Sabtu, 19 Maret 2016

Perjalanan Kali Kedua

Ba'da subuh kami menyiapkan semuanya. Mandi Rana,  persiapan susu, baju ganti dan lai lain, padahal taman Catleya tak jauh dari rumah. Jika ditarik garis lurus mungkin hanya 150 meter.

Kami melewati pintu samping taman ini, jalannya melewati rumah padat penduduk, melewati gang dan lorong kecil, sebelum sampai ke pintu. Usai semuanya terlewati maka hal yang pertama ditemui adalah danau buatan di tengah taman.

Kami jalan memutari danau, mengenalkan Rana beberapa jenis tumbuhan, fungsi serta manfaatnya bagi kehidupan. Di sebelah barat terdapat cemara, di utara terdapat jambu air, mahoni, mangga serta tanaman bintaro.

Rana memang belum bisa menghafal, namun demikian kami akan ajarkan dengan maksimal harmoni manusia dengan alam, kehidupan sosial sekitar, agar dia bisa berbagi energi dengan semua. Persinggahan ini adalah kali kedua ia melakukannya.

Salam berbagi,
Ayahnya Rana

Senin, 14 Maret 2016

Ranadilla Hannan Asyifa

Pada minggu minggu pertama ayahnya sudah meninggalkannya belasan hari, alhamdulillah anak ini tergolong tenang, hanya menangis ketika haus dan lapar, ibu memberinya susu dan mengupayakannya yang terbaik. Alhamdulillah keberkahan bersama keluarga kami, dan semoga kami termasuk orang orang yang bersyukur.
Teruslah berkembang Rana anak Ayah 
Bulan pertama terlampaui, kisah berikutnya masih sama, seputaran lapar dan haus, ee dan impol, tidur dan tangisan, membersihkan seluruh pakaiannya,  menjemur. Hal yang paling sulit adalah membawa dia ke luar jauh, karena memang belum diperbolehkan anak seusia itu. Tubuhnya masih rentan terhadap lingkungan di sekitarnya. Ketika keluar rumah hanya bertemu matahari.

Memasuki bulan bulan ketiga barulah anak diajak ke luar, menikmati taman kota Catleya, taman pertama yang Ranadilla Hannan Asyifa kunjungi, dilanjutkan dengan aktivitas liburan berikutnya menghadiri pengajian ahad duha yang diselenggarakan panitia Masjid Agung Al-Azhar.

Semoga kami pandai bersyukur serta hidup berkah penuh gairah. Mudah mudahan Alloh SWT setuju.

Salam berbagi,

Rabu, 09 Maret 2016

Dalam Hitungan Jemari Tangan

Beberapa tahun sebelumnya kau jumpai aku. Dalam waktu yang sempit di kaki bukit, berulang ulang. Aku mencari,  sementara darah remaja yang enggan menyapa dahulu seperti biji lada, ramai dan pedas.

Ketika kau menghilang dalam hitungan jemari tahun, sang waktu menyalami aku dalam titik yang benar,  seorang datang, bening, sopan, pelan dan kuat. Aku disapa warna masa lalu,  di depan taman, di depan plaza olah raga. Dalam pagi yang sempit, sibuk, kemudian dalam hitungan jemari tahun kau pun menghilang.
Foto. Pribadi 
Sempatku memaku, pada kilauan semangat muda, berapi api, gelora, bergelombang di atas ladang ladang Afrika yang tandus karena persoalannya sendiri. Kami berlari, menghampiri ladang demi ladang bawaan bijaksana pendahulu. Kami kemudian terpisah dalam hitungan tahun jemari tangan.

Hingga akhirnya doa dari air purba yang mengalir, doa dari keringat usul yang tepat datang untukku. Kamu ada dari balik jendela, ruang operasi keadaan yang lampau. Kamu hampiri taman, berjuang sendirian, menjemput perjuanganku tanpa bendera apa apa. Akhirnya jemari tahun belum bisa memastikan kapan kami berhenti.

Salam berbagi,
Fadlik Al Iman 

Senin, 07 Maret 2016

Jadwal Sholat Gerhana 9 Maret 2016 Serta Tatacaranya

Berikut waktu pelaksanaan shalat gerhana di seluruh Indonesia mengacu pada press release Ditjen Bimas Islam:

Aceh, 07:22 WIB -08:27 WIB
Sumatera Utara, 07:21 WIB-08:27 WIB
Sumatera Barat, 07:20 WIB-08:27 WIB
Riau, 06:22 WIB -08:30 WIB.
Bengkulu, 06:20 WIB-08:28 WIB.
Jambi, 06:21 WIB-08:29 WIB.
Kepulauan Riau, 06:22 WIB-08:33 WIB.
Sumatera Selatan, 06:19 WIB-08:29 WIB.
Lampung, 06:20 WIB-08:31 WIB.
Bangka Belitung, 06:21 WIB-08:35 WIB.
Banten, 06:19 WIB-08:31 WIB.
DKI Jakarta, 06:20 WIB-08:32 WIB.
Jawa Barat, 06:20 WIB-08:32 WIB.
Jawa Tengah, 06:20 WIB-08:35 WIB.
D.I. Yogyakarta, 06:20 WIB- 08:35 WIB.
Jawa Timur, 06:21 WIB-08:39 WIB.
Kalimantan Barat, 06:23 WIB- 08:42 WIB.
Kalimantan Tengah, 06:22 WIB-08:47 WIB.
Kalimantan Selatan, 07:23 WITA-09:48 WITA.
Kalimantan Timur, 07:26 WITA-09:54 WITA
Bali, 07:22 WITA-09:42 WITA.
Nusa Tenggara Barat, 07:23 WITA-09:45 WITA.
Nusa Tenggara Timur, 07:27 WITA-09:51 WITA.
Sulawesi Barat, 07:26 WITA-09:57 WITA.
Sulawesi Selatan, 07:26 WITA-09:54 WITA.
Sulawesi Tengah, 07:29 WITA-10:04 WITA.
Sulawesi Tenggara, 07:28 WITA-10:01 WITA.
Gorontalo,07:31 WITA-10:09 WITA.
Sulawesi Utara, 07:34 WITA-10:15 WITA.
Maluku Utara, 08:35 kok WIT-11:21 WIT.
Maluku, 08:35 WIT-11:17 WIT.
Papua Barat, 08:40 WIT-11:30 WIT.
Papua, 08:49 WIT-11:40 WIT.



Sumber: http://bimasislam.kemenag.go.id/post/berita/jam-berapa-shalat-gerhana-9-maret-ini-waktu-waktunya-se-indonesia

Jumat, 04 Maret 2016

Indonesia Memanggil

Yang membuat lemah KPK atau badan-badan seperti KPK di seluruh dunia, political will eksekutif dan legislatif melemah. Kalau sudah begitu, pasti KPK tak ada apa-apanya.


Faktor lain yang membuat KPK tak berdaya adalah intervensi politik. Intervensi politik punya peran besar melemahkan KPK. Sebagai lembaga antikorupsi, KPK seharusnya bekerja independen.
Faktor lain yang tak kalah penting membuat KPK macan ompong datang dari internal lembaga itu. KPK tak bisa menggigit lagi jika para komisionernya lebih memilih diam alias lebih senang status quo.

Saya berharap calon komisioner KPK yang mendaftar ada yang betul-betul menguasai hukum acara pidana. Hal ini penting karena KPK kini menghadapi kondisi hukum yang berbeda.

Pemahaman terhadap hukum acara pidana menjadi penting. Sebab, penetapan tersangka sudah masuk, ke dalam objek praperadilan sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Makanya kita harapkan, orang itu mempunyai integritas dan kompetensi. Mestinya dari lima pimpinan KPK itu ada yang menguasai itu.