangun perkebunan (Botanical
Garden) tempat untuk melakukan eksperimen para intelektual muslim.
42. Abu Zakaria Yahya (Abad XI M) Pakar pertanian, menulis buku tentang pertanian berjudul Kitab al Falahah.
43.
Abu Ja’far al Qurthubi (1165 M) menyusun buku yang berisi seluruh jenis
tumbuhan yang dijumpai di daerah Andalusia dan Afrika Utara, setiap
nama tumbuhan diberi nama Arab, Latin dan Barbar.
44. Ibn
Baythar (1248 M) melakukan eksperimen tentang rumput-rumputan dan
berbagai jenis tumbuhan , kemudian menyusun 2 buah buku yang kemudian
diterjemahkan ke Bahasa latin pada tahu 1759 di Cremona.
45.
Kaum Muslim turut memberikan andil bagi para pakar tumbuhan dan
menyediakan informasi yang amat berguna mengenai sekitar 2000 jenis
tumbuhan tumbuh-tumbuhan yang sebelumnya belum dikenal.
46.
Al Jahir pakar zology menulis buku berjudul Kitab al Hayawan yang
menjelaskan anatomi sederhana, makanan, kebiasaan hidup, serta manfaat
yang dapat diperoleh dari berbagai jenis hewan.
47. Ad Damiri (1405 M) pakar zologi asal Mesir.
Ini
hanya sedikit dari peradaban Islam yang luar biasa. Untuk lebih jauh
mendapatkan gambaran yang lebih luas tentang peradaban islam, saya
anjurkan beberapa referensi dibawah ini untuk anda cicipi di sisa-sisa
umur anda.[]
[ Ibnu Khaldun Aljabari,16 Syawal 1429 H]
Referensi untuk memperkaya tsaqafah:
- Muqaddimah Ibnu Khaldun, karya Ibnu Khaldun, (terjemahan), Pustaka Firdaus
- Mengenal Sistem Islam dari A sampai Z. Editor Jalal al-Ansari, PTI
- Ensiklopedi Perdana dalam Islam.Dr.Ibrahim Rabi’. Pustaka Alkautsar
- Warisan Peradaban Islam & Saintis Muslim, Shahib Al Kutb, PTI
Dakwahkanlah
meski cuma 1 ayat saja, mulakan dari saudara & rekan2 sekitar kita.
Biar cuma satu ayat tapi disampaikan, itu lebih baik&bermanfaat
daripada ramai ilmu tapi cuma untuk diri sendiri. Ilmu yang bermanfaat
ialah salah satu amal yang berkekalan bagi orang yang mengajarkannya
meskipun dia sudah meninggal.
Marilah kita menyeru kepada kebajikan dan menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah yang munkar…!!
Allah berfirman
: “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada
kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar;
merekalah orang-orang yang beruntung.”
(Qs.Ali Imran: 104).
Rasulullah SAW bersabda,
“Barangsiapa yang mengajak kepada kebaikan itu berhak mendapatkan
pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala
mereka sedikitpun. Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan maka
ia mendapat dosa seperti dosa orang yang mengikutinya tanpa mengurangi
dosa mereka sedikitpun.”(
HR.Muslim).
Wallahu A’lamu bish-Showab
Alhamdu lillaahi rabbil’aalamiin.
Jazaakumullah Khairan wa Syukron Katsiiran 'Alaa Husni Ihtimaamikum.
Wassalamu’alaikum.Wr.wb